JALIN KERJASAMA DENGAN LPPM UNSOED, WADAS KELIR TINGKATKAN KUALITAS BAHASA INGGRIS RELAWANNYA

dibaca normal:4 menit

“Relawan di Wadas Kelir semuanya cerdas dan berpotensi. Cita-cita kami tinggi, yaitu melanjutkan studi S2 dan S3 dengan jalur beasiswa. Tetapi, kami terganjal satu hal, bahasa Inggris kami kurang memadai untuk mendapat skor TOEFL yang tinggi. Padahal itulah salah satu kunci mendapat beasiswa full-bright,” tutur Fenny Nida Fitriyani , salah satu relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir yang membidangi sekolah literasi bahasa Inggris di sana.

Hal yang diungkapkan oleh Feny adalah benar. Kendala yang dirasakan banyak relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir adalah persoalan bahasa Inggris. Hal tersebut sebetulnya sudah coba diatasi oleh tim yang menangani sekolah literasi bahasa.

Setiap Jumat malam, setiap relawan dan remaja diwajibkan belajar bahasa Inggris. Metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pun dibuat semenarik dan se-easy mungkin. Contohnya materi listening dan speaking dengan metode ‘sing a song’, yaitu dengan memutar sebuah lagu dan mengucapkan liriknya dengan pelafalan yang benar. Tahap selanjutnya adalah mempelajari structure yaitu dengan mencoba mengartikan dan mempelajari struktur kalimat dalam lirik lagu.

“Setiap kali ikut sekolah literasi bahasa Inggris aku seneng karena sekarang kalau ada lagu yang udah dipelajari jadi bisa nyanyi. Terus pengucapannya bener, jadi nggak malu-maluin. Kata temenku aku jago banget bahasa Inggris. Padahal cuma bisa itu, hihihi,” tutur Nanda, salah satu remaja yang rajin mengikuti kelas di sekolah literasi bahasa.

Hal itu tidak membuat Rumah Kreatif Wadas Kelir berpuas diri dan terus mencoba mendampingi belajar bahasa Inggris. Salah satu caranya adalah dengan menjalin kerja sama dengan pihak LPPM Unsoed untuk mengadakan pelatihan bahasa Inggris bagi para relawan pengajar, remaja, dan masyarakat di Wadas Kelir.

Niat baik tersebut seperti gayung bersambut ketika tim dari LPPM Unsoed, yang terdiri dari Mrs. Rindha, Mrs. Septi, Mrs. Indah dan tiga mahasiswa pendamping, datang ke Rumah Kreatif Wadas Kelir dan melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (Penerapan Iptek) dengan tema “Pelatihan Pembelajaran Kreatif bagi Pengajar di Rumah Kreatif Wadas Kelir” selama 7 hari, terhitung sejak 13-20 April 2018.

Tidak hanya relawan yang mengikuti acara tersebut, tetapi para Bunda PAUD Wadas Kelir, Tutor Paket B dan C Wadas Kelir, Tutor Bimbel Wadas Kelir, remaja, bahkan warga belajar (siswa) Paket B dan C Wadas Kelir.

Sesuai tema yang diusung oleh tim, hal yang disampaikan dirasa sangat bermanfaat bagi semua elemen yang mengikuti pelatihan tersebut. Seperti yang dituturkan oleh salah satu Bunda PAUD Wadas Kelir, Chamdiyati, “Selama ini biasanya ngga pede mau ngomong pake bahasa Inggris, takut salah pas ngajarin anak-anak, grogi lah. Tapi ini tadi udah diajarin sama Miss Septi. Besok jadi udah bisa ngomong yang bener,”

Tim dari LPPM Unsoed juga memotivasi para peserta untuk selalu aktif bertanya, menjawab, dan berpendapat dalam sesi pelatihannya. Hal itu dimaksudkan agar para peserta bisa langsung mempraktikkan apa yang sudah mereka pelajari bersama para pemateri, sehingga mereka terbiasa mengucapkan bahasa Inggris.

Dituturkan oleh Mrs. Indah, salah satu pemateri dalam pelatihan bahwa hal yang memang menjadi kendala orang Indonesia belajar bahasa Inggris adalah tidak adanya ruang yang luas untuk mempraktikkannya. Padahal kunci utama belajar bahasa adalah selalu melakukan pembiasaan, berulang-ulang, dan telaten menggunakan setiap hari, minimal satu jam sehari agar terbiasa.

Tidak hanya menyampaikan materi soal bagaimana belajar dan mengajarkan bahasa Inggris. Di akhir sesi, Mrs. Rindha Widyaningsih, yang merupakan ketua tim pengabdian juga menyampaikan motivasi dan memaparkan tentang kiat menghadapi kesulitan belajar anak usia dini (AUD).

Beliau yang merupakan lulusan S2 Psikologi UGM menjadi tempat curhat yang sangat asyik bagi para Bunda PAUD, tutor, hingga warga belajar yang kebetulan mengikuti sesi terakhir tersebut. Banyak keluh-kesah mereka terungkapkan dan mendapatkan pencerahan dari ahlinya. Terlihat wajah bahagia dan optimis mereka ketika mendapat saran dan motivasi dari Mrs. Rindha.

“Kami sangat menyambut baik gerakan belajar oleh masyarakat di lingkungan Rumah Kreatif Wadas Kelir. Semoga jalinan silaturahmi dan berbagi ilmu kita tidak hanya sampai di sini. Kami ingin kembali lagi ke Rumah Kreatif Wadas Kelir untuk ikut berkontribusi memajukan negeri,” pungkas Mrs. Rindha ketika menutup acara pelatihan teresebut.

Siang itu, setelah asyik dan lelah belajar, kami memanjatkan syukur dengan berfoto, memotong tumpeng, dan duduk melingkar untuk makan bersama. Kami makan bersama beralaskan meja-meja cantik yang juga dihadiahkan oleh Tim LPPM Unsoed untuk menunjang kegiatan belajar di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Sungguh, terima kasih banyak!

ENDAH KUSUMANINGRUM

Relawan Pustaka Wadas Kelir & Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto

 

 

 

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *