Cerita Inspiratif #3 MENDEKATI DENGAN MAKAN MIE

Sore itu, hanya sekitar anak yang datang ke rumah untu pinjam buku. Saya menyambutnya dengan penuh bahagia. Selepas pinjam buku, ketiga anak itu pulang. Saya melepasnya di halaman.

Di tengah jalan ketiganya bertemu dengan teman-temannya. Mereka kemudian terlibat dlam pembicaraan yang seru. Tanpa pikir panjang, saya menghampiri mereka. Saya bergabung dan menawarkan gagasan.

“Bagaimana jika sekarang kita makan mie ayam!” usul saya.

“Beneran?” sahut salah satu anak.

“Beneran, Pak Guru yang traktir!” tambah saya.

Anak-anak bersorak sorai. Saya pun segera pergi bersama anak-anak ke bakul mie ayam yang jaraknya lumayan jauh. Kami jalan kaki bersama sepuluhan anak. Kami melangkah dengan penuh suka cita.

Beberapa tetangga kami melihat. Mereka tersenyum atas keanehan saya. Ya, saya sudah tua, tetapi masih mau bermain dengan anak-anak. Saya tidak peduli. Sebabnya, saya sedang punya misi rahasia yang diberikan negara padaku: misi untuk ikut serta dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Sampai di bakul mie ayam kami langsung memesan mie ayam. Pesanan datang dan kami langsung makan mie ayam dengan lahap. Sampai mie ayam paling enak di daerah kami ludus. Saya yakin anak-anak kenyang.

Saat itulah saya menyampaikan misi saya pada anak-anak, “Kenapa kalian semua tidak pinjam buku di perpustakaan Pak Guru…”

Anak-anak hanya merespon saling pandang. Kemudian salah satu di antara mereka berseru, “Malu masuk rumahnya Pak Guru.”

Beberapa temannya menganggukkan kepala tanda menyetujui jawaban temannya itu. Saya pun tersenyum dan berkomentar, “Biar tidak malu besok pinjam bukunya bersama-sama. Bagaimana?”

Anak-anak kembali saling pandang. Kemudian menganggukan kepala. Saya tersenyum senang. Kamudian kami segera bergegas pulang.

Sejak kejadian itu, anak-anak yang datang ke perpustakaan rumah saya semakin bertambah banyak. Paling tidak, sepuluhan anak yang saya traktir makan mie ayam itu mulai datang meminjam buku.

Harus ada komunikasi yang intensif dan menyenangkan agar anak-anak mau percaya bahwa kita sedang benar-benar berjuang untuk mereka dalam meningkatkan minat dan kebiasaan membaca buku.

Inspirasi Wadas Kelir #2: MERAYU DENGAN WISATA

Oleh : Heru Kurniawan

Apakah setelah pintu rumah dan perpustakaanku dibuka anak-anak tetangga dengan segera pinjam buku?

Tidak sama sekali.

Berkali-kali aku mengajak anak-anak untuk pinjam buku, tetapi tidak ada yang mau. Kalaupun mau hanya satu dua anak teman dekat anak saya. anak-anak lainnya tidak mau. Di situ saya merasakan putus asa pertama.

Tapi, mendadak saya mendapatkan ide. Sore itu idenya saya sampaikan ke Istri saya, “Bagaimana kalau Ayah mengajak anak-anak wisata? Siapa tahu ini bisa mendekatkan Ayah dengan anak-anak?” Istri berbinar dan menyampaikan kesetujuannya. Jumat sore saya sampaikan ke anak-anak dan tetangga bahwa saya akan adakan wisata ke Baturrden secara gratis. Anak-anak cukup berangkat dan bawa bekal jajan. Makan saya dan istri yang tanggung.

Tak disangka satu mobil angkot dengan puluhan sepeda motor orang tua ikut serta dalam acara ini. Saya sangat senang. Kami pun berangkat menuju tempat wisata. Sampai di sana kami bergembira merayakan suka cita sampai lelah. Siang hari kami makan bersama.

Di situlah saya mulai mengenal anak-anak di lingkungan sekitar rumah saya. Mereka anak-anak baik yang hebat. Saat selesai kegiatan, saya menutupnya dengan ajakan, “Kalian semua mulai pinjam buku ke perpustakaan saya, ya!” Anak-anak hanya saling pandang dengan ekspresi sama sekali tidak tertarik. Saya pun merasakan kegagalan. Istri saya menepuk pundak saya dan berbisik, “Masih ada cara lain, Ayah.” Aku pun segera bangkit untuk pulang bersama anak-anak. Tentu saja dengan membawa kekalahan yang kesekian kali.

Membutuhkan pertahanan perasaan yang kuat saat gagal mengajak anak-anak dan masyarakat untuk berliterasi. (Red)

Inspirasi dari Wadas Kelir #1: PADA AWALNYA ADALAH TEMPAT BUKU MENUMPUK

Sabtu, 02 November 2019; Pukul 18.00 WIB

Inspirasi dari Wadas Kelir
#1: PADA AWALNYA ADALAH TEMPAT BUKU MENUMPUK

Saya punya satu kamar khusus. Kamar untuk menuimpan banyak buku yang saya kumpulkan sejak sekolah dasar. Di kamar itu saya terbiasa membaca dan menulis buku.

Suatu hari, saat sedang merenung di kamar itu, mendadak saya mendapatkan ide. Bagaimana jika buku-buku yang saya miliki dipinjam oleh anak-anak sekitar saya. Saya pun membuka koleksi buku-buku anak saya. Cukup banyak saya punya buku-buku dongeng, majalah anak, dan novel-novel anak.

Anak-anak pasti suka. Tapi, apakah saya siap buku-buku yang rusak dan hilang. Saya terdiam bingung. Saya begitu sayang dengan buku-buku yang saya dapatkan dengan uang pribadi saya ini.

Tapi, jika buku ini terus menumpuk, apa manfaatnya saya memiliki banyak buku kalau hanya saya dan keluarga saya yang pintar. Saya pun menyampaikan kegundahan saya pada istri.

Istri saya berkomentar bijak, “Jika memang mau dipinjamkan, pasti lebih banyak manfaatnya. Jika rusak dan hilang, barangkali itu takdir akhir sebuah buku yang harus diterima. Tapi, rusak dan hilangnya buku milik Ayah setidaknya telah dibaca banyak orang dan memberikan banyak pengetahuan ke banyak orang. Mungkin itu lebih baik daripada buku itu bagus terus tapi yang pintar hanya Ayah.”

Aku hanya bisa terdiam. Mempertimbangkan perkataan istri yang saya sendiri mengakui kebenarannya.

Dan setelah beberapa hari merenungkan, saya pun memutuskan untuk membuka pintu rumah dan perpustakaan saya untuk anak-anak di sekitar saya. Harapannya, semoga saya menemukan dunia baru melalui hal ini. Dunia yang siapa tahu membuatku lebih bahagia.

Membangun Komunitas Literasi dimulai dari tekad untuk berkorban. Mengorbankan sesuatu yang sangat kita cinta untuk orang lain, baik dalam bentuk buku, tenaga, pikiran, bahkan materi.

Kuliah Menulis Kreatif #2 MENULIS ARTIKEL PENDIDIKAN MATEMATIKA BERSAMA MAHASISWA TADRIS MATEMATIKA IAIN PURWOKERTO

Usai menyelesaikan pekerjaan paling membahagiakan: bersih-bersih dan berkebun, saya segera bersiap-saiap untuk memuliakan tamu istimewa hari ini. Mereka adalah mahasiswa Tadris Matematika dari Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.

Saat sedang duduk santai sambil sarapan, Kak Umi datang menyampaikan informasi kalau tamu yang akan mengikuti Kuliah Menulis Kreatif #2 sudah datang. Saya pun segera bersiap-siap menyambut mereka dengan suka cita.

Saat sampai di Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir, para mahasiswa sedang mendapatkan sambutan dan pengarahan dari Kak Umi dan Kak Ilham yang mendapat tugas menyambut tamu.

Setelah sambutan selesai, saya diundang untuk segera menyampaikan materi: Menulis Artikel Pendidikan Matematika. Mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan dari pukul 09.00 -16.30 WIB.

Komentar para mahasiswa adalah tidak percaya telah mengahabiskan waktu selama berjam-jam menulis tanpa lelah dan mengantuk. Bahkan, saat mereka dihentikan sebentar untuk rehat menikmati kudapan, banyak yang berkata, “Nanti, tanggung. Kami sedang asyik berpikir dan menulis!”

Saya hanya tersenyum senang. Kuliah Menulis Kreatif telah sukses menghipnotis para mahasiswa menulis ditempat dengan senang hingga lupa waktu. Inilah tanda kuliah ini sangat mengesankan.

Ayo, bergabung ikut Kuliah Menulis Kreatif #3 dengan cara daftarkan kelompok Anda minimal 20-30 orang, maka Kuliah Menulis Kreatif akan dilaksanakan di hari Sabtu atau Minggu, mulai pukul 09.00-15.30 WIB.

Seharian itu tidak saja menulis, tetapi kita juga akan makan jajan khas Wadas Kelir bersama dan makan siang bersama dengan menu istimewa. Pasti jadi wisata komuitas dan kelas kuliah atau sekolah Anda yang mengesankan.

Hubungi:
WA. 081564777990
Heru Kurniawan

Sekolah Literasi Wadas Kelir: WAJAH MEMBACA ANAK-ANAK WADAS KELIR

Lihatlah foto-foto dilampiran tulisan ini. Pemandangan yang indah dan menakjubkan bagi saya. Bisa melihat anak-anak bahagia bermain dengan buku. Mereka bekerja keras membaca buku dengan penuh gembira dan bahagia.

Tidak hanya itu. Anak-anak ini bercengkrama dengan senang. Siap bermain dengan ssenang, tetapi sebelum bermain, anak-anak tahu kewajibannya: harus membaca buku terlebih dahulu. Setelah itu baru kemudian bermain.

Dan pemandangan ini ada di Sekolah Literasi Wadas Kelir. Sekolahnya anak-anak dalam bermain dan berliterasi. Sekolah penuh bahagia untuk anak-anak dari PAUD sampai SD. Semua berkumpul untuk membaca dan bermain.

Kegiatannya dilakukan setiap Jumat sampai Sabtu, mulai Pukul 16.00 – 17.30 WIB.

Jika sekolah literasi siap dimulai, maka anak-anak akan ramai berlarian dengan memakai seragam baju merah. Baju yang melambangkan mimpi bahagia anak-anak wadas kelir yang tinggi.

Setelah anak-anak berkumpul, maka Kakak Relawan akan mengajak anak-anak membaca buku. Usai membaca buku, anak-anak pun siap bergembira dalam bermain bersama.

Inilah usaha sederhana kami untuk menjaga anak-anak Wadas Kelir agar bisa menikmati pengalaman hidup yang sesungguhnya; bermain bersama teman dan rajin membaca.

(Red)

Tbm Wadas Kelir: MELAYANI KEBUTUHAN PUSTAKA KITA SEMUA

Setiap Sening sampai Jumat, mulai Pukul 19. 30 sampai 21.30 WIB, TBM Wadas Kelir buka memberikan pelayanan pinjam buku. Saat itulah, anak-anak, remaja, hingga orang tua datang untuk meminjam dan mengembalikan buku.

Kemudian, setelah TBM Wadas Kelir tutup, group WA. TBM Wadas Kelir akan berbunyi. Itu pertanda TBM Wadas Kelir akan memberikan informasi terkait jumlah pengunjung hari ini, siapa saja yang pinjam buku, dan siapa yang menunggak belum mengembalikan buku.

Dengan sistem informasi menggunakan group WA, TBM Wadas Kelir bermetaformsis menjadi unit pelayanan membaca yang simpel, praktis, dan dapat dinikmati pelayannya oleh masyarakat luas dengan mudah.

Hasilnya, kini setiap malam, TBM Wadas Kelir ramai dikunjungi masyarakat untuk pinjam buku. Setidaknya, sehari 20 – 50 buku dipinjam oleh masyarakat.

Inovasi TBM Wadas Kelir yang sederhana, tetapi hasilnya luar biasa. Semoga ini memberikan kemanfaatan untuk masyarakat Wadas Kelir.

(Red)

Kelompok Bermain Wadas Kelir: SEKOLAH LITERASINYA ANAK-ANAK USIA DINI

(1)

Coba saksikan! Setiap pagi anak-anak berangkat ke Kelompok Bermain (KB) Wadas Kelir dengan penuh semangat. Selain menggendong tas, anak-anak juga membawa tas kain sederhana yang bertuliskan: TAS LITERASI + NAMA SETIAP ANAK.

Setelah sampai di sekolah, anak-anak akan disambut Bunda-bunda. Kemudian anak-anak menyerahkan Tas Literasi pada Bunda. Bunda menerima dengan senang seraya bertanya, “Apakah Ayah dan Ibu sudah membacakan bukunya?”

Setiap anak akan mengatakan, “Sudah!”

“Kalau begitu, ayo, ceritakan dongengnya!’ ajak Bunda.

Kemudian anak-anak pun bercerita sesuai dengan kemampuannya. Ada yang lancar ada pulan yang terpotong-potong sambil berpikir. Tapi, setiap anak bisa bercerita dengan baik.

Selesai bercerita, Bunda langsung berkata, “Bagus! Sekarang duduk dulu sambil baca-baca buku, ya!”

Anak segera berlari ke lingkaran temang-temannya yang sudah asyik bermain dengan buku-buku yang penuh warna. Di lingkaran itu juga, Bunda-bunda lainnya membantu anak mencari buku seraya membacakan buku.

Semua anak-anak antusias penuh dengan seka cita. Mereka setiap paginya merayakan bahagia dengan buku-buku yang disukainya. Dari sinilah, kami semua memiliki harapan pada generasi bangsa di KB Wadas Kelir yang kelak akan menjadi manusia yang suka baca.

APRESIASI DAN EVALUASI KEGIATAN TPQ AL-BAROKAH

Jumat (23/08) Wadas Kelir kedatangan tamu pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Barokah. Mereka menyampaikan problematika kegiatan TPQ yang diajar oleh relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK). Problematika utamanya adalah anak-anak yang belajar mengaji menurun karena pengajar relawan yang kehadirannya tidak konsisten.

Saya langsung menyadari bahwa problem ini sumber utamanya adalah saya. Saya lupa sudah empat bulan tidak mengkontrol kegiatan ini. Saya tidak boleh beralasan dengan kesibukan sebab faktanya saya telah melalukan kelalaian yang berakibat ke motivasi anak-anak untuk mengaji menurun dan relawan barang kali tidak bersemangat.

Saat itu, saya langsung memberikan solusi bahwa ini bisa diatasi dengan: (1) pertemukan saya dengan para wali santri untuk membangun komitmen kembali; dan (2) adakan kegiata buat anak-anak yang akan membuat anak lupa dengan kesalahan saya. Dengan dua hal ini saya meyakini persoalan ini akan diatasi dengan baik.

Kami pun sepakat. Saya dan relawan RKWK dipertemukan dengan wali santri. Kami asyik berdiskusi untuk pengembangan TPQ Al-Barokah lebih maju lagi. Kami pun mendapatkan semangat dan solusi untuk mengatasi berbagai persoalan mulai dari jadwal, materi, dan kurikulum. Kami semua puas dan senang karena TPQ Al-Barokah pasti akan hidup lebih hebat lagi.

Setelah pertemuan dengan wali santri, kami juga mengadakan kegiatan evaluasi dan apresiasi pada anak-anak (01/09) dengan lomba-lomba, permainan, dan mendongeng. Anak-anak sangat suka dan ramai. Mereka merayakan kebahagiaan dengan relawan RKWK setelah sekian lama banyak yang kurang aktif dalam mengaji.

Tidak hanya anak-anak, orang tua juga terlibat antusias dalam kegiatan tersebut. Para orang tua mendukung total kegiatan ini dengan menyiapkan hadiah hingga makan siang bersama. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 – 12.00 WIB sangat seru dan meninggalkan kesan menyenangkan bagi anak-anak.

Dari situlah, ajakan “Besok semua anak-anak berangkat mengaji lagi!” langsung disambut antusias oleh anak-anak. Inilah titik awal persoalan pertama dalam kegiatan mengaji bisa diatasi. Besok anak-anak akan kembali datang belajar mengaji lagi. Dan selanjutnya, persoalan kedua akan datang mengahadang. Dan kami siap selama keharmonisan relawan pengajar, anak-anak, dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sabab, kekuatan utama dalam belajar adalah hubungan yang saling menguatkan antara guru, orang tua, dan anak-anak.

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

KEGIATAN RELAWAN WADAS KELIR DALAM SAPA KELUARGA DI GRAN HOTEL KARLITA PURWOKERTO

Minggu siang (18/08), kami Relawan Komunitas Wadas Kelir berkumpul di Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir. Kami bersama-sama meluncul ke Gran Karlita Hotel. Sampai di hatel kami disambut raman Tim Sahabat Keluarga.
Untuk pertama kalinya kami bersama-sama berkumpul bersama di hotel berbintang empat yang megah. Kami menikmati semuanya. Mulai dari Renang,Hidangan, sampai Kopi. Kami biasanya rapat kerja di wisam yang sederhana, tapi sekarang kami menikmati hotel berbintang bersama karena literasi.
Sore hari acara dimulai, kami mengikuti dengan santai dan menyenangkan. Kami sudah terbiasa hidup dalam keadaan yang penuh tantangan di masyarakat. Jadi saat ada kegiatan seperti ini rasanya seperti moment rehat yang penuh dengan ilmu.
Materi kegiatannya sangat keren. Belajar Fotogradi dan Jurnalistik. Materi Fotografi disampaikan oleh Mas Boy dan Jurnalistik disampaikan oleh Mas Gola Gong. Kami berinteraksi dengan senang dan seru.Semuanya berjalan penuh dengan kesan yang indah.
Semua terjadi karena kami adalah pegiat lapangan yang setiap hari berjibaku dengan kenyataan. Saat kegiatan seperti ini kami bahagia dan senang. Kami menikmati setiap momen untuk bersantai dan belajar dengan serius. Sampai selesai acara kami menikmati semunya, dan serasa waktunya begitu singkat.
Jujur saja kami ingin yang lebih lama lagi, tapi kami harus ingat bahwa di wadas kelir masyarakat sudah menanti kiprah kami untuk terus bekerja dan bergerak membangun literasi di masyarakat yang penuh dengan tantangan.
Semoga akan ada kembali penghargaan yang menyenangkan atas kinerja kami sebagai pegiat literasi di Komuniats Wadas Kelir.
Terima kasih SAHABAT KELUARGA BINDIKEL KEMDIKBUD
Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

APRESIASI DARI SAHABAT KELUARGA UNTUK KOMUNITAS WADAS KELIR

Pada awalnya, saya pernah bermimpi: saya ingin sekali Rumah Kreatif Wadas Kelir dikenal sampai ke Kementerian. Kami pun bekerja memperkenalkan diri ke Kementerian dengan cara bekerja mengabdi pada masyarakat dan menulis yang dalam setiap tulisan menyebut Relawan Pustaka Wadas Kelir.

Dan perlahan-lahan mimpi itu terwujud. Sebulan lalu,saya mendapatkan chat dari Mas Dhoni redaktur laman Sahabat Keluarga Bindikel Kemdikbud. Mas Dhoni mengabarkan ingin membuatkan kegiatan “Sapa Sahabat Keluarga” dengan Komunitas Wadas Kelir di Purwokerto.

Saya pun bertanya, kenapa memilih Komunitas Wadas Kelir? Dan MAs Dhoni menjawab karena Komunitas Wadas Kelir terpilih sebagai komunitas paling aktif mengirimkan tulisan-tulisan di laman Sahabat Keluarga. Saya pun langsung teringat dengan mimpi enam tahun lalu yang terwujud.

Saya kemudian menanyakan acaranya akan di mana? Mas Dhoni menjawab di Hotel Gran Karlita Purwokerto. Spontan mata saya terbelalak kaget dan bahagia. Sebabnya, Hotel Gran Karlita adalah Hotel berbintang empat tentu saja Relawa Wadas Kelir berarti akan menginap di hotel itu selama tiga hari dua malam.

Saya pun jadi teringat dengan janji pada keempat anak saya kalau suatu saat akan mengajak berlibur ke hotel itu yang ada kolam renangnya. Tapi, sudah hampir setahun belum terwujud dan sekarang akan terwujud karena kerja keras membangun wadas kelir.

Saya dan Mas Dhoni pun bekerja bersama menyiapkan semuanya untuk acara yang akan diselenggarakan pada MInggu – Selasa, 18 – 20 Agustus 2019.

Dari sinilah kita harus percaya pada mimpi yang diikuti dengan kerja bersama yang penuh dengan ketekunan.

Bagaiamanakah acaranya, nanti saya akan membuat tulisan selanjutnya.

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir