YANG SERING KAMI LAKUKAN: DUDUK MELINGKAR DAN MENYELESAIKAN PERSOALAN

Apa yang harus dilakukan? Adalah menemukan cara untuk merayakan perbedaan dan mendiskusikan perbedaan tanpa memecah belah komunitas kita.

Hillary Clinton

Sebuah ungkapan yang terkadang sering kita lupakan. Bahwa cara untuk merayakan perbedaan adalah mendiskusikannya dengan senyum hangat. Namun, terkadang kita lupa, yang sering dilakukan bukan mendiskusikannya melainkan mendahulukan ego ketimbang berdiskusi.

Dan di sini kami belajar untuk merayakan perbedaan ego kami menjadi perayaan yang hangat dan penuh makna. Hanya berkumpul, duduk melingkar, saling bercengkrama kemudian merayakan perbedaan dengan memecahkanya melalui kesepakatan mufakat.

Malam ini (10/05/2019), dua puluh lima relawan berkumpul setelah beberapa hari berkumpul bersama keluarga di rumah. Malam ini, relawan Wadas Kelir berdiskusi mengenai kegiatan amaliah Ramadhan. Agenda setiap Ramadhan yang menjadi agenda paling ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat Wadas Kelir. Tentu saja, bukan hanya warga masyarakat tetapi untuk kami, Relawan Wadas Kelir.

Selama proses berdiskusi, menyatukan berbagai pendapat diantara ke dua puluh lima Relawan Wadas Kelir tentu berbedaan pendapat itu ada. Saat inilah Relawan Wadas Kelir belajar banyak mengenai toleransi. Hingga akhirnya, dapat menghasilkan satu kesepakatan bersama selama berdiskusi.

Inilah mengapa merayakan perbedaan itu perlu. Sebab, dengan ini, kami akan semakin banyak belajar. Untuk diri pribadi, untuk kelompok, dan untuk masyarakat. Semoga, hasil perayaan perbedaan ini menjadi berkah di bulan yang penuh barokah.

Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan menjadi kegiatan selama bulan Ramadhan. Hasilnya, mencangkup pembagian jadwal kuliah tujuh menit di empat musholah disekitar Wadas Kelir, tadarus Al-quran setiap ba’da ashar dan setelah terawih, mengajar TPQ di empat musholah, Nurul Hidayah, Baitul Hidayah, As Saadah, dan Al Barokah, dan kegiatan buka bersama warga di Wadas Kelir yang dilaksanakan setiap hari Minggu.

(Umi Khomsiyatun, Relawan Wadas Kelir dan Mahasiswa S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta)

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *