MEDITASI-BERPIKIR: MERUMUSKAN VISI DAN TUJUAN PENCAPAIAN KOMUNITAS WADAS KELIR MELALUI PENGEMBARAAN IMAJINASI KREATIF

dibaca normal: 2 menit

Mendadak tubuh saya tidak bersahabat. Saya diserang sakit. Batuk, sakit kepala, demam, dan tubuh menggigil. Saat masuk kamar kerja, saya menatap kalender yang berdiri di meja kerja, saya tersadar, sejak tahun 2018 saya belum pernah sakit yang kategori sakit.

Dan saya dipaksa harus mengerti: barangkali inilah saatnya tubuh saya rehat dalam sakit yang harus dihormati.

Tapi, saat saya teringat acara plesiran akhir tahun (22/12/2018) bersama dengan relawan dan remaja Komuitas Wadas Kelir, mendadak saya bertambah lemas. Bukan karena sakit tubuh saya, tetapi karena konsep mimpi saya bahwa dalam acara tersebut saya harus datang. Tentu saja tidak sekedar datang, saya juga harus menyampaikan visi dan target tujuan utama Komunitas Wadas Kelir di tahun 2019.

Dan bagi saya, memeras mimpi menjadi visi dan tujuan yang akan diperjuangkan bersama di tahun 2019 harus benar-benar harga mati. Saya pun dipaksa oleh diri saya sendiri untuk bisa menemukannya. Proses menemukan yang membutuhkan pemikiran matang. Matang dalam memeras pengalaman dan pengetahuan, bahkan perasaan.

Maka, dalam kenyataan saya yang sakit, saya setiap malam memaksa diri bermeditasi. Menyatukan pikiran dan perasaan dalam sikap tidur. Menjauhkan diri dari keriuhan hidup, pekerjaan, gadget, dan sebagainya. Saya hanya ingin fokus dalam satu titik imajinasi. Sekalipun melepas semua jenis pemikiran yang saya sadari membuat saya sakit.

Saya membangun keyakinan bahwa dalam sakit, saya harus bisa menemukan gagasan yang akan dijadikan kerja keras Wadas Kelir di tahun 2019. Dan tiga bermalam menjalani hari dalam meditasi-berpikir, akhirnya saya menemukan gagasan penting dalam hidup saya.

Gagasan ini saya temukan dalam meditasi-berpikir: Pertama, imajinasiyang membawa pikiran saya untuk bertemu orang-orang hebat di sekeliling saya yang menjaga dan membantu hidup saya, lahirlah ide-gagasan saya tentang Komunitas Wadas Kelir yang berbasiskan: keluarga. Kedua, imajinasi yang menghadirkan khayalan saya memiliki orang-orang yang tak hanya sayang pada saya, tetapi mereka orang hebat: kualitas. Ketiga, imajinasi yang mengantarkan pada keadaan pertemuan saya dengan orang dekat saya yang semuanya telah mapan penuh senyum: bahagia-sejahtera.

Saya bertanya, kenapa saya memimpikan tiga hal demikian? Saat saya telusuri dalam meditasi-berpikir saya, saya menemukan kenyataan imajinasi yang dibangun dalam film Fast & Furious, yang mengangkat pejuangan Dom Toretto yang sangat mencintai keluarga (Adik-Istri-Teman), mereka adalah orang-orang hebat sesuai dengan bidang keahliannya, dan kaya-bahagia. Mereka Keluarga yang Hebat. Ini saya impikan.

Saat saya tersadar, saya harus mengakui bahwa tugas utama saya sebagai pemimpin adalah berminajinasi. Melalui imajinasi yang dikembarakan dalam meditasi-berpikir saya menemukan banyak hal, tidak terkecuali, langkah saya dalam usaha membangun Komunitas Wadas Kelir.

HERU KURNIAWAN

Founder Komunitas Wadas Kelir 

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *