MAHASISWA THAILAND BELAJAR DI WADAS KELIR

dibaca normal:4 menit

Kamis, 3 Agustus 2018, 12 mahasiswa asal Pattani, Thailand Selatan datang ke Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) untuk belajar pengembangan bahasa dan sosial. Selama 10 hari ke depan, kedua belas mahasiswa ini akan tinggal di rumah warga sekitar untuk belajar seputar bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Kedua belas mahasiswa tersebut adalah pemuda-pemudi asal Pattani yang mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia. Sebanyak 8 mahasiswa mendapat beasiswa di IAIN Purwokerto dan 4 mahasiswa mendapat beasiswa di STKIP Darussalam Cilacap. Sebagian besar mahasiswa yang mendapatkan beasiswa belajar tersebut adalah mahasiswa transfer dari Jamiah Islam Syeikh Daud Al-Fathani (JISDA) dan Alumni beberapa madrasah ternama di Pattani.

Sebelumya, seminggu yang lalu, secara resmi, kedua belas mahasiswa tersebut diserahkan untuk belajar di RKWK oleh perwakilan pihak dari Pattani, Thailand Selatan, yang kala itu diwakili langsung oleh Rektor dan jajaran pejabat JISDA serta didampingi oleh pihak rektorat IAIN Purwokerto dan STKIP Darussalam Cilacap.

Kegiatan serah-terima tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi keduabelah pihak (RKWK dan Pihak Pattani) untuk menandatangani MoU, yaitu kerja sama dalam hal pembimbingan bagi mahasiswa Pattani yang belajar di Jawa Tengah.

RKWK dipercaya menjadi pihak penyelenggara program pengembangan karena tahun lalu telah sukses menggelar kegiatan serupa. Tahun 2017, 13 mahasiswa asal Pattani yang baru tiba di Indonesia mengikuti program serupa di RKWK. Kegiatan tersebut dilihat membawa dampak positif bagi para mahasiswa.

Alhamdulillah, dulu saya belajar di Wadas Kelir dulu, jadi nggak malu belajar bicara bahasa Indonesia. Sekarang udah lancar, kuliah jadi enak. Jadi kenal juga dengan dunia menulis dari kakak-kakak relawan di Rumah Kreatif Wadas Kelir,” tutur Rais, salah satu alumni kegiatan pengembangan kebahasaan dan sosial di Wadas Kelir tahun 2017.

Selama sepuluh hari ke depan, para mahasiswa akan didampingi oleh para relawan RKWK untuk belajar tentang tiga hal, yaitu kebahasaan, seni, dan kegiatan sosial. Dalam hal kebahasaan, para mahasiswa ini akan diajarkan tata bahasa Indonesia dalam berbagai ranah, terutama dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, para mahasiswa ini akan dikenalkan dengan dunia kepenulisan kreatif. Para relawan yang menangani kegiatan pengembangan lini bahasa ini adalah lulusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dan para relawan yang bukunya sudah terbit di berbagai penerbit.

Kegiatan lain adalah pengembangan seni. Dalam hal ini, para mahasiswa akan diajari macam-macam kegiatan dan produksi seperti pementasan pantomim, baca puisi, hingga membuat film. Selama 15 kali pertemuan, para mahasiswa akan didampingi oleh lini kreatif khusus seni, yaitu Tim Rumah Seni Wadas Kelir. Goal dari lini ini adalah menghelat malam puncak yang akan diisi dengan pentas seni. Kegiatan tersebut akan menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menunjukkan hasil prosesnya selama di RKWK, seperti pemutaran film karya para mahasiswa, pentas pantomim, pentas drama, pentas baca puisi, dan lain-lain.

Kegiatan lainnya, yang juga dilaksanakan adalah kegiatan sosial. Pada kegiatan ini, para mahasiswa akan diajak bertamu dan menyapa warga sekitar, caranya dengan tausiah di mushalla sekitar, mengajari anak-anak mengaji, mengunjungi rumah warga untuk wawancara tentang kebudayaan setempat, dan memasak bersama. Kegiatan tersebut diharapkan akan membuat para mahasiswa mengenal kebudayaan di Indonesia, sehingga mereka akan merasa betah selama belajar di sini.

Dituturkan oleh pihak rektorat JISDA bahwa mereka sangat bersyukur dengan adanya kegiatan pengembangan di RKWK. Selain, jelas akan membantu para mahasiswa yang sedang dalam proses menyesuaikan diri di lingkungan baru di Indonesia, juga menambah sebuah ikatan saudara.

“Kami melepas anak-anak kami dari Pattani untuk belajar di universitas di Indonesia ini. Tapi, kami sebagai orang tua tetap mempunyai rasa khawatir pada anak-anak yang jauh ini. Namun, dengan adanya RKWK ini, hati kami merasa ada ketenangan, karena kami berpesan agar menjadikan RKWK ini sebagai salah satu rumah untuk pulang. Anggap RKWK ini keluarga. Apalagi sambutan hangatnya selama ini pada kami sangatlah ramah. Saya yakin mereka betah belajar di sini,” pungkas Ust. Dr. H. Abdurrasyid Hamiyae, Rektor JISDA.

Rumah Kreatif Wadas Kelir selalu merasa terhormat  dan terharu apabila orang-orang datang  berkunjung dan belajar bersama relawan dan masyarakat di Wadas Kelir. Sebab, cita-cita RKWK adalah menjadi kampung belajar, tempat orang-orang dari seluruh dunia datang, untuk singgah, mengenal kearifan lokal, dan belajar.

Sebab, kami percaya bahwa tidak ada seorang pun yang singgah dalam hidup kami tanpa dimaksudkan Tuhan untuk mengajari sesuatu yang penting.

 

ENDAH KUSUMANINGRUM

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Relawan Pustaka Rumah Kreatif Wadas Kelir

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *