APRESIASI DAN EVALUASI KEGIATAN TPQ AL-BAROKAH

Jumat (23/08) Wadas Kelir kedatangan tamu pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Barokah. Mereka menyampaikan problematika kegiatan TPQ yang diajar oleh relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK). Problematika utamanya adalah anak-anak yang belajar mengaji menurun karena pengajar relawan yang kehadirannya tidak konsisten.

Saya langsung menyadari bahwa problem ini sumber utamanya adalah saya. Saya lupa sudah empat bulan tidak mengkontrol kegiatan ini. Saya tidak boleh beralasan dengan kesibukan sebab faktanya saya telah melalukan kelalaian yang berakibat ke motivasi anak-anak untuk mengaji menurun dan relawan barang kali tidak bersemangat.

Saat itu, saya langsung memberikan solusi bahwa ini bisa diatasi dengan: (1) pertemukan saya dengan para wali santri untuk membangun komitmen kembali; dan (2) adakan kegiata buat anak-anak yang akan membuat anak lupa dengan kesalahan saya. Dengan dua hal ini saya meyakini persoalan ini akan diatasi dengan baik.

Kami pun sepakat. Saya dan relawan RKWK dipertemukan dengan wali santri. Kami asyik berdiskusi untuk pengembangan TPQ Al-Barokah lebih maju lagi. Kami pun mendapatkan semangat dan solusi untuk mengatasi berbagai persoalan mulai dari jadwal, materi, dan kurikulum. Kami semua puas dan senang karena TPQ Al-Barokah pasti akan hidup lebih hebat lagi.

Setelah pertemuan dengan wali santri, kami juga mengadakan kegiatan evaluasi dan apresiasi pada anak-anak (01/09) dengan lomba-lomba, permainan, dan mendongeng. Anak-anak sangat suka dan ramai. Mereka merayakan kebahagiaan dengan relawan RKWK setelah sekian lama banyak yang kurang aktif dalam mengaji.

Tidak hanya anak-anak, orang tua juga terlibat antusias dalam kegiatan tersebut. Para orang tua mendukung total kegiatan ini dengan menyiapkan hadiah hingga makan siang bersama. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 – 12.00 WIB sangat seru dan meninggalkan kesan menyenangkan bagi anak-anak.

Dari situlah, ajakan “Besok semua anak-anak berangkat mengaji lagi!” langsung disambut antusias oleh anak-anak. Inilah titik awal persoalan pertama dalam kegiatan mengaji bisa diatasi. Besok anak-anak akan kembali datang belajar mengaji lagi. Dan selanjutnya, persoalan kedua akan datang mengahadang. Dan kami siap selama keharmonisan relawan pengajar, anak-anak, dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sabab, kekuatan utama dalam belajar adalah hubungan yang saling menguatkan antara guru, orang tua, dan anak-anak.

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *