DETIK-DETIK MENDEBARKAN TBM WADAS KELIR MENJADI YANG TERBAIK GRAMEDIA READING COMMUNITY COMPETITION (GRCC)

dibaca normal:3 menit

Setelah rangkaian acara pembukaan, sambutan, dan acara lainnya, tepat pukul 16.00 WIB (28/09) pengumuman pemenang Gramedia Reading Community Competition (GRCC) 2018, di umumkan di Hall Balai Kartini Jakarta. Suara pembawa acara yang bergema lantang memenuhi ruangan yang megah itu menyentak jantung kami, Relawan Wadas Kelir, yang ikut dalam acara tersebut saya (Pak Guru), Kak Khotib, Kak Umi, Kak Cesi, dan Kak Iqbal.

Saya yakin, jantung kami berdetak dengan sama kencangnya. Tentu saja, doa kami juga sama-sama sepakat: “semoga kami menjadi yang terbaik”. Saat mata kami beradu, saya berkata, “Apapun hasilnya, inilah hasil kerja keras kita yang terbaik! Kita harus tenang dan bahagia.” Kami kemudian diam. Menantikan satu per satu pemenang disebutkan oleh pembawa acara.

Suara pembawa acara bergema, “Juara Harapan dari TBM Sakila Kerti Tegal Jawa Tengah.” Mendengar itu, kami tersenyum senang di tengah deru tepuk tangan yang bergema. Kami pun serentak berteriak, “Yes!”. Kak Khotib pun berbisik pada kami, “TBM Wadas Kelir, aman.”

“Juara Ketiga adalah TBM Kuncup Mekar Gunung Kidul Yogyakarta,” suara pembawa acara bergema kembali diiringi tepuk tangan para peserta. Kami kembali berteriak, “Yes!” dan kini giliran saya yang berkata, “kita punya harapan juara pertama. Tinggal TBM Wadas Kelir dan TBM Limbah Pustaka.” Tentu saja wajah kami berbinar senang.

“Semoga kami menjadi penenangnya,” bisik Kak Umi dengan penuh rasa harap yang tinggi. Kami kembali bersitegang menanti pengumuman juara kedua dan pertama. Mempertaruhkan mimpi perjuangan kami yang seolah melintas di benak pikiran kami.

“Sekarang, untuk juara kedua diraih oleh TBM Limbah Pustaka Purbalingga Jawa Tengah!” Mendengar pengumuman itu, wajah kami berseri bahagia. Sebab dengan demikian, secara otomatis, TBM Wadas Kelir menjadi juara pertamanya. Saya pun langsung memanjatkan puji syukur pada Tuhan Yang Maha Mengerti jerih perjuangan kami selama lima tahun membangun TBM Wadas Kelir dengan keringat dan air mata yang memeras perasaan dan pikiran.

“Kita juara satu, Pak Guru!” seru Kak Iqbal.

Saya hanya membalasnya dengan senyum senang seraya berkata, “Ini hasil kerja keras bersama kita!”

Kami tersenyum senang. Maka, suara yang berkumandang merdu pun bergema dari pembawa acara, “Dan juara pertama untuk regional Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta adalah TBM Wadas Kelir dari Purwokerto Jawa Tengah!”

Saat itu kami menyaksikan nama TBM Wadas Kelir muncul di layar panggung yang rasanya menyilaukan hati saya, disusul kemudian cahaya lampu yang berpendaran menyambut kami. Seketika saat para relawan menyadarkan saya, “Pak Guru, ayuk ke sana!” Aku tersentak kaget. Aku pun segera berlari menyusul para pemenang lainnya menuju panggung kehormatan untuk mendapatkan penghargaan.

Saat itu, sorot mataku hanya tertuju adalah keempat Relawan Wadas Kelir yang hadir pada acara ini. Hati saya berkumandang dalam kedalaman penghayatan yang jujur, “Ini bukan untuk saya. Ini untuk mereka: Relawan Wadas Kelir yang telah bekerja keras tanpa lelah. Ini untuk remaja dan anak-anak Wadas Kelir yang telah menghidupkan kegiatan membaca dan menulis. Dan ini untuk masyarakat Wadas Kelir yang dengan keringat pengabdiannya telah membangun Wadas Kelir dan lingkungan menjadi bersahabat dengan kegiatan literasi. Saya, istri, dan anak-anak saya hanya orang-orang yang menumpang saja. Ikut belajar atas kesabaran dan keikhlasan mereka!”

Maka, saat saya menerima penghargaan ini, saya menatap Relawan Wadas Kelir satu per satu yang mewakili masyarakat Wadas Kelir. Hatiku berkata lirih, “Ini penghargaan kalian. Semoga aku bisa lebih banyak belajar dari kalian!”

Aku pun turun pangung mempersembahkan penghargaan ini pada Relawan Wadas Kelir yang lebih berhak. Selanjutnya saya duduk diam mengatur nafas dan detak jantung saya. Sebabnya, saya dulu bermimpi, penghargaan ini harusnya kami peroleh setelah TBM Wadas Kelir berusia sepuluh tahun. Tapi, saat baru berusia lima tahun, kami mendapatkan penghargaan terbaik dari Gramedia dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Semoga menginspirasi kita untuk terus tekun dalam bergerak mengabdikan dan mengabadikan ilmu pengetahuan (istilah Kak Iqbal) dengan sabar dalam kelelahan dan kerja keras. TBM Wadas Kelir telah membuktikan harga kesabaran yang berbuah penghargaan terbaik ini untuk masyarakat Wadas Kelir, Karangklesem, Purwokerto Selatan, Banyumas!

 

HERU KURNIAWAN

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *