*JUMAT WAKTUNYA MENGINGAT*

_Jum’at, 26 Juli 2019_

“Siapa yang berangkat tepat waktu?”

🌟
Kata Andalan dan selalu jadi penantian anak-anak yang datang lebih awal.
Dari sana mereka mendapatkan bintang tambahan.

Tak sengaja kami memakai baju hijau. Baju kebanggaan bagi kami yang pernah ikut kemah literasi. Kami memutuskan untuk berfoto bersama sebelum memulai permainan.

Ada satu kalimat clue hari ini
_”Perhatikan ucapan teman kalian!”_

Kalimat ini menjadi ide dalam permainan kali ini.

Seperti biasanya kami memulai dengan 15 menit membaca buku. Anak-anak langsung lari ke gerobak dan mengambil buku yang ingin dibacanya.


_10 menit kemudian_
“Sudah selesai membacanya?”
tanya saya.

“Sudaaaaah!” Teriak Zakka.
“Beluuuuuuum!” Teriak Nera yang terlihat konsetrasi membaca.

Sebagian yang lain ada yang sudah dan ada yang sedang sibuk menyalin karya yang dibuatnya di rumah.

Waktu selesai.
_Permainan Pertama,_
Kami mulai dengan menceritakan isi buku yang telah dibacanya.
Mereka memperhatikan temannya bercerita, namun beberapa masih ada yang sibuk bermain sendiri (Saya biarkan tanpa menegurnya).

“Siapa yang tahu tokoh yang ada dalam buku yang dibaca Malva?”

“Saya!”
“Saya!”
“Saya, Kak!”
Teriak beberapa anak.

“Kumbi, Bimo, Osyi, Tupi dan Ayi” seru Meli.

“Betul!”

Anak-anak yang memperhatikan temannya bercerita dan menjawab pertanyaan terkait cerita, mereka mendapatkan bintang 1 dari setiap jawabannya.

_Permainan kedua,_
Kami menggambar bangun datar dan membuat rumah dari bangun datar yang telah dibuat. Mereka menggambar dan menjelaskan dengan sangat filosofis.

_Permainan ketiga,_
Memilih satu ruang favorit yang ada di rumah. Mereka menceritakan satu ruangan yang menjadi ruangan yang paling disukai. Mulai dari kapan mereka selalu ada di ruangan itu, dengan siapa, untuk apa dan melakukan apa saja.

Mereka menceritakannya di dalam buku. Dan kami kembali memainkannya dengan cerita di depan teman-temannya.

Saya lihat jam di handphone. Sudah pukul 17.30 saatnya anak-anak pulang. Kak Risdi membacakan bintang dan…….

Juara hari ini
1. Malva
2. Bintang
3. Zakia

👏👏👏👏
Selamat pada semua juara hari ini.

Setelah berdoa ada sebuah percakapan penyesalan dari salah satu anak.

“Kamu si tadi ngajakin mainan! Jadi nggak tahu ceritanya”
“Kamu tadi yang gangguin duluan”

Dari sini saya memahami. Seorang anak tak perlu diberikan alasan dan sebuah teguran. Mereka akan tahu kesalahan mereka saat mereka tidak mendapatkan yang mereka inginkan.

Ayah-bunda, dari sini saya hanya ingin memberikan pemahaman pada anak bahwa…

_Ada banyak cara untuk mendapatkan sesuatu, salah satunya dengan memahami sebuah aturan permainan. Seperti hari ini, saat kita mau menjadi seorang pemenang kita harus banyak mau mendengarkan dan memperhatikan setiap perkataan teman._

Happy today.
Sampai jumpa Besok.

Jangan lupa Ayah-Bunda, tanyakan pada anak bermain apa di SEKOLAH LITERASI Hari ini.

Salam literasi

_Ka Anis_
_Pengajar Sekolah Literasi Wadas Kelir_

MENULIS KISAH INSPIRATIF

Setiap hari dan setiap peristiwa tidak akan lebas dari kegiatan. Saat kita melakukan berbagai kegiatan, maka kegiatan-kegiatan itu adalah bahan tulisan yang empuk untuk ditulis. Salah satu bentuk tulisan yang banyak disukai adalah menuliskan kegiatan-kegiatan sehari-hari kita menjadi kisah inspirasi.

Apa itu kisah inspirasi?

Sebuah kisah sederhana tentang kehidupan atau kegiatan sehari-hari yang ditulis secara naratif-faktual dengan mengeksplorasi rasa dan nilai sehingga menimbulkan dampak emosi dan motivasi-inspirasi bagi pembacanya.

Bagaimana karakteristik dan tekniknya?

Pertama, menulis kisah inspirasi adalah menulis peristiwa. Semua peristiwa bisa ditulis, tidak hanya peristwa yang kita alam saja, tetapi juga peristiwa orang lain. Akan tetapi, karena ini akan fokus pada kegiatan, maka peristiwa yang akan ditulis adalah peristiwa yang dialami oleh kita secara langsung.

Peristiwanya apa saja? Mulai dari mandi, makan, membeli makanan, jalan-jalan, dan sebagainya. Semuanya adalah peristiwa-peristiwa yang bisa diceritakan dan dieksplorasi menjadi kisah inspirasi yang menarik.

Kedua, dalam menarasikan peristiwa, kita harus berpedoman pada elaborasi rasa. Menulis kisah inspirasi bukan menulis rangkaian kegiatan, peristiwa, dan kejadian secara berkelanjutan. Menuliskan kisah inspirasi adalah menulis peristiwa dengan mengahdirkan rasa. Rasa inilah yang akan membuat suka dan merasakan lebih dalam atas peristiwa tersebut.

Misalnya, “Pagi hari aku mandi. Air sangat dingin. Aku kedinginan dan menggigil.”Dalam konteks dieksplorasi rasa-nya bisa menjadi: “Suara kokok ayam membangunkanku. Hari masih sangan dingin. Aku malas bangun, tapi jadwal kegiatan pagi ini sangat dini. Ahh! Aku pun bangun bergegas ke kamar mandi dengan langkah malas. Kucoba rasakan dinginnya air di bak mandi dengan jariku. Hmmmm! Dinginnya sampai ke hati. “Aku mandi tidak, ya?” kataku dalam hati. Ya, apapun adanya aku harus mandi. Aku ambil air dan siramkan ke kakiku. Aku tersenyum menahan geli yang sangat dingin…”

Melalui menghadirkan peristiwa yang “berasa” inilah kisah-kisah ispirasi bisa hidup dan dinikmati pembacanya dengan senang. Namun, rasa yang dihadirkan jangan terlalu berlebihan sehingga tidak mengurangi peristiwa dan tidak jadi lebay!

Ketiga, mengeksplorasi nilai. Kisah inspirasi buka cerita yang mengolah rasa dengan sedemikian rupa menjadi bahan imajinasi yang kompleks sehingga menghilangkan faktanya. Kisah ispirasi adalah peristiwa berasa yang dieksplorasi nilainya. Untuk itu, kehadiran nilai sangat penting karena yang menjadi titik tekan motivas dan inspirasi adalah pada nilai adalah keberhasilan menghadirkan nilai.

Nilai ini terkait dengan pelajaran penting yang ada dalam kisah. Pelajaran yang sederhana tentang pentingnya kebaikan, semangat, dan motivasi yang merupakan wujud atas refleksi penulis terhadap peristiwa yang dialaminya.

Dari sinilah, setelah pembaca membaca kisah inspiratif tidak hanya rasa senang yang didapat, tetapi juga nilai secara langsung untuk dirinya yang bisa diambil untuk menginspirasi dan memotivasi hidup pembacanya.

Misalnya: “Pandi pagi ini menginatkan saya pada hal penting yang selalu kuingat, ‘Jangan menyerah! Jangan takut mencoba! Taklukkan!’ Ya, setelah mandi tubuhku menjadi lebih pulih kembali setelah beraktivitas pagi sampai sore. Tubuhku pun menjadi lebih wangi. Saya tidak malu saat mendadak ditunjuk maju ke depan kelas. Aku lebih siap dan percaya diri. Aku bayangkan jika pagi tadi aku tak mandi, maka keadaan psikologiku tidak seberani ini. Terima kasih mandi pagi yang menggigil!”

Dengan kombinasi ketiga hal: peristiwa-rasa-nilai maka sebuah peristiwa bisa menjadi kisah-kisah inspiratif sederhana yang menyenangkan dan menebarkan inspirasi dan motivasi pada pembacanya.

(melalui materi ini setiap mahasiswa KKL IAIN Pontianak berhasil menyusun 10 tulisan untuk kemudian akan dibukukan)

HERU KURNIAWAN, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

PENYAMBUTAN DAN RAMAH TAMAH KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK) IAIN PONTIANAK DI IAIN PURWOKERTO YANG DITEMPATKAN DI RUMAH KREATIF WADAS KELIR

Rabu, 17 Juli 2019. Terima kasih kepada Kampus Tercinta saya, IAIN Purwokerto, yang mempercayakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa FTIK IAIN Pontianak di Rumah Kreatif Wadas Kelir.

KKL ini diikuti oleh 20 mahasiswa FTIK-IAIN Pontianak yang selama 15 hari akan belajar dan bekerja Literasi di Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Acara diawali dengan penyambutan, serah terima, dan penanda tanganan kerja sama IAIN Pontianak dengan IAIN Purwokerto yang dilaksanakan di Hall Perpustakaan IAIN Purwokerto yang dihadiri para pejabat dan mahasiswa KKL.

Setelah dari IAIN Purwokerto, malam hari, (17/07) acara dilanjutkan dengan penyambutan Rumah Kreatif Wadas Kelir atas tamu-tamu istimewa dari IAIN Pontianak. Acara disambut langsung oleh Pak Lurah, Pak RW, Pak RT, dan Tokoh-Tokoh masyarkat.

Semua menyampaikan rasa senang atas kepercayaan dan kedatangan mahasiswa IAIN Pontianak untuk belajar Literasi di Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan dan memajukan Rumah Kreatif Wadas Kelir menjadi Pusat Literasi Indonesia.

Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

MATERI SEKOLAH LITERASI #1 : INFERENSIASI INFORMASI

Anak-anak diminta untuk membaca 2-5 halaman dalam buku atau membaca satu cerita

Kemudian anak-anak diminta untuk menyimpulkan informasi atas teks yang telah dibaca?

Misalnya:

Ayu menyimpulkan informasi tentang teknologi kamera

Aisah menyimpulkan informasi tentang kuliner

Wiwi menyimpulkan informasi tentag hadia ulang tahun

Semua anak kemudian diminta untuk menyebutkan informasi yang telah ditemukan satu per satu secara bergantian.

Setelah selesai, satu per satu, anak-anak diminta untuk menuliskan informasi dari setiap teman-temanya. Ini dilakukan dalam rangka bermain melatih daya ingat anak-anak.

Ada yang lupa dan ada yang ingat, dan yang bisa menyebutkan paling banyak informasi teman-temannya dengan tepat maka dialah pemenangnya.

Setelah itu, dari semua informasi yag terkumpulkan, anak-anak digabungkan menjadi satu, dan anak-anak menyusun informasi itu menjadi satu karangan baik deskripsi maupun narasi.

Misalnya yang deskripsi:

Kemajuan teknologi kamera saat ini membuat kita bisa semakin mudah mengabadikan hobi kita. Salah satunya, bagi yang memiliki hobi kuliner, maka kegiatan kulinernya bisa terdokumentasikan dengan bagus melalui kamera. Kamera bisa digunakan untuk merekam foto dan video kegiatan kuliner kita. Foto-foto dan video kuliner yang bagus dan menarik bisa dijadikan sebagai dokumentasi spesial yang bisa kita kenang dan nikmati saat sedang berulang tahun.

Misalnya yang Narasi:

Aku baru saja dibelikan kamera baru oleh Ayah. Ayah bilang ing kamera terbaik saat ini. Aku heran apa baiknya kamera ini buatku. Kamera itu pun selalu tergeletak di meja kamarku. Aku tidak pernah menggunakannya. Aku lebih suka memilih pergi jauh untuk menikmati hobi kulinerku dengan tanpa kamera. Anehnya lagi, saat ulang tahunku tiba, Ibu kembali memberikan hadiah kamera yang lebih canggih lagi. Aku pun heran sebenarnya apa maksud Ayah dan Ibuku memberikan kamer

HAsil menulis anak-anak kemudian dibacakan secara bergantian. Waow, hasilnya menakjubkan, anak anak bisa membuat tulisan darin inferensi informasi dengan mudah dan menarik.

Silahkan dicoba!

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

Catatan Wisata Literasi Wadas Kelir #1 PENTAS SENI ALA RUMAH KREATIF WADAS KELIR PURWOKERTO

Pentas seni adalah pertunjukan yang melibatkan beberapa aksi individu atau kelompok dan berisikan empat unsur: waktu, ruang, tubuh seniman, dan hubungan seniman dengan penonton. Begitu sepertinya makna dari kedua kata tersebut jika dipersempit. Lalu bagaimana dengan pentas seni yang melibatkan bu Kanjeng dan komunitasnya?


Pentas seni bersama keluarga Rumah kreatif Wadas Kelir dalam rangka Wisata Literasi yang digelar dari tanggal 29 Juni-1 JULI 2019 jadi momen merefersh diri para peserta yang dikemas seronok oleh para pasukan RKWK (Rumah Kreatif Wadas Kelir) Alhamdulillah bu Kanjeng menikmati sekaligus jadi pelaku di acara tersebut. “Loh koq bisa?”
Acara yang dimulai pukul 20. 00 usai sholat isya dan dinner nasi kotak. Pentas ini sudah diseting sejak tadi sore. Dari 24 peserta dijadikan 4 group. Nah tidak group dengan kreativitas masing-masing, wajib tampil menghibur. Bu Kanjeng menyerahkan sepenuhnya kepada yang yunior dan yakin bisa jadi tim doa dan full aktif sesuai dengan setingan yang dibuat.


Keterbatasan waktu untuk latihan, ide muncul dikoordinasikan lewat group kecil. “Terimakasih Om WAG, sudah jadi solusi tuk komunikasi dan latihan, ” guman Bu Kanjeng.
Jelang pentas seni dadakan ide terlihat riuhnya suasana malam itu di hall hotel tempat mereka menginap. Bu Kanjeng dibuat terpesona dengan kreativitas komunitas RKWK itu.
Acara yang diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya 3 stanza itu, membuat mereka bangga hidup di Indonesia. Indonesia yang kaya raya dan mulia. Setelah itu ada pengambilan nomer undian tampil dari 4 group yang sudah siap. Bu Kanjeng masuk kelompok 1 tapi giliran tampil pada urutan 2. Menampilkan Balad KTP ketlisut yang dikemas dengan lagu, gerak dan drama.


Layaknya sebuah pentas seni yang sangat menghibur, ada yel-yel, puisi, lagu dan drama, sampai ke joged dan goyang senam bersama. Disitu bu Kanjeng menyadari pilihan untuk mengisi liburannya yang dirancang 6 bulan lalu tidak sia-sia. Semua atas Izin Allah dan pak Kanjeng. Ada nikmat sehat dan sempat untuk bergabung di acara Wisata Literasi. Sangat cocok dengan temanya “Menjalin Silahturahmi dengan Literasi.
Bu Kanjeng dapat ilmu, dapat saudara, dapat kepuasan batin yang tak tergambarkan. Bisa berbagi dan dipertemukan dengan orang-orang hebat yang punya potensi luar biasa tapi tidak sombong dan siap berbagi. Menjadi bagian dari komunitas yang punya passion sama di bidang literasi ternyata amat sangat membahagiakan.
Kembali ke pentas seni. Keluarga RKWK mempersembahkan lagu yang menceritakan keberadaan dan harapannya. Ada juga tampilan pantomim dan sulap. Putra pak Guru Heru ngga mau kalah, mereka mencuri perhatian bu Kanjeng. Anak-anak itu sudah berani tampil tidak demam panggung. Pemenang lomba dongeng tingkat nasional pun ikut menghibur dan membuat kami bernyanyi, menari dan tertawa bersama. Puncak acara ketika mereka joged bareng diiringi video dan musik berjudul Kewer-kewer. Benar-benar menyegarkan.


Ya RKWK gudangnya mahasiswa kreatif yang rela jadi relawati/wan mengabdi dan mengasah diri di universitas kehidupan sebagai bekal mereka menjadi orang yang sukses dunia akherat.
Seluruh peserta pentas seni malam ini merasa sangat terhibur dan hanyut dalam kegembiraan yang diciptakan bersama. Jadi bu Kanjeng teringat dengan pertanyaan pak guru Heru, ” Bunda semua bahagia ya? Kalau tidak bahagia, saya yang berdosa”.
Begitulah pak Guru Heru pendiri RKWK dengan tutur bahasa yang tulus menyejukkan hati peserta wisata literasi perdana yang digagas akhir tahun 2018. Berharap tahun depan diadakan lagi dan ada produk juga progres untuk pesertanya. Aamiin YRA.
Sri Sugiastuti
Pserta Wisata Literasi Wadas Kelir #1 dan Pegiat Literasi yang Selalu Ingin Berbagi