PAKET B DAN C WADAS KELIR GELAR PENTAS DRAMA, SUKSES KOCOK PERUT WARGA!

dibaca normal:3 menit

Sabtu, 28 April 2018, malam Minggu di Rumah Kreatif Wadas Kelir ramai dengan orang-orang berkostum pantomime dan berkebaya ala-ala jadul (zaman dahulu). Mereka adalah para warga belajar Paket B dan Paket C Wadas Kelir yang akan unjuk gigi mementaskan pertunjukan di panggung Café Baca “Pentas Seni dan Literasi” edisi bulan April.

Para warga belajar yang berasal dari lintas usia, mulai dari usia remaja hingga usia lanjut (nenek-nenek) telah semangat berlatih sejak dua minggu terakhir. Setiap malam, meski gerimis, hujan lebat, lelah sepulang kerja, sambil membawa anak, mereka semua tetap giat berlatih teater demi pentas!

Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan praktikum mata pelajaran kesenian yang diampu oleh Tutor Khotibul Iman. Ide pementasan tersebut tercetus dari keinginan memberikan pengalaman berkesan dan menambah semangat belajar para warga-belajar. Sebab, sebagian besar dari warga-belajar belum pernah memiliki pengalaman berpentas, apalagi pentas drama, pantomim, hingga musikalisasi puisi.  Maka, kesempatan tersebut agaknya juga tidak disia-siakan oleh para warga-belajar agar menjadi momentum paling berkesan selama setahun terakhir belajar di Paket Wadas Kelir.

“Deg-degan banget mau pentas dari semalem. Kepikiran lupa adegan, lupa dialognya. Terus nanti ditonton anak sama suami. Seneng-seneng malu,” tutur Puput Sefniati, salah satu warga-belajar yang dalam kesehariaannya cukup pemalu dan pendiam.

Beberapa warga-belajar di Paket Wadas Kelir memang memerlukan motivasi lebih agar selalu semangat datang ke sekolah dan berporses aktif di kelas. Ada beberapa yang jika ditanyai tutor selalu menjawab dengan ragu-ragu, malu, atau dengan suara yang amat pelan serta menunduk malu. Maka, melalui kegiatan ini pula diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan saling memiliki dalam lingkungan belajar di Paket Wadas Kelir.

Hal tersebut agaknya terbukti, ketika pentas berlangsung, melihat euphoria penonton yang cukup membludak (didominasi oleh sanak family para pemain pentas), para warga belajar berakting sangat total dan melepaskan segala beban di atas pentas. Mementaskan naskah lakon yang diadaptasi oleh salah satu tutor, Endah Kusumaningrum, para warga belajar berhasil menghibur dan mengocok perut penonton dengan dialog dan adegan-adegan lucu.

“Itu Yuyu Kangkang lucu banget. Perutku sampe kaku lihatnya!” tutur salah satu warga dari barisan penonton.

“Nggak nyangka melihat mereka sangat berbeda dengan kesehariannya yang biasa kalem jadi acting judes, total banget. Jadi kemayu dan genit, juga total banget. Top!” tutur Agustina Wulandari, salah satu tutor Paket B dan Paket  Wadas Kelir.

Melihat antusiasme para penonton, mereka, para pemain turun pentas dengan senyum yang mengembang. Lega! Perjuangan dua minggu menghafal naskah, latihan koreo pantomime, latihan musikalisasi puisi, terbayar tunai!

“Aku pengen pentas lagi kayak gini, Pak! Apa bikin film yuk , besok-besok. Sekolahnya jadi seru, nggak cuma pelajaran duduk di kelas. Praktek, berkarya, asyik!” tutur Ruli Karunia, salah satu waga belajar.

 

ENDAH KUSUMANINGRUM

Relawan Pustaka Wadas Kelir & Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *