Catatan Wisata Literasi Wadas Kelir #1 PENTAS SENI ALA RUMAH KREATIF WADAS KELIR PURWOKERTO

Pentas seni adalah pertunjukan yang melibatkan beberapa aksi individu atau kelompok dan berisikan empat unsur: waktu, ruang, tubuh seniman, dan hubungan seniman dengan penonton. Begitu sepertinya makna dari kedua kata tersebut jika dipersempit. Lalu bagaimana dengan pentas seni yang melibatkan bu Kanjeng dan komunitasnya?


Pentas seni bersama keluarga Rumah kreatif Wadas Kelir dalam rangka Wisata Literasi yang digelar dari tanggal 29 Juni-1 JULI 2019 jadi momen merefersh diri para peserta yang dikemas seronok oleh para pasukan RKWK (Rumah Kreatif Wadas Kelir) Alhamdulillah bu Kanjeng menikmati sekaligus jadi pelaku di acara tersebut. “Loh koq bisa?”
Acara yang dimulai pukul 20. 00 usai sholat isya dan dinner nasi kotak. Pentas ini sudah diseting sejak tadi sore. Dari 24 peserta dijadikan 4 group. Nah tidak group dengan kreativitas masing-masing, wajib tampil menghibur. Bu Kanjeng menyerahkan sepenuhnya kepada yang yunior dan yakin bisa jadi tim doa dan full aktif sesuai dengan setingan yang dibuat.


Keterbatasan waktu untuk latihan, ide muncul dikoordinasikan lewat group kecil. “Terimakasih Om WAG, sudah jadi solusi tuk komunikasi dan latihan, ” guman Bu Kanjeng.
Jelang pentas seni dadakan ide terlihat riuhnya suasana malam itu di hall hotel tempat mereka menginap. Bu Kanjeng dibuat terpesona dengan kreativitas komunitas RKWK itu.
Acara yang diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya 3 stanza itu, membuat mereka bangga hidup di Indonesia. Indonesia yang kaya raya dan mulia. Setelah itu ada pengambilan nomer undian tampil dari 4 group yang sudah siap. Bu Kanjeng masuk kelompok 1 tapi giliran tampil pada urutan 2. Menampilkan Balad KTP ketlisut yang dikemas dengan lagu, gerak dan drama.


Layaknya sebuah pentas seni yang sangat menghibur, ada yel-yel, puisi, lagu dan drama, sampai ke joged dan goyang senam bersama. Disitu bu Kanjeng menyadari pilihan untuk mengisi liburannya yang dirancang 6 bulan lalu tidak sia-sia. Semua atas Izin Allah dan pak Kanjeng. Ada nikmat sehat dan sempat untuk bergabung di acara Wisata Literasi. Sangat cocok dengan temanya “Menjalin Silahturahmi dengan Literasi.
Bu Kanjeng dapat ilmu, dapat saudara, dapat kepuasan batin yang tak tergambarkan. Bisa berbagi dan dipertemukan dengan orang-orang hebat yang punya potensi luar biasa tapi tidak sombong dan siap berbagi. Menjadi bagian dari komunitas yang punya passion sama di bidang literasi ternyata amat sangat membahagiakan.
Kembali ke pentas seni. Keluarga RKWK mempersembahkan lagu yang menceritakan keberadaan dan harapannya. Ada juga tampilan pantomim dan sulap. Putra pak Guru Heru ngga mau kalah, mereka mencuri perhatian bu Kanjeng. Anak-anak itu sudah berani tampil tidak demam panggung. Pemenang lomba dongeng tingkat nasional pun ikut menghibur dan membuat kami bernyanyi, menari dan tertawa bersama. Puncak acara ketika mereka joged bareng diiringi video dan musik berjudul Kewer-kewer. Benar-benar menyegarkan.


Ya RKWK gudangnya mahasiswa kreatif yang rela jadi relawati/wan mengabdi dan mengasah diri di universitas kehidupan sebagai bekal mereka menjadi orang yang sukses dunia akherat.
Seluruh peserta pentas seni malam ini merasa sangat terhibur dan hanyut dalam kegembiraan yang diciptakan bersama. Jadi bu Kanjeng teringat dengan pertanyaan pak guru Heru, ” Bunda semua bahagia ya? Kalau tidak bahagia, saya yang berdosa”.
Begitulah pak Guru Heru pendiri RKWK dengan tutur bahasa yang tulus menyejukkan hati peserta wisata literasi perdana yang digagas akhir tahun 2018. Berharap tahun depan diadakan lagi dan ada produk juga progres untuk pesertanya. Aamiin YRA.
Sri Sugiastuti
Pserta Wisata Literasi Wadas Kelir #1 dan Pegiat Literasi yang Selalu Ingin Berbagi

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *