BELAJAR MERDEKA KOLABORASI KOMUNITAS GURU BELAJAR (KGB) DENGAN RELAWAN PUSTAKA WADAS KELIR

dibaca normal:3 menit

“Ini sudah bukan saatnya berkompetisi, tapi saatnya kolaborasi. Bukan saatnya untuk berlomba meraih kemenangan sendiri. Tapi, harus menang bersama dalam meraih tujuan. Harus berkolaborasi dan bersinergi,” ungkap Daru Kuswanta, Ketua Komunitas Guru Belajar (KGB) Purwokerto dalam kata pembukannya sebagai pemateri.

Dua puluhan peserta diskusi dan bedah buku (8/7) antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir. Kegiatan diisi dengan penjelasan Daru Kuswanta seputar kiprah, tujuan, dan kegiatan yang telah diselenggarakan oleh KGB. Kegiatan yang bersumber pada kekuatan untuk selalu “Merdeka Belajar” olah para pendidik dan murid, yang akan membuat pendidikan maju.

Daru Kuswanta pun menjelaskan bahwa empat tujuan yang ingin dicapai KGB adalah memajukan dunia pendidikan, porosnya bersumber pada kemerdekaan belajar, kompetensi, kolaborasi, dan karier. Melalui KGB semua pendidikan diorientasikan untuk mewujudkan keempat hal ini. Melalui merdeka dalam belajar, maka pendidik akan meningkatkan kompetensinya, sehingga mampu berkolaborasi dalam meningkatkan karier pendidik yang benar-benar mampu menciptakan ruang merdeka belajar bagi anak didiknya.

Untuk itulah, Heru Kurniawan menjelaskan bahwa dalam menciptakan kemerdekaan belajar, maka kesadaran belajar harus benar-benar tumbuh dalam diri diri kita. Kita semua setiap hari terlibat dalam kegiatan belajar, tapi pertanyaannya adalah apakah kesadaran belajar kita hadir? Kita pun sering melihat orang yang belajar, tetapi hasilnya tidak memiliki kesadaran belajar yang baik. Padahal kesadaran belajar bertanda pada kemauan untuk membaca dan mendengarkan, tidak mudah melakukan penilaian buruk, mampu mengendalikan diri dengan baik, selalu bijaksana dalam menyikapi fenomena, dan tentu saja, memiliki kesadaran cinta yang menyayangi.

Namun kenyataannya, lanjut Heru Kurniawan, kita banyak menjumpai perilaku orang belajar yang bertolak belakang. Mereka belajar di sekolah. Tapi sikapnya menunjukkan individu yang malas membaca dan mendengarkan, mudah melakukan penilaian buruk atas fenomena, individualis dan egois, ekspresif dan pemarah, serta tidak memiliki rasa sayang yang tinggi. Dan inilah yang sedang kita rasakan sekarang ini.

Untuk itu, merdeka belajar hakikatnya adalah memerdekakan kesadaran kita untuk belajar. Belajar dengan sebaik mungkin dengan penuh daya kreativitas tinggi, yang didasarkan pada penghormatan pada keberbedaan, kebebasan berpikir, keluasan pengetahuan, dan penghormatan hak-hak kemanusiaan kita. Dengan cara begini, kita akan menemukan belajar dalam makna yang sesungguhnya, demikian Daru Kuswanta menjelaskan.

Dari sinilah, buku Relawan Pustaka karya Relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) mengungkapkan pengalaman kebebasan belajar relawan dalam mencintai buku-buku. Pengalaman yang didadapat sejak kecil tentang kemerdekaan mereka membaca. Membaca yang pada gilirannya menjadika mereka individu yang merdeka dalam belajar, dan rela menjadi relawan pustaka yang memikul tugas penting dalam meliterasikan diri dan masyarakat tanpa mendapatkan imbalan, kecuali ilmu itu sendiri.

Sedangkan buku Panduan Guru Belajar 2.0 membahas berbagai persoalan dalam kegiatan belajar kita. Persoalan-persoalan yang kemudian dipecahkan oleh para guru kreatif. Guru yang mampu mengadakan berbagai metode dan pendekatan kegiatan belajar yang kreatif dan menarik, sehingga proses kegiatan belajar di sekolah selalu disukai anak-anak. Anak-anak pun tumbuh dalam kemerdekaan belajar yang seharusnya. Praktik-praktik baik dalam mengajar inilah yang kemudian disajikan dalam buku ini. Buku inspiratif yang akan membimbing para pendidik untuk memberikan kegiatan belajar yang merdeka.

 

UMI KHOMSIYATUN

Relawan Pustakan Rumah Kreatif Wadas Kelir dan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *