Berbagi Berita: MEMBUKA RAHASIA DAPUR KAMI DALAM MEMPERSIAPKAN KEGIATAN “WISATA LITERASI”

Ketua Panitia Wafa Airin melaporkan keuangan 10 juta sudah masuk rekening. Artinya, 20-an peserta kegiatan Wisata Literasi sudah siap.

Hotel, Acara, Wisata, Makan, hingga Konsumsi sudah dilaporkan siap. Acara pun segera disusun dengan rapi. Ketua Panitia langsung memimpin dan mempresentasikan kegiatan dan job desk setiap relawan.

Semua sudah dalam posisi siap untuk menyambut tamu istimewa dari berbagai kota untuk Wisata Literasi di Wadas Kelir. Setelah rapat koordinasi selesai, saya pun bergabung.

Saya diminta untuk memberikan arahan dan sambutan untuk penguatan motivasi dalam menyelenggarakan kegiatan literasi.

Saya hanya menyampaikan hal sederhana saja, “Niati semuanya untuk memuliakan tamu, membangun keluarga dan persudaraan, maka lakukan semuanya dengan senang dan bahagia!”

Ya, itu saja. Sebab saya sudah sangat yakin dan percaya dengan relawan yang penuh dedikasi. Selama bertahun-tehun semua relawan ditempa dalam kekuatan dan daya tahan yang membuatku bangga.

Inilah dapur pendidikan khas Wadas Kelir. Setiap relawan akan dipaksa praktik langsung memimpin menangani berbagai kegiatan yang menuntuk relawan tampil memimpin dan menyelesaikan persoalan.

Tidak ada teori yang tinggi-tinggi. Yang kami kembangkan praktik, bekerja, dan belajar dari pengalaman untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang selalu menakjubkan.

Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

SAAT BERPISAH DENGAN MASYARAKAT WADAS KELIR

–Setiap orang punya ruang hidupnya masing-masing, dan setiap ruang hidup, pasti membutuhkan tangguung jawab untuk menjalaninya dengan sebaik mungkin–

Ini salah satu filosofi yang saya yakini. Hidup akan selalu berpindah dari satu ruang ke ruang lainnya. Dan dalan ruang tempat hidup kita, selalu ada tanggung jawab besar yang harus dijalani.

Wadas Kelir adalah salah satu ruang hidup kami. Di Wadas Kelir kami berlatih dan belajar untuk bertanggung jawab dengan sebaik mungkin. Bertanggung jawab pada diri kami sendiri dan bertanggung jawab pada orang di sekeliling kami. Kesadaran pada tanggung jawab inilah kami kemudian berbuat dan bergerak sebaik mungkin.

Dan sebenarnya, dalam ruag itu ada waktu. Waktu yang akan membuat kita dewasa, sekaligus akan memisahkan kita.

Dan saat menjelang puncak bulan puasa ini, kami harus segera meninggalkan ruang Wadas Kelir untuk masuk ke ruang keluarga yang sudah kami tinggalkan selama setahun. Ramadhan adalah saat kami harus pulang untuk masuk dalam ruang keluarga.

Maka pada Kamis (30/05) kami relawan dan saya sekeluarga berpamitan pada Warga Wadas Kelir untuk pulang ke ruang keluarga kami selama beberapa hari. Tentu saja, warga Wadas Kelir menyadari hal ini. Masyarakat pun melepas kami dalam perpisahan sederhana yang penuh dengan doa-doa keikhlasan yang kami rasakan lembutnya.

Terima kasih relawan, remaja, anak-anak, dan masyarakat Wadas Kelir. Ini saatnya kami pergi untuk masuk dalam ruang keluarga kami yang hangat. Tempat kami mendapatkan banyak energi. Energi utama untuk melangkah esok hari yang lebih baik lagi.

Selamat lebaran. Selamat dalam kasih sayang di ruang keluarga. Semoga esok saat bertemu kita akan lebih baik lagi dalam bertanggung jawab atas kehidupan kita masing-masing.

(Heru Kurniawan, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir)