PESAN PARENTING DI MI MAARIF NU BAJONG PURBALINGGA: ORANG TUA JANGAN PUTUS ASA DALAM MENDIDIK DAN MENDAMPINGI ANAK-ANAK KITA YANG BERMASALAH

dibaca normal:3 menit

Di hadapan ratusan orang tua murid MI Maarif NU Bajong Purbalingga, Heru Kurniawan, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, menyampaikan materi parenting soal cara mengatasi anak-anak yang bermasalah pada Minggu, 21 Januari 2018 di Gedung Pertemuan MI Maarif NU Bajong, Purbalingga.

Di awal materi, Heru Kurniawan menyampaikan bahwa tidak ada anak yang tidak membawa persoalan bagi orang tuanya. Sebab, melalui persoalan ini anak-anak kita akan tumbuh dewasa, dan orang tua dituntut untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya.

Misalnya, anak-anak yang hidup dimanjakan televisi, maka hari-harinya akan diisi dengan menonton televisi, di sinilah orang tua harus terus memberikan pengertian dan pendidikan pada anak untuk tidak menghabiskan waktu dengan menonton televise terus.

Sebaliknya, misalnya, anak-anak yang di rumah tidak ada televiie, juga banyak persoalan yang dimunculkan, salah satunya rumah berantakan, anak-anak liar bermaian, rumah kotor, dan sebagainya. Ini juga masalah yang menuntut orang tua untuk terus memberikan pengertian pada anak-anak agar setiap kali bermain harus dibersihkan, dirapikan, dan hati-hati dalam bermain.

Dari sinilah, masalah adalah hakikat anak karena dengan masalah anak-anak kita tumbuh dan berkembang pemikiran dan kedewasaannya. Dan karena anak-anak bermasalah orang tua harus terus memberikan pendidikan dan pendampinga terbaiknya.

Untuk itu, masalah-malasah yang ditimbulkan oleh anak-anak kita harus disikapi dengan bijak, yaitu dengan tidak putus asa untuk terus mendidik dan mendampingi. Tidak putus asa berarti orang tua jangan menyerah dan pasrah atas berbagai persoalan yang dciptakan oleh anak-anak kita. Dampingi anak-anak kita, nasihati, dan arahkan terus untuk menjadi anak yang baik. Jangan menyerah sebab anak-anak membutuhkan pengulangan yang intensif, sampai kemudian menemukan momen sadarnya.

Jangan menyerah karena menyerah, misalnya dengan mengatakan, “Sudahlah, terserah kamu. Ibu menyerah mendidikmu. Selalu tidak menurut dan mengulang kesalahan yang sama!” Bahaya! Sekali orang tua menyerah, maka itu pertanda kehancuran anak. Anak-anak kita akan semakin dalam larut dalam kegiatan yang akan membuatnya buruk perkembangan karakternya. Dan jika anak buruk, ujungnya juga ke orang tua. Maka jangan menyerah menyelesaikan persoalan yang dihadapi anak adalah harga mati bagi orang tua.

Inilah hal penting yang harus dimiliki ornag tua dalam menghadapi anak-anak yang bermasalah. Jangan menyerah dan putus asa. Dengan penuh rasa sayang damping anak-anak untuk keluar dari masalah yang dihadapinya, misalnya, masalah kenakalan, kecanduan gadget, malas belajar, dan sebagainya. Terus buat aturan yang tegas untuk kebaikan anak, nasihati, dan alihkan.

Dengan usaha yang pantang menyerah ini, saya meyakini pada diglirannya anak-anak nanti akan tersadarkan. Anak-anak berani melawan sendiri atas pengaruh negatif di sekelilingnya yang selama ini membuat anak bermasalah. Saat ini terjadi, maka ini hal ini menandakan kesadaran nalar anak sudah terbangun dengan baik, dan kita orang tua sukses dalam mendidik dan mendampingi anak-anak yang bermasalah.

Peserta sangat antusias atas materi yang diberikan oleh Heru Kurniawa. Maka, saat sesi tanya jawab dibuka, puluhan orang tua mengajukan berbagai pertanyaan dan persoalan yang dihadapi anak-anaknya, mulai dari persoalan anak yang kecanduan gadget dan televise, suka menirukan aksi film, suka membolos sekolah, egois, sampai tidak memiliki kepercayaan diri.

Atas persoalan yang dihadapi para orang tua ini, Heru Kurniawan menjelaskan dengan sangat baik, yang intinya adalah dalam menghadapi segala persoalan anak-anak kita, yang menurut kita bermasalah, orang tua tidak boleh putus asa sehingga membiarkan anak larut dengan persoalannya. Didik dan dampingi terus anak-anak, nasihati terus, dan alihkan ke kegiatan yang baik. Maka, pasti suatu saat anak-anak kita akan meningkalkan segala kegiatan yang membuatnya jadi anak bermasalah.

Redaksi Wadas Kelir

KEPEMIMPINAN KREATIF YANG DIKEMBANGKAN DI RUMAH KREATIF WADAS KELIR

dibaca normal:2 menit

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Dasar, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto mengundang founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, Heru Kurniawan, dalam acara “Culture Leader”, di Gedung Benih Ikan, Tambaksogra, Selasa 16 Januari 2018.

Di hadapan 50 mahasiswa, Heru Kurniawan, sebagai pimpinan Rumah Kreatif Wadas Kelir, menyampaikan konsep kepemimpinan kreatif yang telah dipraktikannya selama lima tahun dalam memimpin anak-anak, remaja, relawan, dan masyarakat Wadas Kelir, Karangklesem, Purwokerto Selatan.

Menurut Heru Kurniawan, kepemimpinan kreatif adalah kepemimpinan yang didasari sikap rela dan ikhlas menerima orang-orang yang dipimpin dalam hidupnya, yang kemudian diikat dengan kesadaran sebagai keluarga. Dalam kesadaran keluarga ini, pemimpin bisa membangun komunikasi hati dan mimpi dalam satu visi. Visi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan untuk meningkatkan derajat orang-orang dalam keluarga.

Di sinilah, tugas utama pemimpin adalah membuat keluarga yang dipimpin menjadi mulia dan bermartabat. Dan kemuliaan keluarga ditentukan oleh kemuliaan anggota keluarganya. Untuk itu, tugas pemimpin tidak semata-mata memberikan perintah dan menjalankan sistem, tetapi yang lebih penting adalah dapat mengidentifikasi, memotivasi, dan memberikan ruang kreatif bagi yang dipimpin untuk menemukan eksistensinya dalam berprestasi sebagai inividu.

Menurut Heru Kurniawan, yang dilakukan di Rumah Kreatif Wadas Kelir itu demikian. Orang-orang yang dipimpin diidentifikasi kemampuan dan potensinya. Jika sudah ditemukan, maka orang yang dipimpin akan dimotivasi untuk terus berkreasi dan berkarya sampai menemukan hasilnya dalam bentuk prestasi dan ekistensi. Di sinilah, relawan, remaja, anak-anak, dan masyarakat senang karena melalui Rumah Kreatif Wadas Kelir pencapaian prestasi dan eksistensi bisa diwujudkan. Prestasi dan eksistensi ini yang kemudian mendatangkan materi dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi atau kesejahteraan.

Dengan cara ini, pemimpin telah berhasil menjalankan perannya dalam membangun keluarga yang anggotanya adalah orang-orang hebat yang lahir dari kepemimpinan kreatif. Pemimpin kreatif adalah pemimpin yang terus memperjuangkan dalam menghebatkan orang-orang yang dipimpin karena karya terhebat dari pemimpin adalah kehebatan orang yang dipimpin.

Dari dasar inilah, Rumah Kreatif Wadas Kelir, selama lima tahun sudah tumbuh dan berkembang dalam pola kepemimpinan yang demikian. Pola kepemimpinan yang berdasarkan pada rasa cinta keluarga, semangat berkarya dan bekerja untuk meraih prestasi dan eksistensi, serta dapat memenuhi kebutuhan ekonomi hidupnya dengan baik.

Heru Kurniawan berharap semoga model kepemimpinan yang dikembangkan Rumah Kreatif Wadas Kelir bisa menjadi model yang akan menginspirasi banyak orang, terutama para pemimpin, baik di lembaga maupun komunitas, untuk membangun dirinya sebagai pemimpin yang kreatif.

Usai menyampaikan materi di atas, tanya jawab dengan peserta berjalan menarik. Banyak mahasiswa yang bertanya lebih jauh soal materi kepemimpinan kreatif yang di kembangkan di Wadas Kelir, dan Heru Kurniawan menjawab dengan penjelasan yang menarik dan mudh dipahami.

 

Redaksi Wadas Kelir.

PARENTING KECERDASAN JAMAK ANAK DI KELOMPOK BERMAIN WADAS KELIR

dibaca normal:2 menit

Orang tua harus memahami bahwa setiap anak itu cerdas. Cerdas sesuai dengan kecerdasannya masing-masing karena kecerdasan itu jamak. Tidak tunggal seperti yang dipahami banyak orang tua, yaitu anak yang cerdas adalah anak yang nilai rapornya tinggi. Bahkan mendapatkan peringkat satu sampai tiga di kelas. Jika tidak memiliki nilai yang bagus, anak dipersepsi tidak cerdas.

Untuk itulah, kecerdasan jamak harus dikenalkan pada orang tua karena dengan mengetahui kecerdasan jamak, orang tua nantinya akan bisa mengidentifikasi kecerdasan anak-anaknya. Orang tua pun akan bisa memahami bahwa anak-anaknya cerdas. Cerdas sesuai dengan karakteristik yang telah dipahami dan diidentifikasi oleh orang tuanya sendiri.

Dalam konetks inilah, Kelompok Bermain (KB) Wadas Kelir, pada pertemuan wali murid, mengadakan kegiatan Parenting Kecerdasan Jamak Anak, yang diselenggarakan Kami, 18 Januari 2018 di halaman KB Wadas Kelir. Acara ini dihadiri empat puluh wali murid yang antusias mendengarkan dan berdiskusi dengan pemateri, Endah Kusumaningrum, S.Pd., Relawan Pustaka Wadas Kelir, mahasiswa Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Endah Kusumaningrum, S,Pd., dalam materinya menyampaikan tentang potensi kecerdasan anak yang jamak. Kecerdasan yang dimiliki setiap anak, sehingga anak-anak tidak ada yang bodoh. Setiap anak itu cerdas. Tugas orang tua dan guru itulah yang dituntut untuk bisa mengidentifikasi kecerdasan anak-anaknya. Dari sinilah, Endah Kusumaningrum, S.Pd., kemudian menjelaskan berbagai metode dalam memahami, mengidentifikasi, dan mengembangkan kecerdasan jamak anak-anak.

Menurut salah satu wali murid, Bunda Salwa, ini adalah pengetahuan baru. Saya baru tahu tentang kecerdasan jamak ini. Saya pun jadi yakin tentang kecerdasan anak saya. Anak saya punya keistimewaan kecerdasanya sendiri. Saya suka materi pareting ini. Sangat penting bagi saya dalam membuka wawasan saya untuk bisa terus meningkatkan kecerdasan anak saya.

Semua wali murid sangat antusias mengikuti materi parenting kali ini. Menurut, Dian Wahyu Sri Lestari, selaku Kepala KB Wadas Kelir, hal ini disebabkan ini termasuk materi baru yang penting diketahui orang tua. Orang tua selama ini menganggap anak yang cerdas adalah anak yang dapat nilai bagus dan peringkat bagus di sekolah. Padahal, kecerdasan tidak hanya itu. Kecerdasan itu jamak.

Dengan paham soal ini, maka Kepala KB Wadas Kelir, para orang tua lebih baik dan bijak lagi dalam menyikapi kecerdasan anak-anaknya. Orang tua tidak hanya paham dan bisa mengidentifikasi kecerdasan anak-anaknya. Akan tetapi, juga bisa mengembangkan kecerdasan anak-anaknya setelah tahu tentang metodenya dari kegiatan Parenting Kecerdasan Jamak kali ini.

Redaksi Rumah Kreatif Wadas Kelir.

 

TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) WADAS KELIR DAPAT APRESIASI MOTOR PUSTAKA DARI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

dibaca normal:2 menit

Sabtu, 13 Januari 2018, Pukul. 14,00 WIB sebuah pesan masuk ke handphone Heru Kurniawan, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir. Pesan itu dari Mba Melvie, Pengurus Forum TBM Pusat yang mengabarkan bahwa TBM Wadas Kelir terpilih untuk mendapatkan apresiasi Motor Pustaka dari Perpustakaan Nasional RI.

Menurut Heru Kurniawan, tentu saja, ini adalah apresiasi pemerintah atas dedikasi TBM Wadas Kelir yang sudah lima tahun bergerak dalam dunia literasi di masyarakat. Dedikasi dalam memberikan pelayanan dan pengembangan budaya literasi masyarakat hingga masyarakat Wadas Kelir sekarang memiliki budaya baca yang bagus. Dan budyaa membaca ini akan terus ditingkatkan.

Untuk itu, apresiasi Motor Pustaka ini akan digunakan untuk kepentingan literasi masyarakat. Motor pustaka ini milik masyarakat, yang untuk kepentingan pengembangan budaya baca semua punya hak yang sama untuk menggunakannya, papar Heru Kurniawan lebih lanjut.

Perwakilan yang kemudian datang dalam acara penyerahan Motor Pustaka di Perpustakaan Nasional di Jakarta, Rabu 17 Januari 2018, adalah Heru Kurniawan dan Risdianto Hermawan, Ketua TBM Wadas Kelir. Keduanya berangkat ke Jakarta dengan moda Kereta Api, dan sampai di Jakarta pagi hari. Keduanya pun langsung mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan panitia.

Kegiatan awal yang diikuti adalah Silaturahim Donasi Buku di Kantor Pos bersama Pimpinan Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pimpinan Kantor Pos, Pimpinan Marketing Gramedia, Asia Foundation, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan sebagainya. Dalam acara yang hikmat ini TBM Wadas Kelir mendapatkan apresiasi donasi buku-buku dari KPK dan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan.

Selepas acara ini, kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan Motor Pustaka yang dipimpinan langsung oleh Pimpinan Perpustakaan Nasional RI. Dalam sambutannya, para pimpinan Perpustakaan Nasional RI menyampaikan terima kasih atas kerja literasi para pegiat dalam mencerdaskan masyarakat melalui budaya baca. Maka diharapkan Motor Pustaka ini akan semakin menambah semangat untuk bekerja dalam meningkatkan budaya baca masyarakat.

Dengan penghargaan ini, Risdianto Hermawan mengemukakan, kerja TBM Wadas Kelir akan ditingkatkan, baik peningkatan dalam pelayanan maupun bimbingan dan pendampingan pada masyarakat agar terus mau membaca buku-buku di TBM Wadas Kelir. Dan Motor Pustaka ini akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja TBM Wadas Kelir agar selalu lebih baik lagi.

Redaksi Wadas Kelir.

IMPLEMENTASI LITERASI INTEGRITAS ANTIKORUPSI PADA ANAK-ANAK DI PAUD WADAS KELIR

dibaca normal:3 menit

Pada 11 Desember 2017, Rumah Kreatif Wadas Kelir mendapatkan kehormatan dipilih oleh Pusat Edukasi Antikorupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Pusat sebagai panglima pelaksana kegiatan pendidikan tali integritas antikorupsi KPK.

Di sini, Rumah Kreatif Wadas Kelir akan mendapatkan bantuan buku-buku dari Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. Buku-buku ini kemudian akan di kelola oleh Rumah Kreatif Wadas Kelir sebagai bahan pustaka yang akan dipinjamkan ke masyarakat serta dikelola sebagai bahan pembelajaran antikorupsi pada masyarakat.

Dengan amanat ini, Heru Kurniawan, selaku Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, segera membuat kebijakan yang bertajuk Literasi Integritas Antikorupsi. Kegiatan awal langsung diimplementasikan pada Kelompok Bermain (KB) Wadas Kelir. Dua kegiatan yang sudah dan sedang dilaksanakan selama sebulan ini adalah pembiasaan Senam Sahabat Pemberani, Ayo Berani Jujur dari KPK dan Read Aloud dengan buku-buku KPK.

Dian Wahyu Sri Lestari, selaku Kepala Sekolah KB Wadas Kelir, menjelaskan bahwa sudah sejak akhir bulan Desember 2017, saat Rumah Kreatif Wadas Kelir mendapatkan bantuan buku-buku Antikorupsi dari KPK, KB Wadas Kelir langsung menggunakan buku-buku itu sebagai bahan kegiatan membacakan buku pada anak-anak. Hampir setiap harinya 1- 5 buku dari KPK ini dibacakan ke anak-anak, dan anak-anak sangat suka. Mereka sangat mengagumi tokoh-tokoh dalam buku.

Anak-anak di KB Wadas Kelir sudah hafal dengan cerita-cerita buku-buku KPK ini. Sampai akhirnya, sekarang kami kebingungan karena buku sudah dibacakan semua. Kami, para guru pun mengulang membacakan buku yang sama, sekalipun beberapa anak protes sebab katanya sudah tahu, dan ingin cerita yang baru lagi. Namun, ternyata anak-anak tetap saja suka dengan cerita-cerita dalam buku KPK ini.

Tidak hanya itu, selain membacakan buku-buku KPK, anak-anak PAUD juga berlatih Senam Sahabat Pemberani, Ayo Berani Jujur dari KPK. Sudah sebulan lebih senam ini dipakai untuk pembiasaan kegiatan bermain dan belajar setiap hari Sabtu. Dan anak-anak antusias dengan senam ini. Selalu saja ramai dan senang jika melakukan kegiatan senam ini. Anak-anak pun sekarang sudah hafal semua gerakan senam ini.

Semoga saja Pusat Edukasi Antikorupsi segera membuat senam yang baru lagi, yang durasinya lebih panjang lagi dari ini dan lebih menarik lagi, sehingga anak-anak bisa lebih antusias dan lama melakukan gerakan-gerakan senam yang menyehatkan ini.

Di sisi lain, Dian Wahyu Sri Lestari menjelaskan bahwa atas perintah Heru Kurniawan, Guru-guru KB Wadas Kelir sekarang sedang diberi tugas mengembangkan buku-buku aktivitas antikorupsi dan integritas untuk anak-anak usia dini, sehingga anak-anak tidak saja mendapatkan materi antikorupsi dari bacaan, tetapi juga dari buku aktivitas.

Kami pun ada rencana, jika kerja sama dengan KPK kedepan berjalan dengan baik, kami ingin mencoba menawarkan konsep buku aktivitas anak usia dini yang berkonten pendidikan antikorupsi ini pada KPK. Harapan kami semoga bisa diterima untuk kemudian dicetak dan didistribusikan ke sekolah pendidikan anak usia dini se Indonesia. Jika ini terlaksana kami sangat senang, KB Wadas Kelir bisa menjadi contoh program kegiatan literasi antikorupsi pada anak-anak usia dini.

 

Redaksi Rumah Kreatif Wadas Kelir

 

 

SISWA SD N DANASRI KARANGLEWAS BELAJAR DAN BERMAIN LITERASI KREATIF DI RUMAH KREATIF WADAS KELIR

dibaca normal:3 menit

Kamis, 11 Januari 2018, waktu menunjukkan pukul 13.15 WIB. Dua mobil Angkutan Umum masuk ke area Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir. Puluhan anak-anak dari SD N Danasri Karanglewas yang masih berseragam sekolah keluar dengan ekspresi campur aduk. Antara capek, penasaran, dan lapar menyatu. Maklum, hari itu, menurut Bu Guru Suryanti, anak-anak sudah melakukan karya wisata ke Bukit Triangulasi Windujaya dan Arpusarda Purwokerto. Kini kunjungan karya wisata terakhir ke Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Turun dari Angkutan Umum anak-anak langsung ke Mushola Wadas Kelir. Mereka bersegera mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah Sholat Dhuhur. Kami sangat senang dan bangga dengan mereka. Kepatuhan dan sikap spiritual yang luar biasa. Perlu dicontoh oleh anak-anak di sekolah lainnya.

Selesai beribadah, tampak sekali wajah bercahaya anak-anak masa depan bangsa ini. Mereka menyalami kami, Relawan Pustaka Wadas Kelir, satu per satu. Anak-anak menempati tempat duduk lesehan di kelas yang sudah kami sediakan. Sambil menyantap hidangan khas Rumah Kreatif Wadas Kelir, anak-anak mengikuti upacara pembukaan yang dikemas dengan interaktif dan kreatif yang menyenangkan.

Antusias anak-anak membuat kami yakin bahwa mereka penasaran dengan Rumah Kreatif Wadas Kelir. Mereka penasaran dengan apa yang akan kami sajikan. Dan ini menambah kekuatan energi bagi kami untuk bisa memberikan kegiatan belajar yang menakjubkan hari ini.

Dan saat kegiatan belajar literasi dimulai, anak-anak penuh dengan antusias bermain literasi yang menyenangkan. Dimulai dengan bermain literasi kreatif, produktif, dan inovatif, anak-anak bergerak di halaman PBM dengan dibagi menjadi tiga pos literasi. Semuanya antusias bermain. Rasa lelah yang tadi terekspresikan di wajah mereka hilang semua. Semua anak bergembira merayakan permainan literasi khas Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Permainan dilanjutkan dengan bermain literasi read aloud dengan berbagai perlombaan penguasaan ilmu pengetahuan. Anak-anak menunjukkan superioritasnya dalam memahami bacaan dan pengetahuan yang telah dimiliki. Menyaksikan anak-anak bermain, terasa semua anak itu pintar semua. Semua berebut menjawab setiap pertanyaan dengan jawaban ilmu pengetahuan yang dikuasai. Semua bergembira merayakan ilmu pengetahuan yang menyenangkan.

Dan waktu tanpa terasa sudah menunjukkan pukul 15.15 WIB. Sebentar lagi waktu Sholat Ashar. Kegiatan pun dipungkasi, sekalipun ekspresi anak-anak menunjukkan keinginannya untuk lagi. Tapi, semuanya harus diakhiri dan ditutup. Dalam penutupan ini, Bu Guru Suryanti, menyampaikan rasa senang dan keterkejutannya. Sebab apa yang dilakukan Rumah Kreatif Wadas Kelir melebihi ekspektasinya.

“Saya kira, kedatangan di Rumah Kreatif Wadas Kelir, dengan kondisi anak-anak sudah lelah akan membuat anak-anak bosan. Tapi, teranyata sebaliknya. Mereka malah ingin bermain dan belajar di Wadas Kelir terus sebab kegiatanya luar biasa menyenangkan. Saya senang dan bangga. Terima kasih tak berhingga pada Rumah Kreatif Wadas Kelir,” Kata Bu Suryanti dalam sambutan penutupannya.

Kami sebagai Relawan Pustaka Rumah Kreatif Wadas Kelir bangga dan bahagia sebab sudah menjadi komitmen kami untuk selalu bisa memuliakan tamu yang ingin belajar. Memuliakan dengan cara bisa menyajikan pengalaman luar biasa dalam belajar yang tidak akan dilupakan anak-anak. Yang harapan kami, kelak melalui kegiatan belajar dan bermain literasi di Rumah Kreatif Wadas Kelir, akan ada anak yang berkesan dan menjadi titik sadar untuk terus menuntut ilmu hingga menjadi orang hebat, orang yang akan memimpin bangsa ini.

Terima kasih anak-anak dan para guru SD N Danasri Karanglewas yang telah menjadikan Rumah Kreatif Wadas Kelir sebagai tempat wisata belajar dan bermain literasi yang menyenangkan.

Redaksi Rumah Kreatif Wadas Kelir

 

HARI PERTAMA MASUK YANG ISTIMEWA DI PAKET B & C WADAS KELIR

dibaca normal:2 menit

Senin malam, 8 Januari 2018, saat hujan rintik-rintik, puluhan warga belajar Paket B dan C Wadas Kelir masuk ke Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir dengan antusias. Mereka akan menjalani hari pertama belajar di Paket Wadas Kelir setelah dua minggu libur semesteran.

Salam hangat berjabat tangan mewarnai malam yang mendung. Semua warga paket terlibat dalam pembicaraan hangat tentang liburan dan rasa kangen setelah lama tidak belajar besama di Paket Wadas Kelir. Kehangatan itu ditambah dengan Tutor-tutor Relawan Pustaka Wadas Kelir yang langsung berbaur warga belajar. Semua menambah kekeluargaan warga belajar Paket Wadas Kelir yang selalu ditingkatkan.

Saat jam pelajaran dimulai, semua warga Paket Wadas Kelir dan Tutor masuk ke kelas. Tidak untuk memulai pelajaran, tetapi hari pertama ini akan diisi dengan koordinasi soal kegiatan satu semester ke depan. Endah Kusumaningrum, S.Pd., selaku Wakil Kepala Paket Wadas Kelir memimpin rapat koordinasi. Dalam rapat ini semua warga belajar menyampaikan keinginan untuk kegiatan belajar satu sementer ke depan.

Selesai Rapat Koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan bermain bersama dengan permainan-permainan integritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permainan integritas dipimpin langsung oleh Titik Suciati, S.Pd., Tutor Paket Wadas Kelir, yang merupakan Guru Berprestasi dan dapat kesempatan melakukan Teacher Camp dari KPK. Seluruh warga belajar senang bermain integritas dengan permanian-permainan Integritas yang menyenangkan.

Belajar di Paket Wadas Kelir harus selalu mengesankan. Hari pertama diisi dengan ramah tamah, koordinasi, dan permainan menambah keakraban warga belajar. Umi Khomsiyatun, S.Pd, Tutor Paket Wadas Kelir, juara menulis dongeng tingkat nasional 2017, menyatakan rasa senangnya bahwa kegiatan malam ini sesuai yang diharapkan. Hari pertama harus mengesankan dan menambah keakraban dan semangat untuk terus belajar di Paket Wadas Kelir.

Kami pun meyakini bahwa untuk semester ini, Paket Wadas Kelir akan semakin baik dalam menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar. Akan semakin semangat belajarnya, dan Paket Wadas Kelir akan semakin maju dan berkembang. (Redaksi Wadas Kelir).

KIRIM TULISAN ANDA!

dibaca normal:1 menit

RUMAH KREATIF WADAS KELIR

Menerima Artikel Anda dengan syarat:

[1] Fokus tulisan soal “Buku” dan “Literasi”.

[2] Panjang Artikel 2-3 halaman.

[3] Artikel dikirimkan ke heru_1982@yahoo.com.

[4] Artikel harus mencantumkan CV penulis dengan alamat dan nomor WA.

[5] Artikel yang dimuat akan dikonfirmasi Redaksi.

[6] Artikel yang dimuat  mendapatkan reward buku.

Info lengkap hubungi WA. 081564777990

Menyambut Tahun Baru

dibaca normal:1 menit

Setelah berlibur panjang. Anak-anak PAUD Wadas Kelir bergegas untuk belajar dan bersama Bunda. Yah, terlihat wajah kegembiraan ditunjukkan anak-anak untuk menerima pembelajaran hari ini. Kali ini anak-anak bermain puzzle bersama teman lainnya. Wah, Asyik dan menyenangkan ya. Ayuk, main bersama kami di sini PAUD Wadas Kelir.