KENAPA ORANG TUA HARUS MEMBACA?

dibaca normal:4 menit

Sering kali saya mendapatkan pertanyaan dari para orang tua, “Kenapa saya harus membaca buku? Saya sudah tua dan sudah tidak sekolah lagi? Terus, apa manfaatnya jika saya rajin membaca buku?”

Saya pun kemudian bercerita kenapa saya suka membaca buku. Ya, itu karena Ayah-Ibu saya adalah orang tua yang suka membacakan buku ke saya, sering membelikan buku, dan di rumah saya dulu banyak sekali buku-buku. Dan yang lebih penting lagi, saya sering melihat Ayah dan Ibu saya membaca buku.

Saya pun sejak kecil mengganggap membaca buku menyenangkan. Saya sering menyaksikan Ayah dan Ibu saya tertawa sendiri saat membaca buku. Saya sering melihat mereka serius dalam membaca. Dan saya sangat senang sekali saat keduanya bercerita soal bacaan yang telah dibacanya pada saya. Saya pun kemudian meyakini bahwa dalam buku itu ada sesuatu yang menakjubkan. Saat itulah saya sudah berkeinginan kuat untuk bisa membaca. Saya ingin bisa seperti Ayah dan Ibu, bisa membaca buku dengan sangat antusias dan menyenangkan.

Dan hasilnya sekarang, karena saya dibesarkan dari orang tua yang suka membaca buku, saya pun menjadi suka membaca buku. Dari situ, saya menganggap, “Ayah dan Ibuku adalah Perpustakaan Pertama dalam Hidupku.”

Orang yang pertama kali mengenalkan buku, mengenalkan indahnya membaca buku, dan pada akhirnya membuat saya suka membaca buku. Dan saya bersyukur sekali sebab karena suka membaca buku, cita-cita saya sejak kecil ingin menjadi guru bisa tercapai tercapai.

Saya meyakini salah satu aspek kebaikan yang saya capai dalam hidup saya karena membaca buku. Hobi saya membaca buku membuat proses perjalanan pendidikan saya tidak masalah. Saya bisa mengikuti dengan baik, dan mendapatkan nilai yang baik karena saya membaca materi sekolah dengan baik. Saya juga membaca materi ilmu pengetahuan, dan karya sastra dengan baik.

Inilah salah satu alasan penting orang tua harus membaca buku. Kebiasaan orang tua membaca buku akan membuat anak-anak kita ikut hobi membaca buku pula.

Mungkin ini terkesan subjektif, baiklah jika demikian, akan saya paparan hasil riset ilmiah yang membuat orang tua harus membaca buku. Dalam buku Read Aloud (2008) yang menjelaskan sebuah riset atas budaya baca orang tua.

Risetnya mengambil sampel tiga puluh orang yang lahir dan hidup sama-sama dari keluarga miskin: (1) tapi sekalipun dari keluarga miskin yang lima belas orang berhasil menjadi profesor, sukses dalam ekonomi dan pendidikan, (2) sedangkan lima belas orang lainnya tidak sukses, hanya menjadi tenaga kasar atau buruh, dan miskin.  Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut.

Pertama, dua belas dari lima belas profesor itu sejak kecil dibacakan atau diceritakan kisah atau buku oleh orang tuanya, sedangkan yang dari pekerja itu yang dibacakan buku hanya empat orang dari lima belas orang.

Kedua, empat belas dari lima belas profesor merupakan anak dari keluarga yang rumahnya penuh dengan buku-buku, memiliki perpustakaan keluarga dengan koleksi buku yang melimpah, sedangkan dari kalangan pekerja dalam keluarganya rata-rata hanya memiliki empat buku.

Ketiga, para orang tua (ayah dan ibu) tiga belas profesor itu diidentifikasi sebagai sosok yang sering membaca buku dengan baik, mengisi hari dengan membaca buku, sedangkan orang tua para pekerja itu hanya enam yang menjadi pembaca buku.

Keempat, kelima belas profesor itu itu sejak kecil disuruh oleh orang tuanya untuk rajin membaca buku, sedang dari pekerja itu hanya tiga orang yang disuruh membaca oleh orang tuanya.

Di sini kita bisa melihat bahwa orang tua yang suka membaca, menyuruh anaknya membaca, menyediakan bacaan buku di rumah, dan suka membacakan buku itu menjadi kegiatan penting orang tua dalam menyiapkan masa depan anak-anaknya untuk sukses dalam segala bidang.

Maka, jika kita sebagai orang tua ingin anak-anaknya sukses, maka membaca menjadi kegiatan yang harus dibiasakan di rumah. Dan ini akan berlaku dan berjalan dengan baik jika orang tuanya adalah pembaca yang baik pula. Untuk itu, membaca sesungguhnya adalah modal dasar dalam menyiapkan anak-anak kita untuk memiliki masa depan yang bagus.

Dan tugas penting orang tua dalam menciptakan anak-anak yang suka membaca buku adalah menjadikan dirinya teladan sebagai pembaca buku yang baik. Dengan menjadi pembaca buku yang baik, maka dipastikan rumah kita akan penuh dengan buku-buku yang berserak, orang tua akan dengan sendirinya rajin memerintahkan anaknya untuk membaca buku, dan pasti akan sering membacakan buku pada anak-anaknya.

Melalui kebiasaan inilah, kita sedang menyiapkan keluarga yang suka membaca buku. Keluarga yang antara orang tua dan anak-anaknya aktif dalam kegiatan membaca buku. Dari sinilah, keluarga sedang menyiapkan anak-anak yang kelak akan sukses seperti yang hasil riset di atas.

Maka, kita sebagai orang tua sudah tidak punya alasan lagi untuk tidak membaca buku, jika kita ingin anak-anak kita suka dan hobi membaca buku. Yuk, kita mulai menjadi orang tua yang suka membaca dan membacakan buku untuk anak-anak kita.

 

HERU KURNIAWAN

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir & Pengajar di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Comments

comments

2 replies
  1. Asri murdani. says:

    Mengapa anak malas membaca, menurut saya selain budaya orang tua juga karena buku buku di tingkat sekolah dasar tidak menarik. Selain tebal kurang banyak gambar, setujukah bapak?? Hal ini menjadikan anak takut dg buku.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *