Inspirasi Wadas Kelir #2: MERAYU DENGAN WISATA

Oleh : Heru Kurniawan

Apakah setelah pintu rumah dan perpustakaanku dibuka anak-anak tetangga dengan segera pinjam buku?

Tidak sama sekali.

Berkali-kali aku mengajak anak-anak untuk pinjam buku, tetapi tidak ada yang mau. Kalaupun mau hanya satu dua anak teman dekat anak saya. anak-anak lainnya tidak mau. Di situ saya merasakan putus asa pertama.

Tapi, mendadak saya mendapatkan ide. Sore itu idenya saya sampaikan ke Istri saya, “Bagaimana kalau Ayah mengajak anak-anak wisata? Siapa tahu ini bisa mendekatkan Ayah dengan anak-anak?” Istri berbinar dan menyampaikan kesetujuannya. Jumat sore saya sampaikan ke anak-anak dan tetangga bahwa saya akan adakan wisata ke Baturrden secara gratis. Anak-anak cukup berangkat dan bawa bekal jajan. Makan saya dan istri yang tanggung.

Tak disangka satu mobil angkot dengan puluhan sepeda motor orang tua ikut serta dalam acara ini. Saya sangat senang. Kami pun berangkat menuju tempat wisata. Sampai di sana kami bergembira merayakan suka cita sampai lelah. Siang hari kami makan bersama.

Di situlah saya mulai mengenal anak-anak di lingkungan sekitar rumah saya. Mereka anak-anak baik yang hebat. Saat selesai kegiatan, saya menutupnya dengan ajakan, “Kalian semua mulai pinjam buku ke perpustakaan saya, ya!” Anak-anak hanya saling pandang dengan ekspresi sama sekali tidak tertarik. Saya pun merasakan kegagalan. Istri saya menepuk pundak saya dan berbisik, “Masih ada cara lain, Ayah.” Aku pun segera bangkit untuk pulang bersama anak-anak. Tentu saja dengan membawa kekalahan yang kesekian kali.

Membutuhkan pertahanan perasaan yang kuat saat gagal mengajak anak-anak dan masyarakat untuk berliterasi. (Red)

Comments

comments

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *