MERAYAKAN DAN MENYATUKAN KOMUNITAS DENGAN MASYARAKAT MELALUI FESTIVAL BACA PUISI MALAM INI

dibaca normal:3 menit

Kami sudah menyiapkan acara ini sejak lama. Surat undangan sudah dibagi. Manual acara telah disusun. Anak-anak, Remaja, dan Relawan telah berlatih. Komunitas Tamu telah dihubungi kesediannya untuk mengisi. Perlengkapan dan peralatan telah disiapkan. Ya, kami telah siap merayakan peringatan Hari Aksara Internasional yang sedikit terlambat dengan Festival Baca Puisi.

Ilham Nur Ramli sebagai ketua panitia menyatakan, “Nanti malam, kita rayakan Hari Aksara dengan meriah. Melalui festival baca puisi, yang akan menyatukan masyarakat dengan komunitas.”

Siang itu pun (29/09) tampak Remaja Wadas Kelir sedang bersemangat menata panggung dan perlengkapan lainnya. Saya (Ka Iqbal), yang baru saja pulang menerima penghargaan dari Gramedia untuk TBM Wadas Kelir, langsung bergabung dengan remaja. Kami pun bergabung dalam kinerja kreatif untuk menyiapkan acara nanti malam dengan penuh semangat.

Pukul 16.00 kami masih asyik menata danmenyiapkan. Semua relawan dan remaja bahu membahu bekerja keras membantu mensukseskan acara ini. Acara sederhana yang sedang kami desain sebisa mungkin memberikan kesan yang mendalam dan membahagiakan.

Tepat pukul 19.00, tamu undangan sudah berdatangan. Semuanya antusias dan disambut dengan baik. Semuanya kemudian bergabung dalam satu tempat pertunjukkan khas Wadas Kelir. Semua tamu undangan dan masyarakat bersatu dalam kehangatan merayakan pertunjukkan baca puisi.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Tokoh masyarakat wadas kelir (Pak Dayat) sekaligus memimpin doa untuk musibah Palu. Kemudian puisi pertama dibacakan oleh tiga anak kecil (Zaka, Nera dan juga Tegar). Mereka membacakan puisi yang berjudul ‘Tyrex’.

“Horeee, Zaka!” teriak salah satu penonton memberikan semangat.

Terlihat ketiga anak itu memasuki panggung dengan girang. Usia mereka kurang dari 6 tahun. Sungguh mereka terlihat hebat saat itu. Semuanya bertepuk tangan dengan keras mengimbangi suara puisi yang tampak riang itu. Ketiganya menarik nafas dan menyelesaikan puisinya dengan rasa senang. Setelah itu, secara bergiliran dengan penuh suka cita kegiatan diisi dengan pembacaan puisi.

Ada banyak tamu yang memenuhi undangan pada malam puisi. Teater Texas dari Unsoed, Teater Didik dari IAIN Purwokerto, PIAUD Studio dari IAIN Purwokerto, Penyair Banyumas, Pondok Pena An-najah, Relawan Wadas Kelir dan Warga Paket Wadas Kelir ikut serta berpartisipasi meramaikan perayaan hari aksara dan malam puisi itu.

Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama dan pengumpulan dana donasi musibah Palu yang diberikan para tamu undangan dan seluruh masyarakat Wadas Kelir yang mengikuti acara tersebut.

 

MUHAMAQ IQBAL

Relawan Pustaka Wadas Kelir

 

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *