Catatan Parenting #1: TIDAK PUTUS ASA

dibaca normal: 2 menit

Setiap hari kita pasti pernah mengalami berbagai permasalahan yang di lakukan oleh anak, misalnya, anak menangis, bertengkar, memaksakan diri minta dibelikan sesuatu, tidak menurut, malas sekolah dan belajar, kecanduan gadget, mendadak marah-marah, dan sebagainya. Permasalahan ini pasti terjadi berulang-ulang dalam setiap harinya.

Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua? Tidak boleh putus asa! Ini jawabannya.

Kenapa tidak boleh putus asa? Karena setiap permasalahan yang diciptakan oleh anak-anak itu adalah suatu keharusan. Tidak ada anak yang setiap harinya baik, misalnya, menurut dan pendiam terus. Jika ini terjadi, kita sebagai orang tua pasti akan kebingungan karena anaknya tidak membuat masalah. Untuk itu, anak-anak membuat masalah adalah hal yang alamiah terjadi dalam proses tumbuh-kembang anak.

Untuk itu, setiap orang tua harus meyakini bahwa ana-anak membuat masalah merupakan hal yang biasa karena melalui permasalahan anak-anak akan tumbuh menjadi dewasa.

Jadi, terima dengan baik permalasahan anak, sekalipun itu berat. Karena berat inilah, maka sikap orang tua untuk boleh tidak putus asa. Kita tidak boleh menyerah dalam menasihati, mendampingi, mengarahkan, dan melarang untuk hal yang positif saat anak-anak kita sedang bermasalah.

Sikap putus asa orang tua biasanya ditunjukkan dengan membiarkan dan tidak peduli. Saat anak melakukan kesalahan, orang tua tidak peduli dan membiarkan anak larut dalam kesalahannya. Orang tua sudah merasa percuma menasihati karena merasa tidak akan didengar dan dipatuhi nasihatnya oleh anak. Jika ini dibiarkan, maka ini akan berbahaya. Anak-anak kita akan selamanya terjebak dalam kesalahan yang disukainya.

Di sinilah, sikap tidak putus asa menjadi kunci utama dalam pendidikan anak. Kita tahu bahwa anak kita tumbuh dan berkembang dalam permasalahan. Untuk itu, dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi anak, kita tidak boleh menyerah dan putus asa. Misalnya, sikap tidak putus asa orang tua terhadap anak yang kecanduan gadget akan ditunujukkan dengan orang tua yang intensif menasihati, mengarahkan, membuat jam khusus, sampai pada marah dalam kebaikan agar anak tidak sampai kecanduan gadget.

Sikap tidak putus asa inilah yang pada akhirnya akan membuat anak-anak sadar saat nalarnya sudah muncul. Sadarnya dibuktikan oleh anak dengan mengatakan dalam dirinya, “Oh, gadget ini tidak boleh saya gunakan terus-menerus, nanti saya jadi tidak bisa belajar maksimal. Padahal, nilai- sekolahku harus bagus agar aku bisa sekolah sampai tinggi.” Anak-anak pun dengan sendirinya tidak kecanduang gadget karena sikap tidak putus asa orang tua dalam mendidik anaknya.

Untuk itulah, muara utama orang tua tidak putus asa dalam mendidik anak menghadapi berbagai persoalan anak adalah tumbuhnya kesadaran dan nalar anak. Melalui nalar dan sadar inilah, anak-anak pada gilirannya akan bisa mengatasi dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. Di sinilah kita sebagai orang tua berarti telah sukses dalam mendidik anak-anak kita karena sikap kita yang tidak putus asa dalam menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan dan permasalahan yang diciptakan dan dilakukan oleh anak-anak kita.

(Heru Kurniawan, Pengajar di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, dan Penulis Buku Parenting dan Bacaan Anak)

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *