KEMAH RAMADHAN #1 RUMAH KREATIF WADAS KELIR: RELIGIUS, SERU, DAN MENCERDASKAN!

dibaca normal:4 menit

Sabtu sore (2/6), Nera (7 tahun) dan Zakka (6 tahun) sudah memegangang bantal dan perlengkapan lainnya. Saat ditanya Ibunya,”Sudah siap berangkat?” dengan antusias keduanya menjawab dengan berteriak, “Siap!” Keduanya kemudian berpamitan pada Ayah dan Ibunya berangkat mengikuti kegiatan Kemah Ramadhan #1 yang diselenggarakan Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Nera dan Zakka berbaur dengan puluhan anak-anak lainnya yang sudah datang di Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir yang dijadikan sebagai tempat Kemah Ramadhan #1 yang diselenggarakan Rumah Kreatif Wadas Kelir. Di PBM itu sudah berdiri dua tenda besar dan kayu-kayu bakar yang ditata rapi, yang akan digunakan untuk api unggun.

Berkumpul di PBM Wadas Kelir, anak-anak saling berbincang, dan atas bantuan Kakak Relawan yang menjadi panita acara, anak-anak diajak untuk saling kenal satu sama lainnya karena dari tiga puluhan anak yang ikut acara Kemah Ramadhan #1 ini, berasal dari berbagai daerah, sehingga belum saling kenal. Perkenalan yang santai dan mengasyikkan membuat anak-anak semakin antusias dan tidak sabar mengikuti acara demi acara.

Acara dimulai dengan pembukaan dan pembagian kelompok yang dipimpin Kakak Relawan. Setiap kelompok saling berkoordinasi untuk membuat sebuah performa art yang akan di pentaskan malam hari nanti. Anak-anak saling mengungkapkan ide-gagasannya. Ada yang menyiapkan tari, baca puisi, mengaji, drama, sampai pantomim khas anak-anak. Suasana belajar yang menyenangkan berhasil dikondisikan dalam kegiatan ini oleh Kakak Relawan. Semua anak aktif dan terlibat dengan ekspresi riang gembira.

Saat Adzan Maghrib berkumandang, anak-anak sudah siap dengan santapan berbuka puasa bersama sengan menu sehat yang sederhana. Anak-anak berbuka puasa dalam kebersamaan yang hangat dan mendamaikan. Segala perabotan dan alat makan yang telah digunakan dicuci sendiri oleh anak-anak. Anak-anak menikmati bahwa mencuci alat makan, yang di rumah jarang dilakukan, ternyata bisa sangat menyenangkan.

Dan saat melihat anak-anak dari TK sampai SMP itu khusyuk dalam menjalankan Sholat Maghrib, rasanya hati bergetar. Anak-anak kecil yang barang kali di rumah lebih memilih bermain daripada ibadah, di Kemah Ramadhan #1 ini sedang khusyuk dalam menjalan sholat. Hadilah suasana religius kebersamaan yang dalam acara sederhana yang akan dikenang oleh anak-anak.

Suasana religius ini hadir kembali saat anak-anak melaksanakan sholat Tarawih berjamaah, sholat Tahajud, sholat Subuh berjamaah, sampai Tadarus Al-Qur’an bersama-sama. Anak-anak lupa dengan orang tuanya. Lupa dengan kebiasaan bermain lari yang sering membuat mereka meninggalkan Tarawih. Di Kemah Ramadhan #1 ini, dihadirkan suasana hati yang religius dalam kebersamaan yang mengesankan. Wajah-wajah mungil itu pun tampak bersih dalam kelelahan.

Puncak acara Kemah Ramadhan #1 yang dinanti adalah api unggun. Saat Api Unggun menyala, kelelahan dan mengantuk anak sirna. Anak-anak antusias dalam cahaya kobaran api. Anak-anak bahagia dalam keterpukauan. Dan semakin riuh saat anak-anak satu per satu menunjukkan percaya dirinya dalam pementasan potensi kreatifnya. Anak-anak TK sampai SMP menunjukkan rasa seni dan percaya dirinya. Tepuk tangan riuh bergema memecah malam. Malam yang makin larut memungkasi acara.

Pagi harinya, seusai Sholat Subuh dan Tadarus bersama, anak-anak berolah raga dan berolah pikiran. Setelah senam sehat ceria bersama, kegiatan dilanjutkan dengan bermain literasi. Anak-anak diorganisir menelusuri area Wadas Kelir dengan berbagai permainan membaca dan menulis. Anak-anak sangat menikmati, dan hasilnya adalah, setiap anak menulis satu puisi yang kemudian dibacakan dalam perpisahan.

Super kreatif dan mengesankan. Acara sederhana yang mampu menggabungkan tiga hal penting: religius, seru, dan mencerdaskan. Tidak heran, saat ditanya kesannya anak-anak Meli menjawab senang dan baru. Baru mendapatkan pengalaman hidup yang demikian. Tidur semalam ditenda bersama, sholat bersama, da nada api unggun yang asyik.

Orang tua anak yang datang pagi hari Ibu Fathur mengungkapkan tidak menyangka anaknya kuat tidur tanpa orang tua di tenda. Dan katanya semalaman tidak bisa tidur, tapi wajahnya masih tampak senang. Ini pasti acara yang menyenangkan. Tahun depan diadakan lagi acara Kemah Ramadhan ini.

Panitia yang dikoordinatori Kakak Wadas Kelir mengungkapkan rasa senang dan suksesnya acara ini. Kak Putri selaku ketua acara mengungkapkan bahwa ini acara yang melelahkan dan mengesankan. Tidak menyangka anak-anak sangat suka dan aktif dalam setiap tahap permainan dan kegiatan yang kami rancang. Pasti ini akan jadi pengelaman hidup yang tak terlupakan bagi anak-anak.

 

DIAN WAHYU SRI LESTARI

Guru Kelompok Bermain (KB) Wadas Kelir

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *