DONGENG KREATIF DAN REKREATIF

Pada awalnya, saya sedang membaca buku dongeng dengan anak-anak. Kemudian Keila minta dibacakan dongeng. Keila sangat senang. Setelah itu, Keila tiba-tiba berseru, “Ayah, pertanyaannya mana?”
Keila minta diberikan pertanyaan tentang dongeng yang sudah saya bacakan. Saya pun segera memberikan pertanyaan-pertanyaan dari yang sederhana sampai ke yang rumit. Keila sangat senang. Jika berhasil menjawab di bilang yes! Jika tidak berhasil menjawab, dia tersenyum lucu!
Dari situlah, terbersit ide di pikiran saya, “Kenapa saya tidak membuat konten dongeng sederhana dengan pertanyaan yang disukai anak?” Saya langsung membaca buku dongeng saya Kumpulan Dongeng PAUD: Keistimewaan Binatang yang dalam setahun sudah cetak ketiga.
Saya baca satu dongeng berjudul “Semut Kecil”. Saya segera konsepkan narasinya yang enak untuk diceritakan secara lisan. Saya konsep pertanyaan-pertanyaan sederhana dengan basis creative thingking. Saya sukses membuatnya setelah sholat subuh.
Saya pun langsung merekam suara saya sendiri beberapa kali. Setelah merasa puas. Saya share hasilnya ke Istri. Istri mengatakan bagus, dan minta izin untuk jadi bahan belajar anak-anak PAUD Wadas Kelir. Ternyata anak-anak suka.
Saya pun segera menghubungi Kak Khotib (sineas kreatif dari Wadas Kelir). Kak Khotib sangat senang dan siap mengerjakannya. Saya berikan konsepnya padanya. Dan dalam beberapa jam, dengan kemampuan Kak Khotib yang mumpuni, konsep gagasan saya langsung berwujud video yang super kreatif.
Saat dibuat kuis melalu konten youtube: Rumah Kreatif Wadas Kelir dan Sekolah Menulis Wadas Kelir, video itu mendapat sambutan bagus. Beberapa teman japri dan menyatakan anak-anaknya suka.
Saya tersenyum senang. Kerja kreatif yang melelahkan terbayar sudah. Saya yakin Kak Khotib pun merasakan hal yang sama. Akhirnya, kami sepakat untuk membuat video dongeng kreatif dan interaktif yang pendek tetapi kontennya sangat bagus untuk anak-anak.

LOMBA MENULIS RESEP MASAKAN

Obrolan di suatu pagi, saya dengan tim Wadas Kelir Publisher (WKP) Wadas Kelir (Kak Hamid, Kak Anis, Kak Fifi) di Kantor Baca Wadas Kelir. Saya sampaikan, “Kerja WKP bulan Mei akan selesai, kemudian kita akan libur dan masuk kerja bulan Juni. Untuk itu, sudah sejak awal ini kita menyiapkan untuk kerja Juni. Setidaknya harus ada naskah buku yang sudah siap dikerjakan.”
Dari situlah, kemudian muncul persoalan: naskah apa yang bisa dikerjakan? Kami pun berpikir bersama untuk selesaikan persoalan ini.
Kami pun terlibat dalam kegiatan menganalis data-data. Kemudian kami merumuskan sebuah gagasan: bagaimana kalau kita buat Lomba Menulis Resep Masakan?
Dari gagasan itu kami kemudian melalukan analisis dari aspek peserta, peluang bisnis, dan marketingnya. Hasilnya, kami sangat yakin ini akan menjadi program unggulan WKP bulan Juni.
Kemudian usul pun datang dari Tim WKP, bagaimana jika dengan lomba menulis dongeng tentang lebaran. Lomba mnedongeng yang pernah dilakukan WKP sebelumnya sukses. Kami kemudian menganalisis dengan matang, dan kami pun sepakat.
Kami tersenyum senang. Inilah makna penting dari sebuah diskusi sederhana dalam memecahkan masalah. Dari diskusi ini kami sering mendapatkan ide-gagsan yang gagal setelah diwujudkan. Tapi, jug tidak sedikit pula ide-gagasam hasil diskusi bisa sukses.
Dari diskusi itulah, kami kemudian siap bekerja keras bahu membahu selesikan project ini. Dimulai dengan sosiolisasi kegiatan yang kam lakukan dengan media video dan audio.
Silahkan simak iklannya di youtube (Wadas Kelir Channel)!
Jika ingin mengikuti Loma Menulis Resep masakan bisa menghubungi saya WA. 081564777990

KEGIATAN KREATIF SETIAP MINGGU SEKOLAH MENULIS WADAS KELIR

Saat kami sepakat mendirikan dan mengembangkan Sekolah Menulis Wadas Kelir (SMWK), maka satu hal yang tidak bisa kami abaikan adalah membuat kegiatan-kegiatan kreatif kontinu dalam seminggu yang bisa mengkondisikan anggota untuk belajar dan praktik menulis.
Setelah berdiskusi panjang, untuk bulan pertama dan kedua (April-Mei 2020), kami menyelenggarakan kegiatan rutin setiap minggu yang sangat kreatif:
KELAS BELAJAR MENULIS
Kelas belajar menulis dilaksanakan setiap hari Kamis-Minggu. Kelas ini sudah sampai angkatan #7 dan setiap diselenggarakan selalu penuh 20-30 peserta yang sangat antusias. Kelas ini membekali materi menulis yang berorientasikan pengiriman hasil belajar kelas ke penerbit. Melalui kelas ini, sekarang anggota SMWK berjumlah 130 orang dalam sebulan.
Q AND A
Diselenggarakan setiap Senin-Kamis. Setiap harinya menyajikan tulisan yang berisi jawaban atas berbagai pertanyaan dari peserta tentang kepenulisan. Setiap peserta Sekolah Menulis Wadas Kelir diberi kesempatan untuk bertanya jika mengalami persoalan dalam menulis atau ingin tahu lebih jauh tentang duni kepenulisan. Pertanyaan dan jawabannya disajikan dalan Q and A ini. Ternyata anggota sangat senang karena banyak hal-hal dan informasi dan pengetahuan baru yang diperoleh dari kegiatan Q and A ini.
REVIEW LITERASI TERPILIH
Berisi kegiatan menyajikan satu tulisan karya anggota terbaik. Tulisan yang akan diulas dan diberikan ruang bagi penulisnya untuk bercerita proses kreatifnya. Kegiatan ini semacam peer learning, anggota akan belajar pada anggotanya. Sangat menyenangkan karena tulisan-tulisan terbaik bisa dipelajari bersama.
GIVE AWAY
Suatu kekgiatan mengisi liburan dengan menebak pertanyaan-pertanyaan kreatif melalui ig_sekolahmenuliswadaskelir. Untuk jawaban terbaik akan diberikan hadiah buat peserta. Sangat menyenangkan dan terus mendapat perhatian banyak anggota dan masyarakat luas untuk mengikutinya.
POSTER DAN VIDEO
Menyajikan poster-poster capaian prestasi anggota dan video anggota, baik dalam profil maupun lainnya. Membuat anggota Sekolah Menulis Wadas Kelir senang dan terhibur.
Melalui lima kegiatan inilah, Sekolah Menulis Wadas Kelir bertumpu dalam membuat kegiatan belajar yang menarik dan menyenangkan. Serta, menjadi ajang untuk terus membangun komunikasi Tim Kreatif dengan anggota-anggotanya dengan baik dan menyenangkan. Dengan model demikian, selama dua bulan kami bergerak, menunjukkan tren kepuasan anggota dalam belajar di Sekolah Menulis Wadas Kelir dan jumlah peserta baru terus berdatangan.
Inilah Sekolah terbaik untuk teman-teman yang memang punya hobi menulis. Di sini akan bertemu teman-teman se Indonesia yang senang dengan dunia tulis menulis. Tidak ada hal-hal yang berat disini selain belajar penuh suka cita merayakan filosofi kami: menulis untuk menyempunakan kebahagiaan kita!
Siapa berani mencoba, silahkan bergabung!

WADAS KELIR PUBLISHER SUKSES TERBITKAN 8 BUKU BULAN INI

Suatu pagi, saya duduk bersama Tim Wadas Kelir Publisher (WKP) sebagai unit penerbitan Rumah Kreatif Wadas Kelir. Saya sampaikan bahwa WKP harus punya kinerja yang terprogram jelas dengan target yang harus dikejar dan dipenuhi. Ini berat. Tapi begitulah mekanisme berusaha dalam membangun suatu usaha yang terlembagakan. Jika tidak, maka perlahan-lahan kita akan punah.
Yang saya impikan kemudian dari WKP adalah seminggu bisa bekerja keras menerbitkan dua buku minimal. Ini berat, tetapi pasti bisa. Ide-ide kreatif harus kita keluarkan. Kerja efektif harus diraih. Inilah kuncinya. Kalian (Kak Hamid, Kak Anis, Kak Fifi, Kak Ali, Kak Rafli) adalah tim yang kompak anak muda yang hebat dan kuat. Pasti bisa.
Sejak saat itu, saya menyaksikan sendiri perjuangan teman-teman. Tim WKP menyelenggarakan lomba, pelatihan, dan sebagainya. Sampai kemudian dikenal publik secara luas melalui sosial media dan pelayanan terbaiknya. Berbagai pesanan penerbitan dengan berbagi produknya, misalnya baju, pun muncul. Sejak saat itu, saya menyaksikan modal kepercayaan yang tinggi masyarakat pada WKP. Saya senang dan bangga.
Suatu sore, saat saya mendatangi kantor, teman-teman Tim WKP sedang bekerja keras membungkus buku-buku yang akan dikirim. Saya bertanya: bulan ini menerbitkan berapa buku. Tim WKP membalasnya: menebitkan delapan buku, Pak Guru.
Kemudian Tim WKP membuka data buku-buku yang telah diterbitkannya bulan ini: Peluk Hangat Adik; Terima Kasih Ayah; Ibu, Jangan Marah, Ya!; Puisi Sarapan yang Hambar; Semua Menutup Pintu Untuk Duka Kota; Pulang; Lekas Sembuh Bumiku; dan Satu Pesan Untuk Negeriku.
Saya senang dan bangga. Sekalipun saya tahu, untuk mewujudkan ini jerih lelahnya tak terbayangkan. Tapi, jerih lelah itulah yang menempa anak-anak muda ini kelak bisa menjadi pemimping bangsa ini.
Inilah pendidikan khas yang dilakukan di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Semoga menginspirasi.

ADA YANG SERING KITA LUPA!

(Materi Webinar Produktif Menulis Cerita di Masa WFH, yang diselenggrakan HISKI Banyumas, Sabtu, 16 Mei 2020; Pukul 10.00 WIB)
Dr. Heru Kurniawan, M.A.
Pengajar Institut Agama Islam Negeri Puwokerto
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir
Penulis Buku Aktivitas dan Bacaan Anak
Ada yang sering kita lupa dalam menulis. Apa? Hilangnya kesadaran bahwa apa yang kita tulis untuk kebaikan dan kemanfaatan. Menjadikan menulis sebagai doa terbaik untuk kita.
Saya yakin. Kita mengalami perasaan yang sama dalam menulis. Ide ini istimewa harus dijadikan. Ini harus ditulis karena sudah dikejar deadline. Ini harus sempurna agar bisa diterima penerbit. Ini karya terbaik yang harus jadi. Itulah barang kali perasaan kita saat menulis.
Sejak dulu saya pun demikian. Tapi, setelah lebih 15 tahun saya menulis. Ternyata semua perasan itu menjadi tidak bermakna. Buktinya, sampai detik ini saya belum juga merasa menulis dengan hasil tulisan terbaik. Rasanya semangat itu seperti sesuatu yang justru membuat kita tergesa-gesa. Kemudian hasilnya tidak bermakna.
Dan bila kita jujur, semua itu sumbernya adalah obsesi yang sangat dekat dengan nafsu menulis. Terus, harusnya bagaimana? Ini pertanyaan saat serasa semua menjadi hampa.
Seorang teman yang begitu baik pada saya menyadarkan, “Pak Guru, aku suka menulis. Salah satu doaku yang kupanjatkan pada-Nya adalah aku ingin jadi penulis, ya, Allah. Saya ingin jadi penulis sekadar ingin tulisanku bermanfaat banyak orang. Tulisanku menjadi kebaikan yang kelak menjadi doa terbaik buatku saat aku tidak bisa menulis lagi.”
Aku terhenyak. Kata-katanya membuatku berkaca-kaca haru dan malu. Aku telah salah melangkah. Aku tersesat dalam rimba obses menulis yang justru melelahkan.
Saya pun segera bongkar diri. Saya akan menulis dalam ketenangan dengan menghadirkan imajinasi kemanfaatan dan kebaikan. Saat mau menulis saya pun selalu mengatakan dalam hati, “Her, menulislah perlahan-lahan, hayati yang ditulis. Pelajari sungguh-sungguh dan iklhaskan. Niatkan menulis yang terbaik dengan belajar yang terbaik. Di sana anak-anak Indonesia menanti tulisanmu. Menanti karya terbaik yang akan menjadikannya doa kebaikan dan kemanfaatan. Di sana, negeri kita membutuhkan tulisan terbaikmu yang akan menjadikan cerita-cerita anak Indonesia bisa jadi rujukan banyak negara lain.”
Saat itulah, energi masuk dalam diriku. Ada energi kebaikan untuk ikhlas suntuk banyak membaca. Ada energi ikhlas untuk pelan-pelan menulis. Ada energi bahagia menulis dengan harapan kebaikan. Semuanya menggerakan hari-hari menulis begitu pelan tapi bermakna.
Dan dipikiran dan imajinasiku terbayang anak-anak Indonesia yang menanti dengan rindu tulisan-tulisan kita. Momen ingat anak-anak Indonesia selalu membuat mataku berkaca-kaca. Karena saya selalu melihat anak-anakku sendiri saat membaca buku. Diam dalam ksunyian yang menghanyutkan. Saya juga ingat diri sendiri bahwa saya bisa hidup sampai tahap ini salah satunya karena suka membaca.
Ya, itulah energi menulis yang harus selalu ada di dalam hidup kita. Menulis bukan segalanya, yang harus meninggalkan banyak hal. Hidup kita sebenarnya ada pada keluarga kercinta. Ada pada kantor tempat kita bekerja. Namun, melalui menulis kita bisa menyempurnakan kebahagiaan kita.
Mari, selepas kita bekerja dan bercengkrama dengan keluarga, kita harus punya waktu untuk membaca cerita, dongeng, buku bacaan anak-anak indonesia dan dunia. Kita pelajari dengan baik. Dengan kesungguhan untuk menemukan hal-hal yang bisa dijadikan bahan penting dalam menulis.
Kemudian saat duduk di depan laptop, kita menulis dengan tenang, ikhlas, sungguh-sungguh, sambil berimajinasi tulisanku untuk anak-anak Indonesia. Tulislah pelan-pelan. Saya yakin tulisan teman-teman akan menjadi tulisan terbaik. Tulisan yang akan menjadi doa baik untuk kita sendiri.
Dan kelak saat kita tidak bisa menulis lagi, kita akan meneteskan air mata bahagia karena ada anak di sudut desa yang dengan caranya yang unik membaca buku kita. Kita akan meneteskan air mata bahagia saat suatu ketika ada anak yang bercerita tentang buku kita yang memukaunya dengan antusias.
Dan suatu ketika, saat kita sudah tidak bisa menulis lagi, akan ada orang-orang yang menulis nama kita dengan ucapan terima kasih paling jujur karena apa yang kita tulis telah menjadi sumber energi dan inspirasi yang mewujudkan mimpinya menjadi memimpin negeri kita tercinta.
Di situlah energi menulis berada. Semoga kita dimudahkan dalam belajar menulis untuk doa-doa terbaik atas tulisan kita. Dan aku memilih menulis untuk anak-anak Indonesia. Aku ingin mengabdikan belajar menulisku untuk anak-anak Indonesia.
Bismillah…

WEBINAR REVIEW ESAI DENGAN INSTITUT DARUL QUR’AN

Sabtu siang saya di chat sama Kak Feny, “Pak Guru, ini esai yang telah ditulis teman-teman dosen Darul Qur’an. Besok bisakah hasil reviewnya disampaikan ke kami melalui webinar?”
Dengan senang hati saya langsung membalas siap. Saya pun segera membaca esai-esai hasil karya dosen-dosen muda dari Institut Darul Qur’an Jakarta. Saya membaca 13 esai yang masuk. Semuanya membahas problematikan covid-19 dengan segala sektor dengan keislaman. Inilah momen paling penting dalam hidup saya, yaitu saat saya bisa membaca karya teman-teman hebat.
Sambil membaca cermat, saya membuat catatan-catatan hasil analisis saya terhadap tulisan yang meliputi 3 aspek: (1) keunggulan dan kelamahan esai yang ditulis; (2) menunjukkan ranah-ranah yang bisa ditulis dalam kemungkinan besar; dan (3) mempberikan apresiasi atas tulisan esai.
Semuanya saya kerjakan selepas Subuh. Saya senang karena pekerjaan ini membuat saya bisa menahan untuk tidak tidur sampai matahari terbit meninggi. Setelah selesai, dan matahari terbit meninggi. Saya langsung tertidur. Saya bangun tepat waktu pukul 09,45 WIB.
Saya pun bergegas ke Kantor Baca Wadas Kelir untuk webinar. Wah, saya sennag sekali disambut hangat oleh Rektor Institut Darul Qur’an yang masih muda dan hebat. Webinar pun berjalan sangat menyenangkan. Saya senang dan bahagia bisa Webinar dengan dosen-dosen Institut Darul Qur’an Jakarta.
Semoga ii langkah awal yang akan berikan kebaikan bersama pada kami. Terima kasih. Terus semangat menjalni hari ini dengan sehat dan bahagia.

AYO, GABUNG DI KELAS MENULIS CERITA ANAK ISLAMI #7

Sejak awal April 2020 digelar, setidaknya sudah 6 angkatan Sekolah Menulis Wadas Kelir (SMWK) menyelenggarakan pelatihan menulis. Dari enam angkatan kelas ini, tercatat sudah 125 anggota yang bergabung menjadi anggota SMWK.
Ya, SMWK yang sedang kami kembangkan menjadi Brand orang-orang kreatif dalam menulis terus disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat. Kami sangat senang dan tidak menyangka. Kami pun terus bekerja secepat, setepat, dan sebaik mungkin untuk mengembangkan SMWK menjadi Sekolah Menulis yang terpercaya dan maju di Indonesia.
Senangnya, para peserta dan anggota sangat puas dengan pelayanan kami. Mereka terkesan dan berkomentar belum ada Sekolah Menulis dengan pembelajaran online sebaik SMWK. Pelayanan cepat, pendampingan yang menyenangkan, dan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Katanya, kami benar-benar dikondisikan dan didampingi untuk kreatif dalam menulis.
Kami pun akan terus bergerak.Salah satunya untuk kelas terakhir di bulan Mei 2020, kami akan kembali membuka Kelas Menulis Cerita Anak Islami #7. Segera bergabung bersama kami. Pasti akan banyak manfaat dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan menulis, mendapat banyak pengetahuan menulis, dan akan berjejaring dengan penerbit-penerbit besar.
Ini hanya ada di Sekolah Menulis Wadas Kelir. Sekali masuk Anda akan menjadi anggota selamanya. Dan sekali menjadi anggota, akan mendapatkan pelayanan dan pendampingan menulis selamanya. Ini hanya ada di Sekolah Menulis Wadas Kelir.
Segera Bergabung!
Kelas Menulis Cerita Anak #7 telah menanti, ada 20 kursi tersedia untuk yang berani belajar.

AYO, SEKOLAH KB-RA WADAS KELIR

(Klik di sini) untuk melihat video

Inilah sekolah yang kreatif. Sekolah yang selalu penuh kejutan pengalaman yang tidak akan dilupakan anak-anak. Sekolah dengan basis kegiatan belajarbertumpu pada LITERASI dan KREATIVITAS.

Setiap anak akan menjadi sosok-sosok yang suka dan cinta dengan buku. Berbagai buku bertebaran dan setiap hari akan dibacakan oleh guru dan orang tua untuk anak-anak.

Setiap anak juga akan mendapatkan kegiatan elajar yang kreatif. Bereda dengan sekolah-sekolah lainnya. Sekolah penuh dengan kejutan dan pengalaman yang mengesankan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar di KB-RA Wadas Kelir. Selalu akan menyenangkan anak-anak dan membahagiakan orang tua.

Selamat bergabung di KB-RA Wadas Kelir

APRESIASI KREATIF KHAS WADAS KELIR

Suatu sore istri mendatangi saya. Kemudian betranya, “Bagaimana caranya menyemangati anak-anak PAUD Wadas Kelir? Sepertinya mereka mulai jenuh dengan belajar di rumah terus?”
Spontan saya menjawab, “Kejenuhan belajar dengan pola yang sama pasti ada. Salah satu solusinya adalah apresiasi yang kreatif?”
“Apa apresiasinya?” tanya istri.
“Paketkan hadiah pada mereka. Pakai jasa pos atau gojek. Videokan kejutan-kejutannya!” jawabku.
Istri tersenyum senang. Saya yakin sudah mendapatkan ide-gagasan. Ya, tugas saya sebagai pendidik adalah memantik imajinasi dan kreativitas yang saya ajar. Saya berhasil.
Beberapa hari kemudian saya mendapatkan kiriman video yang saya share ini. Dalam hati saya mengatakan, wah, guru-guru PAUD Wadas Kelir kreatif sudah bisa kembangkan gagasannya sendiri. (Lihat Video Di sini)
Esoknya, istri bercerita, “Betapa bahagianya anak-anak mendapatkan hadiah. Bahkan anak-anak kangen sama Bunda-bundanya. Ini ada yang mengirimi kue. Katanya tanda rindu pada Bunda-bunda.”
Saya tersenyumsenang. Saya pun menerangkan sebuah konsep pembelajaran. Anak-anak itu belajar tak sekadar diajari dan dinilai. Itu semua wilayahnya hanya kognitif. Sentuhlah kemanusian anak-anak dengan apresiasi. Melalui apresiasi yang kreatif, anak-anak akan mengetahui bahwa guru-gurunya sangat sayang padanya.
Saat anak-anak yakin bahwa gurunya cinta padanya. Anak-anak akan selalu rindu pada guru-gurunya. Anak-anak merasa bahwa ia diperhatikan, disayang, dan dicintai. Maka, anak-anak akan mencintai gurunya.
Dan cinta anak pada gurunya akan diekspresikan dengan tanggung jawab untuk belajar sebaik mungkin. Anak tidak akan dan tidak mau kecewkan gurunya. Inilah yang sering dilupakan sekolah dan sistem. Sehingga komponen apresiasi tidak tampak nyata dalam kegiatan belajar anak-anak.
Istri saya mengangguk paham. Saya senang. Terkadang menerangkan paling tepat adalah saat seseorang itu memang membutuhkan keterangan. Dan saat orang membutuhkan keterangan adalah saat mereka ada persoalan. Inilah yang saya sebut sebagai momentum belajar terbaik.
Inilah hebatnyanya PAUD Wadas Kelir. Selalu penuh inovasi dan kreativitas tinggi. Anak-anak dan orang tua akan merasakan bahwa mereka sangat dicintai dan disayangi oleh guru-gurunya.

KREATIVITAS TANPA BATAS WADAS KELIR PUBLISHER

Sebagai lini yang menangani perbitan indie, Wadas Kelir Publisher (WKP), di usianya yang baru empat tahun sudah menunjukkan inovasi dan kreativitasnya. Setidaknya sebulan selalu menerima pesanan penerbitan buku sebanyak 8-12 buku.
Kerja dalam target pun di perketat. Setidaknya, Tim WKP selalu berjibaku dengan pekerjaan yang menguras energi. Tapi, kami menyadari bahwa itulah konsekuenasi sebagai tim yang siap bekerja untuk melayani klien.
Semua kemajuan yang pesat ini karena ditopang oleh inovasi yang dilakukan oleh WKP. Mulai dari inovasi dan kreativitas dalam menyelenggarakan kelas menulis gratis, mengadakan lomba menulis, membangun kemitraan dengan lembaga yang baik, dan publikasi dan sosialisasi yang baik.
Inovasi lain yang sedang dikemangkan adalah diversifikasi usaha. WKP sedang menuju tidak hanya mengembangkan usaha dalam penerbitan. Tetapi, juga keproduk-produk lain dengan core pada buku.
Salah satunya, mulai menawarkan paket buku dengan bajunya. Baju yang didesain dengan cover buku. Pertama kali di tawarkan konsepnya, banyak yang memesan buku dengan sekalian bajunya.
Dari sinilah, publik semakin mengenal WKP sebagai lini penerbitan yang kreatif dan inovatif. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan industri kreatif di bidang penerbitan yang maju dan terdepan.