KEPEMIMPINAN KREATIF YANG DIKEMBANGKAN DI RUMAH KREATIF WADAS KELIR

dibaca normal:2 menit

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Dasar, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto mengundang founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, Heru Kurniawan, dalam acara “Culture Leader”, di Gedung Benih Ikan, Tambaksogra, Selasa 16 Januari 2018.

Di hadapan 50 mahasiswa, Heru Kurniawan, sebagai pimpinan Rumah Kreatif Wadas Kelir, menyampaikan konsep kepemimpinan kreatif yang telah dipraktikannya selama lima tahun dalam memimpin anak-anak, remaja, relawan, dan masyarakat Wadas Kelir, Karangklesem, Purwokerto Selatan.

Menurut Heru Kurniawan, kepemimpinan kreatif adalah kepemimpinan yang didasari sikap rela dan ikhlas menerima orang-orang yang dipimpin dalam hidupnya, yang kemudian diikat dengan kesadaran sebagai keluarga. Dalam kesadaran keluarga ini, pemimpin bisa membangun komunikasi hati dan mimpi dalam satu visi. Visi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan untuk meningkatkan derajat orang-orang dalam keluarga.

Di sinilah, tugas utama pemimpin adalah membuat keluarga yang dipimpin menjadi mulia dan bermartabat. Dan kemuliaan keluarga ditentukan oleh kemuliaan anggota keluarganya. Untuk itu, tugas pemimpin tidak semata-mata memberikan perintah dan menjalankan sistem, tetapi yang lebih penting adalah dapat mengidentifikasi, memotivasi, dan memberikan ruang kreatif bagi yang dipimpin untuk menemukan eksistensinya dalam berprestasi sebagai inividu.

Menurut Heru Kurniawan, yang dilakukan di Rumah Kreatif Wadas Kelir itu demikian. Orang-orang yang dipimpin diidentifikasi kemampuan dan potensinya. Jika sudah ditemukan, maka orang yang dipimpin akan dimotivasi untuk terus berkreasi dan berkarya sampai menemukan hasilnya dalam bentuk prestasi dan ekistensi. Di sinilah, relawan, remaja, anak-anak, dan masyarakat senang karena melalui Rumah Kreatif Wadas Kelir pencapaian prestasi dan eksistensi bisa diwujudkan. Prestasi dan eksistensi ini yang kemudian mendatangkan materi dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi atau kesejahteraan.

Dengan cara ini, pemimpin telah berhasil menjalankan perannya dalam membangun keluarga yang anggotanya adalah orang-orang hebat yang lahir dari kepemimpinan kreatif. Pemimpin kreatif adalah pemimpin yang terus memperjuangkan dalam menghebatkan orang-orang yang dipimpin karena karya terhebat dari pemimpin adalah kehebatan orang yang dipimpin.

Dari dasar inilah, Rumah Kreatif Wadas Kelir, selama lima tahun sudah tumbuh dan berkembang dalam pola kepemimpinan yang demikian. Pola kepemimpinan yang berdasarkan pada rasa cinta keluarga, semangat berkarya dan bekerja untuk meraih prestasi dan eksistensi, serta dapat memenuhi kebutuhan ekonomi hidupnya dengan baik.

Heru Kurniawan berharap semoga model kepemimpinan yang dikembangkan Rumah Kreatif Wadas Kelir bisa menjadi model yang akan menginspirasi banyak orang, terutama para pemimpin, baik di lembaga maupun komunitas, untuk membangun dirinya sebagai pemimpin yang kreatif.

Usai menyampaikan materi di atas, tanya jawab dengan peserta berjalan menarik. Banyak mahasiswa yang bertanya lebih jauh soal materi kepemimpinan kreatif yang di kembangkan di Wadas Kelir, dan Heru Kurniawan menjawab dengan penjelasan yang menarik dan mudh dipahami.

 

Redaksi Wadas Kelir.

Comments

comments

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *