KEHIDUPAN SEDERHANAKU UNTUK KAMPUS DAN WADAS KELIR

dibaca normal: 2 menit

Barang kali ini terlalu mengada-ada, tapi tidak ada salahnya saya berbagi. Sekadar untuk mengungkapkan apa yang saya alami setiap hari. Syukur-syukur, teranyata bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi.

Saya menyadari bahwa dua tempatku bekerja adalah adalah Kampus dan Wadas Kelir. Setiap hari dua tempat ini menyedot energi dan pikiranku. Aku pun harus ekstra menjaga tubuhku untuk bisa sehat dan kuat untuk menjalani hari-hari, yang mungkin bagi orang melelahkan, tetapi sungguh bagi saya sangat menyenangkan.

Hidup saya dimulai sejak pagi buta, setelah minum minuman favorait lemon dalam gelas air hangat, kemudian saya berdoa pada-Nya, saya segera mengisi sejam untuk menulis atau membaca. Setelah itu saya akan lari pagi selama 30-60 menit tanpa henti.

Awalnya baru lari 10 menit sudah ngos-ngosan, tetapi lama-kelamaan kuat juga sampai 30-60 menit. Dan dalam lari saya merasakan sensai perasaan yang luar biasa. Pikiran bisa melayang ke mana-mana penuh imajinasi yang banyak gagasan.

Selepas lari, saya akan menyapu jalan di area wadas kelir, kemudian mengepel halaman rumah sendiri. Saya senang menyapu dan mengepel, ingin rasanya menguji kekuatan saya menyapu dan mengepel di area stasiun. Saya pengagum berat cleaning service di stasiun. Pingin sekali-kali ikut menyapu dan mengepel di sana.

Selepas menyapu dan mengepel saya ke kampus untuk bekerja mencari rizki dan berbakti pada negara. Dalam keaadaan tubuh sudah capek lari, biasanya saya di kampus sempatkan tidur di kursi 10 -30 menit. Ini cukup memulihkan energiku yang hilang. Dan tidak lupa, makan bekal yang dibawakan istri. Rasanya seperti masa kecil dulu kerja di sawah sampai siang kemudian ibu datang bawakan nasi. Lauk apapun rasanya nikmat.

Sore hari pulang, saya segera ngantor di Gerobak Baca Wadas Kelir. DI situ saya bisa berkoordinasi dengan relawan, rapat memantau perkembangan unit, serta menulis dan membaca yang bisa saya lakukan sampai malam pukul 22.00 WIB.

Pekerjaan selesai. Saat itu saya merasakan bahagia karena terus berusaha bekerja sebaik mungkin di Kampus IAIN Purwokerto dan Rumah Kreatif Wadas Kelir. Di dua tempat ini aku menghayati bekerja.

(Heru Kurniawan, Pengajar di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto dan Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto)

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *