KULIAH PENDEK SAYA SAAT BUKA BERSAMA KELUARGA RUMAH KREATIF WADAS KELIR

Dongeng Aladin yang sekarang sedang ramai difilmkan memberikan pelajaran penting tentang kehidupan yang memerangkap.

Setidaknya, Aladin terperangkap dalam dua kedupan yang sangat tidak diinginkannya.

Pertama, Aladin terperangkap dalam kehidupannya yang miskin, yang membuatnya menjadi seorang pencopet. Namun, dalam kemiskinan dan perbuatan copetnya, Aladin terus berbat baik pada orang lain.

Aladin membagikan hasil copetannya pada orang lain yang membutuhkan dan itu membuat Aladin sangat senang dan bahagia.

Kedua, Aladin, karena perbuatannya, tertangkap orang tidak baik dan dimasukan dalam gua untuk mengambil teko kecil ajaib.

Di dalam gua Aladin tentu saja putus asa karena merasa akan mati sebab tidak ada jalan keluar, sekalipun di gua banyak emas.

Namun, dalam keadaan putus asa, Aladin berbuat baik dengan menyelamatkan Karpet yang tertindih batu dan bekerja keras mengambil teko ajaib sekalipun nyawa taruhannya.

Karena kebaikan-kebaikan Aladin saat dalam terperangkan inilah, Aladin jadi disukai JIN dan KARPET AJAIB. Melalui keduanya Aladin bisa mendapatkan mimpinya untuk menjadi pemuda terhormat.

Aladin mendapatkan cinta dan kerajaan sekalipun bukan dari keturunan bangsawan.

Dari sinilah, kita (relawan, remaja, dan anak-anak) Wadas Kelir memiliki nasib yang serupa sama dengan Aladin. Kita terperangkap di Wadas Kelir yang membuat hidup kita: kekurangan waktu, tidak bisa bebas, banyak masalah, kehilangan waktu buat sendiri, dan dipaksa untuk berkorban.

Dalam keadaan demikian, yakinlah, kita harus sabar dengan terus berbuat baik pada orang lain seperti Aladin. Karena saya meyakini bahwa kebaikan yang kita berikan pada orang lain akan menyelematkan hidup kita.

Akan membuat kita memiliki masa depan yang bagus. Entahlah, saya meyakini ini. Dan semoga keyakinan saya tidak keliru.

Di sinilah letak perjuangan kita sebenarnya menjadi pegiat literasi yang mencoba terus berbuat baik dalam perangkap hidup yang bisa jadi tidak menyenangkan bahkan mnderitakan kita semua.

(Heru Kurniawan, Pengajar di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto dan Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto)

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *