APRESIASI DAN EVALUASI KEGIATAN TPQ AL-BAROKAH

Jumat (23/08) Wadas Kelir kedatangan tamu pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Barokah. Mereka menyampaikan problematika kegiatan TPQ yang diajar oleh relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK). Problematika utamanya adalah anak-anak yang belajar mengaji menurun karena pengajar relawan yang kehadirannya tidak konsisten.

Saya langsung menyadari bahwa problem ini sumber utamanya adalah saya. Saya lupa sudah empat bulan tidak mengkontrol kegiatan ini. Saya tidak boleh beralasan dengan kesibukan sebab faktanya saya telah melalukan kelalaian yang berakibat ke motivasi anak-anak untuk mengaji menurun dan relawan barang kali tidak bersemangat.

Saat itu, saya langsung memberikan solusi bahwa ini bisa diatasi dengan: (1) pertemukan saya dengan para wali santri untuk membangun komitmen kembali; dan (2) adakan kegiata buat anak-anak yang akan membuat anak lupa dengan kesalahan saya. Dengan dua hal ini saya meyakini persoalan ini akan diatasi dengan baik.

Kami pun sepakat. Saya dan relawan RKWK dipertemukan dengan wali santri. Kami asyik berdiskusi untuk pengembangan TPQ Al-Barokah lebih maju lagi. Kami pun mendapatkan semangat dan solusi untuk mengatasi berbagai persoalan mulai dari jadwal, materi, dan kurikulum. Kami semua puas dan senang karena TPQ Al-Barokah pasti akan hidup lebih hebat lagi.

Setelah pertemuan dengan wali santri, kami juga mengadakan kegiatan evaluasi dan apresiasi pada anak-anak (01/09) dengan lomba-lomba, permainan, dan mendongeng. Anak-anak sangat suka dan ramai. Mereka merayakan kebahagiaan dengan relawan RKWK setelah sekian lama banyak yang kurang aktif dalam mengaji.

Tidak hanya anak-anak, orang tua juga terlibat antusias dalam kegiatan tersebut. Para orang tua mendukung total kegiatan ini dengan menyiapkan hadiah hingga makan siang bersama. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 – 12.00 WIB sangat seru dan meninggalkan kesan menyenangkan bagi anak-anak.

Dari situlah, ajakan “Besok semua anak-anak berangkat mengaji lagi!” langsung disambut antusias oleh anak-anak. Inilah titik awal persoalan pertama dalam kegiatan mengaji bisa diatasi. Besok anak-anak akan kembali datang belajar mengaji lagi. Dan selanjutnya, persoalan kedua akan datang mengahadang. Dan kami siap selama keharmonisan relawan pengajar, anak-anak, dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sabab, kekuatan utama dalam belajar adalah hubungan yang saling menguatkan antara guru, orang tua, dan anak-anak.

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

KEGIATAN RELAWAN WADAS KELIR DALAM SAPA KELUARGA DI GRAN HOTEL KARLITA PURWOKERTO

Minggu siang (18/08), kami Relawan Komunitas Wadas Kelir berkumpul di Pusat Belajar Masyarakat (PBM) Wadas Kelir. Kami bersama-sama meluncul ke Gran Karlita Hotel. Sampai di hatel kami disambut raman Tim Sahabat Keluarga.
Untuk pertama kalinya kami bersama-sama berkumpul bersama di hotel berbintang empat yang megah. Kami menikmati semuanya. Mulai dari Renang,Hidangan, sampai Kopi. Kami biasanya rapat kerja di wisam yang sederhana, tapi sekarang kami menikmati hotel berbintang bersama karena literasi.
Sore hari acara dimulai, kami mengikuti dengan santai dan menyenangkan. Kami sudah terbiasa hidup dalam keadaan yang penuh tantangan di masyarakat. Jadi saat ada kegiatan seperti ini rasanya seperti moment rehat yang penuh dengan ilmu.
Materi kegiatannya sangat keren. Belajar Fotogradi dan Jurnalistik. Materi Fotografi disampaikan oleh Mas Boy dan Jurnalistik disampaikan oleh Mas Gola Gong. Kami berinteraksi dengan senang dan seru.Semuanya berjalan penuh dengan kesan yang indah.
Semua terjadi karena kami adalah pegiat lapangan yang setiap hari berjibaku dengan kenyataan. Saat kegiatan seperti ini kami bahagia dan senang. Kami menikmati setiap momen untuk bersantai dan belajar dengan serius. Sampai selesai acara kami menikmati semunya, dan serasa waktunya begitu singkat.
Jujur saja kami ingin yang lebih lama lagi, tapi kami harus ingat bahwa di wadas kelir masyarakat sudah menanti kiprah kami untuk terus bekerja dan bergerak membangun literasi di masyarakat yang penuh dengan tantangan.
Semoga akan ada kembali penghargaan yang menyenangkan atas kinerja kami sebagai pegiat literasi di Komuniats Wadas Kelir.
Terima kasih SAHABAT KELUARGA BINDIKEL KEMDIKBUD
Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

APRESIASI DARI SAHABAT KELUARGA UNTUK KOMUNITAS WADAS KELIR

Pada awalnya, saya pernah bermimpi: saya ingin sekali Rumah Kreatif Wadas Kelir dikenal sampai ke Kementerian. Kami pun bekerja memperkenalkan diri ke Kementerian dengan cara bekerja mengabdi pada masyarakat dan menulis yang dalam setiap tulisan menyebut Relawan Pustaka Wadas Kelir.

Dan perlahan-lahan mimpi itu terwujud. Sebulan lalu,saya mendapatkan chat dari Mas Dhoni redaktur laman Sahabat Keluarga Bindikel Kemdikbud. Mas Dhoni mengabarkan ingin membuatkan kegiatan “Sapa Sahabat Keluarga” dengan Komunitas Wadas Kelir di Purwokerto.

Saya pun bertanya, kenapa memilih Komunitas Wadas Kelir? Dan MAs Dhoni menjawab karena Komunitas Wadas Kelir terpilih sebagai komunitas paling aktif mengirimkan tulisan-tulisan di laman Sahabat Keluarga. Saya pun langsung teringat dengan mimpi enam tahun lalu yang terwujud.

Saya kemudian menanyakan acaranya akan di mana? Mas Dhoni menjawab di Hotel Gran Karlita Purwokerto. Spontan mata saya terbelalak kaget dan bahagia. Sebabnya, Hotel Gran Karlita adalah Hotel berbintang empat tentu saja Relawa Wadas Kelir berarti akan menginap di hotel itu selama tiga hari dua malam.

Saya pun jadi teringat dengan janji pada keempat anak saya kalau suatu saat akan mengajak berlibur ke hotel itu yang ada kolam renangnya. Tapi, sudah hampir setahun belum terwujud dan sekarang akan terwujud karena kerja keras membangun wadas kelir.

Saya dan Mas Dhoni pun bekerja bersama menyiapkan semuanya untuk acara yang akan diselenggarakan pada MInggu – Selasa, 18 – 20 Agustus 2019.

Dari sinilah kita harus percaya pada mimpi yang diikuti dengan kerja bersama yang penuh dengan ketekunan.

Bagaiamanakah acaranya, nanti saya akan membuat tulisan selanjutnya.

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

MIMPI BARU SAYA: MEMBANGUN WADAS KELIR DENGAN TAMAN BUNGA YANG INDAH

Jam menunjuk Pukul 16.30 WIB. Ini waktu bahagia saya saat tidak ada kegiatan keluar kota. Inilah saat yang sudah saya manfaatkan untuk: berkebun.
Ini jam saya berkebun. Saya segera menyiapkan diri dengan berbagai peralatan. Targetnya sederhana: bisa membersihkan lingkungan Wadas Kelir dan menanam bunga baru sedikitnya satu-dua pot.
Semakin istimewa karena saat sedang berkebun, Bapak saya dari kampung ikut membantu saya. Kami pun bahu membahu berkebun sambil berbincang.
Kemudian Kak Hamid juga datang ikut berkebun, kami pun tambah seru berdiskusi dalam keadaan bergerak berkebun. Di sini saya mendapatkan sensasi berkebun sambil berdiskusi juga seru.
Saat melihat Bapak menyiram bunga, saya ingat pengalaman masa kecil dan SMA dulu yang selalu banyak menghabiskan waktu di sawah. Ya, di swah saya dan Bapak menyiram, memupuk, mencabuti rumbut, hingga memanen mulai dari tanaman bawang merah, jagung,capai, hingga padi.
Ya, saya pun paham sekarang. Saat saya bertanya dari mana saya suka berkebun? Itu semua lahir dari didikan Bapak saya yang mewajibkan anak laki-lakinya untuk bisa mengelola sawah.
Karena saya tidak punya sawah dan tinggal di kota, naluri berkebun saya terlampiaskan dengan menyapu dan menanam tanaman seadanya.
Namun dibalik semua itu, ada obsesi saya untuk mewujudkan Rumah Kreatif Wadas Kelir sebagai tempat yang indah dan nyaman dengan berbagai bunga dan tanaman yang ada di setiap rumah.
Alangkah indahnya, saat itu terwujud, saya yakin wadas kelir akan jadi kawasan wisata. Kapan itu terwujud? Entahlah, tetapi setidaknya, saya akan memulai terlebih dulu dari diri saya sendiri.
Semoga kemudian diikuti oleh tetangga-tetangga saya dan masyarakat Wadas Kelir secara luas.
Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

 

KEMITRAAN DENGAN TOKO GRAMEDIA PURWOKERTO: MENDONGENG INTERAKTIF DI DEPO PELITA BANJARNEGARA

Sudah dua kali Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) bekerja sama dengan Toko Buku Gramedia Purwokerto dalam mengisi kegiatan pameran buku murah.

Kerja sama pertama saat pameran buku di Stasiun Kereta Api Purwokerto, yang saat itu, kami Tim Rumah Kreatif Wadas Kelir mengisi acara mendongeng, sulap, dan game-game interaktif yang menyenangkan bersama pendongeng hebat Alfian Fendi Priyaji dan Ika Nurhanifah.

Keduanya mampu membuat anak-anak, tim toko buku gramedia dan penonton lainnya tertawa senang penuh bahagia.

Kerja sama kedua terjadi kemarin (09/09) saat pameran buku Toko Buku Gramedia Purwokerto di Depo Pelita Banjarnegara. Saat itu yang tampil memukau membuat semua orang bergembira adalah Kak Alfian Fendi Priyaji dan Kak Diki, remaja Wadas Kelir yang memiliki multi talenta.

Kami sangat senang dengan kerja sama ini karena meneguhkan kemitraan kami dalam bidang literasi dengan Toko Buku Gramedia Purwokerto.

Kerja sama ini akan terus berlanjut karena kami menyadari bahwa komunitas literasi yang bagus adalah komunitas literasi yang mampu membangun jejaring dengan berbagai lembaga. Melalui kemitraan dengan lembaga yang sudah kami rintis sejak tahun 2013, Rumah Kreatif Wadas Kelir terus tumbuh menjadi kemunitas yang maju dan mandiri dengan ditopang kerja sama yang harmonis dengan berbagai lembaga, termasuk Toko Buku Gramedia Purwokerto.

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

KINERJA BARU TBM WADAS KELIR YANG SEMAKIN MEMASYARAKAT

“Usul Pak Guru, bagaimana jika pengelolaan TBM Wadas Kelir diubah. Sekarang buka pukul 20.00-22.00 WIB. Dengan basis keanggotaan di group WA. Sehingga semua anggota bisa melihat aktivitas membaca temannya. Proses pinjam meminjam pun bisa dikontrol dengan baik!”

Inilah usul yang disampaikan oleh para pengelola TBM Wadas Kelir. Saya sangat senang dengan gagasan ini. Keren sekali dan simpel. Saya pun sepakat. Dan mulai bulan Juli 2019, pengelolaan TBM Wadas Kelir dilakukan dengan basis group WA.

Selama sebulan pun saya terus memantau perkembangannya. Saya tersenyum senang. Setidaknya, sejak model ini diterapkan, setiap harinya, pengunjung dan peminjam buku-buku TBM Wadas Kelir rata-rata 10 – 30 orang yang berasal dari anak-anak, remaja, relawan, dan masyarakat.

Kerja TBM Wadas Kelir setiap malam dimulai dengan woro-woro kepada anggotanya yang sudah mendaftar dengan seruan seperti ini:

Ting Tong!
TBM Wadas Kelir telah dibuka!

Selamat malam,
Selamat datang untuk pemustaka TBM Wadas Kelir. TBM sudah buka nih, ayoo kunjungi dan pinjam buku, kami siap melayani kebutuhan literasi anda!

TBM Wadas Kelir buka setiap hari Senin-Jumat pukul 20.00-21.30 WIB untuk melayani pengunjung, peminjaman dan pengembalian buku.

Yuk datang, baca dan pinjam.
Penuhi kebutuhan literasi dan tambah wawasan Anda dengan membaca koleksi buku TBM Wadas Kelir!!!

Tim TBM Wadas Kelir

Dari woro-woro ke group WA anggota TBM Wadas Kelir ini, maka satu per satu anak-anak, remaja, relawan, dan masyarakat berdatangan untuk meminjam dan mengembalikan buku secara tertib.

Kemudian setelah prosesnya selesai, Tim TBM Wadas Kelir akan melaporkan hasil rekapan pengunjungnya kepada anggota TBM Wadas Kelir melalui group:

LAPORAN TBM WADAS. KELIR
Jumat, 02 Agustus 2019

Pengunjung: 20
Peminjam: 11
Buku yang dipinjam: 16

Total buku yang dipinjam /1 juli: 270 buku

Mendapat laopran seperti ini saya sangat senang. Saya sangat bangga. Kerja relawan TBM Wadas Kelir tanpa embel-embel apapun tetap tak menyurutkan semangat untuk terus memberikan pelayanan literasi terbaik pada masyarakat. Enam tahun sudah mengelola TBM Wadas Kelir tanpa henti.

Terima kasih kepada relawan Tim TBM Wadas Kelir: Risdianto Hermawan, Titi Anisatul Laely, Ufa, Nur Hafidz, Wafa Aering, dan sebagainya.

Semoga bermanfat dan menginspirasi untuk para pegiat literasi.

Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

*JUMAT WAKTUNYA MENGINGAT*

_Jum’at, 26 Juli 2019_

“Siapa yang berangkat tepat waktu?”

🌟
Kata Andalan dan selalu jadi penantian anak-anak yang datang lebih awal.
Dari sana mereka mendapatkan bintang tambahan.

Tak sengaja kami memakai baju hijau. Baju kebanggaan bagi kami yang pernah ikut kemah literasi. Kami memutuskan untuk berfoto bersama sebelum memulai permainan.

Ada satu kalimat clue hari ini
_”Perhatikan ucapan teman kalian!”_

Kalimat ini menjadi ide dalam permainan kali ini.

Seperti biasanya kami memulai dengan 15 menit membaca buku. Anak-anak langsung lari ke gerobak dan mengambil buku yang ingin dibacanya.


_10 menit kemudian_
“Sudah selesai membacanya?”
tanya saya.

“Sudaaaaah!” Teriak Zakka.
“Beluuuuuuum!” Teriak Nera yang terlihat konsetrasi membaca.

Sebagian yang lain ada yang sudah dan ada yang sedang sibuk menyalin karya yang dibuatnya di rumah.

Waktu selesai.
_Permainan Pertama,_
Kami mulai dengan menceritakan isi buku yang telah dibacanya.
Mereka memperhatikan temannya bercerita, namun beberapa masih ada yang sibuk bermain sendiri (Saya biarkan tanpa menegurnya).

“Siapa yang tahu tokoh yang ada dalam buku yang dibaca Malva?”

“Saya!”
“Saya!”
“Saya, Kak!”
Teriak beberapa anak.

“Kumbi, Bimo, Osyi, Tupi dan Ayi” seru Meli.

“Betul!”

Anak-anak yang memperhatikan temannya bercerita dan menjawab pertanyaan terkait cerita, mereka mendapatkan bintang 1 dari setiap jawabannya.

_Permainan kedua,_
Kami menggambar bangun datar dan membuat rumah dari bangun datar yang telah dibuat. Mereka menggambar dan menjelaskan dengan sangat filosofis.

_Permainan ketiga,_
Memilih satu ruang favorit yang ada di rumah. Mereka menceritakan satu ruangan yang menjadi ruangan yang paling disukai. Mulai dari kapan mereka selalu ada di ruangan itu, dengan siapa, untuk apa dan melakukan apa saja.

Mereka menceritakannya di dalam buku. Dan kami kembali memainkannya dengan cerita di depan teman-temannya.

Saya lihat jam di handphone. Sudah pukul 17.30 saatnya anak-anak pulang. Kak Risdi membacakan bintang dan…….

Juara hari ini
1. Malva
2. Bintang
3. Zakia

👏👏👏👏
Selamat pada semua juara hari ini.

Setelah berdoa ada sebuah percakapan penyesalan dari salah satu anak.

“Kamu si tadi ngajakin mainan! Jadi nggak tahu ceritanya”
“Kamu tadi yang gangguin duluan”

Dari sini saya memahami. Seorang anak tak perlu diberikan alasan dan sebuah teguran. Mereka akan tahu kesalahan mereka saat mereka tidak mendapatkan yang mereka inginkan.

Ayah-bunda, dari sini saya hanya ingin memberikan pemahaman pada anak bahwa…

_Ada banyak cara untuk mendapatkan sesuatu, salah satunya dengan memahami sebuah aturan permainan. Seperti hari ini, saat kita mau menjadi seorang pemenang kita harus banyak mau mendengarkan dan memperhatikan setiap perkataan teman._

Happy today.
Sampai jumpa Besok.

Jangan lupa Ayah-Bunda, tanyakan pada anak bermain apa di SEKOLAH LITERASI Hari ini.

Salam literasi

_Ka Anis_
_Pengajar Sekolah Literasi Wadas Kelir_

MENULIS KISAH INSPIRATIF

Setiap hari dan setiap peristiwa tidak akan lebas dari kegiatan. Saat kita melakukan berbagai kegiatan, maka kegiatan-kegiatan itu adalah bahan tulisan yang empuk untuk ditulis. Salah satu bentuk tulisan yang banyak disukai adalah menuliskan kegiatan-kegiatan sehari-hari kita menjadi kisah inspirasi.

Apa itu kisah inspirasi?

Sebuah kisah sederhana tentang kehidupan atau kegiatan sehari-hari yang ditulis secara naratif-faktual dengan mengeksplorasi rasa dan nilai sehingga menimbulkan dampak emosi dan motivasi-inspirasi bagi pembacanya.

Bagaimana karakteristik dan tekniknya?

Pertama, menulis kisah inspirasi adalah menulis peristiwa. Semua peristiwa bisa ditulis, tidak hanya peristwa yang kita alam saja, tetapi juga peristiwa orang lain. Akan tetapi, karena ini akan fokus pada kegiatan, maka peristiwa yang akan ditulis adalah peristiwa yang dialami oleh kita secara langsung.

Peristiwanya apa saja? Mulai dari mandi, makan, membeli makanan, jalan-jalan, dan sebagainya. Semuanya adalah peristiwa-peristiwa yang bisa diceritakan dan dieksplorasi menjadi kisah inspirasi yang menarik.

Kedua, dalam menarasikan peristiwa, kita harus berpedoman pada elaborasi rasa. Menulis kisah inspirasi bukan menulis rangkaian kegiatan, peristiwa, dan kejadian secara berkelanjutan. Menuliskan kisah inspirasi adalah menulis peristiwa dengan mengahdirkan rasa. Rasa inilah yang akan membuat suka dan merasakan lebih dalam atas peristiwa tersebut.

Misalnya, “Pagi hari aku mandi. Air sangat dingin. Aku kedinginan dan menggigil.”Dalam konteks dieksplorasi rasa-nya bisa menjadi: “Suara kokok ayam membangunkanku. Hari masih sangan dingin. Aku malas bangun, tapi jadwal kegiatan pagi ini sangat dini. Ahh! Aku pun bangun bergegas ke kamar mandi dengan langkah malas. Kucoba rasakan dinginnya air di bak mandi dengan jariku. Hmmmm! Dinginnya sampai ke hati. “Aku mandi tidak, ya?” kataku dalam hati. Ya, apapun adanya aku harus mandi. Aku ambil air dan siramkan ke kakiku. Aku tersenyum menahan geli yang sangat dingin…”

Melalui menghadirkan peristiwa yang “berasa” inilah kisah-kisah ispirasi bisa hidup dan dinikmati pembacanya dengan senang. Namun, rasa yang dihadirkan jangan terlalu berlebihan sehingga tidak mengurangi peristiwa dan tidak jadi lebay!

Ketiga, mengeksplorasi nilai. Kisah inspirasi buka cerita yang mengolah rasa dengan sedemikian rupa menjadi bahan imajinasi yang kompleks sehingga menghilangkan faktanya. Kisah ispirasi adalah peristiwa berasa yang dieksplorasi nilainya. Untuk itu, kehadiran nilai sangat penting karena yang menjadi titik tekan motivas dan inspirasi adalah pada nilai adalah keberhasilan menghadirkan nilai.

Nilai ini terkait dengan pelajaran penting yang ada dalam kisah. Pelajaran yang sederhana tentang pentingnya kebaikan, semangat, dan motivasi yang merupakan wujud atas refleksi penulis terhadap peristiwa yang dialaminya.

Dari sinilah, setelah pembaca membaca kisah inspiratif tidak hanya rasa senang yang didapat, tetapi juga nilai secara langsung untuk dirinya yang bisa diambil untuk menginspirasi dan memotivasi hidup pembacanya.

Misalnya: “Pandi pagi ini menginatkan saya pada hal penting yang selalu kuingat, ‘Jangan menyerah! Jangan takut mencoba! Taklukkan!’ Ya, setelah mandi tubuhku menjadi lebih pulih kembali setelah beraktivitas pagi sampai sore. Tubuhku pun menjadi lebih wangi. Saya tidak malu saat mendadak ditunjuk maju ke depan kelas. Aku lebih siap dan percaya diri. Aku bayangkan jika pagi tadi aku tak mandi, maka keadaan psikologiku tidak seberani ini. Terima kasih mandi pagi yang menggigil!”

Dengan kombinasi ketiga hal: peristiwa-rasa-nilai maka sebuah peristiwa bisa menjadi kisah-kisah inspiratif sederhana yang menyenangkan dan menebarkan inspirasi dan motivasi pada pembacanya.

(melalui materi ini setiap mahasiswa KKL IAIN Pontianak berhasil menyusun 10 tulisan untuk kemudian akan dibukukan)

HERU KURNIAWAN, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

MATERI SEKOLAH LITERASI #1 : INFERENSIASI INFORMASI

Anak-anak diminta untuk membaca 2-5 halaman dalam buku atau membaca satu cerita

Kemudian anak-anak diminta untuk menyimpulkan informasi atas teks yang telah dibaca?

Misalnya:

Ayu menyimpulkan informasi tentang teknologi kamera

Aisah menyimpulkan informasi tentang kuliner

Wiwi menyimpulkan informasi tentag hadia ulang tahun

Semua anak kemudian diminta untuk menyebutkan informasi yang telah ditemukan satu per satu secara bergantian.

Setelah selesai, satu per satu, anak-anak diminta untuk menuliskan informasi dari setiap teman-temanya. Ini dilakukan dalam rangka bermain melatih daya ingat anak-anak.

Ada yang lupa dan ada yang ingat, dan yang bisa menyebutkan paling banyak informasi teman-temannya dengan tepat maka dialah pemenangnya.

Setelah itu, dari semua informasi yag terkumpulkan, anak-anak digabungkan menjadi satu, dan anak-anak menyusun informasi itu menjadi satu karangan baik deskripsi maupun narasi.

Misalnya yang deskripsi:

Kemajuan teknologi kamera saat ini membuat kita bisa semakin mudah mengabadikan hobi kita. Salah satunya, bagi yang memiliki hobi kuliner, maka kegiatan kulinernya bisa terdokumentasikan dengan bagus melalui kamera. Kamera bisa digunakan untuk merekam foto dan video kegiatan kuliner kita. Foto-foto dan video kuliner yang bagus dan menarik bisa dijadikan sebagai dokumentasi spesial yang bisa kita kenang dan nikmati saat sedang berulang tahun.

Misalnya yang Narasi:

Aku baru saja dibelikan kamera baru oleh Ayah. Ayah bilang ing kamera terbaik saat ini. Aku heran apa baiknya kamera ini buatku. Kamera itu pun selalu tergeletak di meja kamarku. Aku tidak pernah menggunakannya. Aku lebih suka memilih pergi jauh untuk menikmati hobi kulinerku dengan tanpa kamera. Anehnya lagi, saat ulang tahunku tiba, Ibu kembali memberikan hadiah kamera yang lebih canggih lagi. Aku pun heran sebenarnya apa maksud Ayah dan Ibuku memberikan kamer

HAsil menulis anak-anak kemudian dibacakan secara bergantian. Waow, hasilnya menakjubkan, anak anak bisa membuat tulisan darin inferensi informasi dengan mudah dan menarik.

Silahkan dicoba!

Heru Kurniawan

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

Catatan Wisata Literasi Wadas Kelir #1 PENTAS SENI ALA RUMAH KREATIF WADAS KELIR PURWOKERTO

Pentas seni adalah pertunjukan yang melibatkan beberapa aksi individu atau kelompok dan berisikan empat unsur: waktu, ruang, tubuh seniman, dan hubungan seniman dengan penonton. Begitu sepertinya makna dari kedua kata tersebut jika dipersempit. Lalu bagaimana dengan pentas seni yang melibatkan bu Kanjeng dan komunitasnya?


Pentas seni bersama keluarga Rumah kreatif Wadas Kelir dalam rangka Wisata Literasi yang digelar dari tanggal 29 Juni-1 JULI 2019 jadi momen merefersh diri para peserta yang dikemas seronok oleh para pasukan RKWK (Rumah Kreatif Wadas Kelir) Alhamdulillah bu Kanjeng menikmati sekaligus jadi pelaku di acara tersebut. “Loh koq bisa?”
Acara yang dimulai pukul 20. 00 usai sholat isya dan dinner nasi kotak. Pentas ini sudah diseting sejak tadi sore. Dari 24 peserta dijadikan 4 group. Nah tidak group dengan kreativitas masing-masing, wajib tampil menghibur. Bu Kanjeng menyerahkan sepenuhnya kepada yang yunior dan yakin bisa jadi tim doa dan full aktif sesuai dengan setingan yang dibuat.


Keterbatasan waktu untuk latihan, ide muncul dikoordinasikan lewat group kecil. “Terimakasih Om WAG, sudah jadi solusi tuk komunikasi dan latihan, ” guman Bu Kanjeng.
Jelang pentas seni dadakan ide terlihat riuhnya suasana malam itu di hall hotel tempat mereka menginap. Bu Kanjeng dibuat terpesona dengan kreativitas komunitas RKWK itu.
Acara yang diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya 3 stanza itu, membuat mereka bangga hidup di Indonesia. Indonesia yang kaya raya dan mulia. Setelah itu ada pengambilan nomer undian tampil dari 4 group yang sudah siap. Bu Kanjeng masuk kelompok 1 tapi giliran tampil pada urutan 2. Menampilkan Balad KTP ketlisut yang dikemas dengan lagu, gerak dan drama.


Layaknya sebuah pentas seni yang sangat menghibur, ada yel-yel, puisi, lagu dan drama, sampai ke joged dan goyang senam bersama. Disitu bu Kanjeng menyadari pilihan untuk mengisi liburannya yang dirancang 6 bulan lalu tidak sia-sia. Semua atas Izin Allah dan pak Kanjeng. Ada nikmat sehat dan sempat untuk bergabung di acara Wisata Literasi. Sangat cocok dengan temanya “Menjalin Silahturahmi dengan Literasi.
Bu Kanjeng dapat ilmu, dapat saudara, dapat kepuasan batin yang tak tergambarkan. Bisa berbagi dan dipertemukan dengan orang-orang hebat yang punya potensi luar biasa tapi tidak sombong dan siap berbagi. Menjadi bagian dari komunitas yang punya passion sama di bidang literasi ternyata amat sangat membahagiakan.
Kembali ke pentas seni. Keluarga RKWK mempersembahkan lagu yang menceritakan keberadaan dan harapannya. Ada juga tampilan pantomim dan sulap. Putra pak Guru Heru ngga mau kalah, mereka mencuri perhatian bu Kanjeng. Anak-anak itu sudah berani tampil tidak demam panggung. Pemenang lomba dongeng tingkat nasional pun ikut menghibur dan membuat kami bernyanyi, menari dan tertawa bersama. Puncak acara ketika mereka joged bareng diiringi video dan musik berjudul Kewer-kewer. Benar-benar menyegarkan.


Ya RKWK gudangnya mahasiswa kreatif yang rela jadi relawati/wan mengabdi dan mengasah diri di universitas kehidupan sebagai bekal mereka menjadi orang yang sukses dunia akherat.
Seluruh peserta pentas seni malam ini merasa sangat terhibur dan hanyut dalam kegembiraan yang diciptakan bersama. Jadi bu Kanjeng teringat dengan pertanyaan pak guru Heru, ” Bunda semua bahagia ya? Kalau tidak bahagia, saya yang berdosa”.
Begitulah pak Guru Heru pendiri RKWK dengan tutur bahasa yang tulus menyejukkan hati peserta wisata literasi perdana yang digagas akhir tahun 2018. Berharap tahun depan diadakan lagi dan ada produk juga progres untuk pesertanya. Aamiin YRA.
Sri Sugiastuti
Pserta Wisata Literasi Wadas Kelir #1 dan Pegiat Literasi yang Selalu Ingin Berbagi