MALAM INI BELAJAR BERSAMA KELAS MENULIS WADAS KELIR #1 BERAKHIR

Malam ini (06/04/2020) belajar bersama Kelas Menulis Wadas Kelir (KMWK) #1 berakhir. 30 peserta dari berbagai daerah mengikuti dengan antusias. Semua merayakan kegebiraan belajar menulis yang mengesankan.
Materi “Menulis Cerita Inspiratif dalam Kegiatan Bersama Anak dan Murid” dipahami dengan baik. Praktik menulis pun selesai dengan tepat waktu. Kemudian peserta menyampaikan kesannya selama mengikuti KMWK #1. Kami sangat senang bangga diapresiasi dengan luar biasa.
“Sungguh, apa yg saya dapatkan jauh melebihi ekspektasi saya. Sekali lagi terima kasih banyak Pak Guru dan Tim,” tulis Mba Stera, PNS Kemdikbud-Jakarta, yang menjadi salah satu peserta saat kegiatan kelas ini berakhir.
Irma Herawati, PNS-Purbalingga, salah satu peserta juga mengungkapkan, “Ikut Kelas Menulis Wadas Kelir menyenangkan sekali. Ada banyak ilmu dari Pak Guru dan teman teman semua. Tidak hanya materi, tetapi juga masukkan berarti yang saya dapatkan. Tidak akan menyesal, sungguh!”
SedangkanHarizal, Guru-PNS dari Ciganjur, menceritakan pengalamannya selama mengikuti KMWK #1, “Suatu hari saya menerima undangan melalui chat whatsapp dari Mba Airin untuk mengikuti Kelas Menulis Wadas Kelir #1. Kelas menulis via facebook dan whatsapp ini diasuh oleh Pak Guru Heru, founder Rumah Kreatif Wadas Kelir di Purwokerto. Tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftarkan diri sebagai peserta. Saya takut kehabisan “kursi empuk’ dalam kelas ini, karena peserta terbatas, hanya tiga puluh orang. Selama di dalam kelas, setiap peserta dipacu untuk aktif dengan mengajukan pertanyaan dan mengerjakan tugas. Keaktifan itu tidak luput dari penilaian.”
“Alhamdulillah sebuah rezeki bisa bergabung di Kelas Menulis Wadas Kelir #1. Senang, bahagia, pasti akan rindu dengan kelasnya. Masya Allah Luar biasa. Sudah jelas hasilnya. Dibanding kelas menulis lain, biaya mahal, tak kunjung membawa hasil!” tulis Yuli Kismawati, Guru PAUD-Penulis Buku Aktivitas Anak dari Purwokerto.
“Terima kasih, Pak Guru dan Mba Admin. Di kelas ini saya mendapatkan banyak sekali ilmu. Diberi stimulus untuk menulis dan menciptakan ide kreatif, motivasi, dan inspirasi tiada henti. Saya berharap kelas ini terus dipertahankan, sebagai wadah silaturahmi sekaligus sebagai tempat pengingat saya untuk selalu berkarya,” kata Ariesma Setyarum, Dosen Universitas Pekalongan, yang ikut bergabung di Kelas Menulis Wadas Kelir #1.
Mimin Rukmini, Guru-PNS-dari Bandung, mengungkapkan, “Alhamdulillah, haru, senang, terus terang minder Pak Guru, takut tidak bisa. Siap belajar lagi. Terimakasih! Moga ilmu Pak Guru makin berkah, demikian pula saya. Mohon doanya moga saya tetap semangat belajar menulis. Tak ada masukkan buat Wadas Kelir. Kelasnya hebat! Gurunya hebat, Tim Adminnya keren-keren dan baiiiiik.”
Masih banyak lagi ungkapan apresiasi yang melebihi ekspektasi peserta membuat kami bangga dan bahagia. Sejak awal, KMWK #1 kami selenggarakan bukan semata kelas yang menjual materi seperti kelas lainnya. Kami menyampaikan materi dengan bahasa keluarga, motivasi, dan empati dengan metode yang kreatif. Yang membuat peserta penuh semangat mengikuti setiap sesi. Dan setelah selesai akan bangga menjadi bagian Keluarag KMWK ini.
Dan tentu saja, KMWK akan terus membangun komunikasi kreatif menulis dlam kolaborasi keluarga. Inilah istimewanya kami. Melalui KMWK kami tidak saja belajar menulis, tetapi menyatukan anggota dalam rasa kekeluargakan yang saling menopang. Kami bahagia. Kami senang. Kami kemudian belajar menulis bersama untuk hasil terbaik.
Silahkan bergabung! Kelas Menulis Wadas Kelir #1 berakhir malam ini, maka esok akan lahir Kelas Menulis Wadas Kelir #2 di Rabu, 08 April 2020. Jika Anda mau bergabung masih ada 5 kursi terbaik buat Anda.

AYO, IKUTI TANTANGAN KREATIF MENULIS KHAS WADAS KELIR!

Pandemi Covid-19 di negeri kita tercinta membuat hari-hari kita begitu berat. Kita harus seharian di rumah bersama keluarga. Kita harus menjaga sehat dan bersih dengan ekstra. Sampai menjaga bahagia agar selalu bersemyam di jiwa kita. Dan pasti, kita setiap hari meningkatkan ibdaha dan doa kita agar keluarga kita dilindungi dan dijauhi dari Covid-19.
Dalam kenyataan yang seba berat ini, pasti kita semua di rumah banyak waktu istimewa dengan keluarga. Nah, alangkah indahnya jika waktu yang istimewa itu kita manfaatkan untuk menulis. Salah satunya menulis cerita anak.Cerita anak-anak kita di rumah dalam menjalani hari-hari untuk menghindari Covid-19.
Biar tulisannya semakin bermanfaat dan dibaca banyak pembaca. Ayo, kirimkan tulisan cerita anaknya untuk mengkuti lomba menulis yang diselenggarakan oleh Wadas Kelir Publisher. Wah, pasti seru dan asyik!
Ayo, bergabung mengikuti tantang kreatif ini. Di tengah pandemi corona, kita masih beisa terus berkarya!

CSR WADAS KELIR: KAMI INGIN SEMAKIN BERARTI DI MASYARAKAT!

Ide ini bermula dari obrolan sederhana. Saat saya datangi kerja unit di Rumah Kreatif Wadas Kelir yang sedang menangani pesanan dari klien. Saya membuka dengan ungkapan, “Di masa sulit ini, kita harus lebih peduli dengan masyarakat!” Spontan kata-kata saya di respon relawan, “Setuju Pak Guru!” dan Kak Hamid langsung menambahi, “Bagaimana jika Wadas Kelir punya CSR!”

Saya langsung berbinar. Saya bertanya untuk mendalami, “Konsepnya seperti apa?”. Kak Hamid menjelaskan, “Kita sisihkan sebagian sisa hasil usaha tiap unit. Kemudian kita berbagi pada warga!” Saya tersenyum senang dan katakan, “Saya setuju. Yes! Sekarang saya minta unit-unit yang punya hasil usaha mana dan bisa alokasikan dana sosial!”

“Wadas Kelir Publisher ada 200 ribu buat sosial!” kata Kak Fifi. Kemudian Manajemen Kelas Menulis Wadas Kelir melalui Kak Farhat menyampaikan, “Kelas Menulis bisa alokasikan 300 ribu!” dan Kak Airin dari Jurnal Educreative, “Jurnal Educreative bisa 150 ribu!”

Saya sangat senang. Teman-teman setiap unit yang selama ini bekerja di Wadas Kelir bisa menyisihkan penghasilan untuk berbagi. Saya sampaikan, “Baiklah, segera kumpulkan dana dan berbagilah. Berikan pada warga dalam bentuk sembako. Semoga dengan ini keberadaan Wadas Kelir bisa semakin berarti! Untuk ketua pengelolanya Kak Hafidz dan Kak Rafli yang pemuda asli Wadas Kelir sehingga tahu kondisinya! Dan jangan lupa ini kita kembangkan dari hasil usaha Wadas Kelir! Setiap ada hasil usaha, sisihkan untuk berbagi!”

Ya, kami menyadari satu hal. Kami adalah orang-orang biasa yang punya banyak keterbatasan. Kami bekerja siang malam untuk sebuah mimpi yang terlalu tinggi. Kami sekolah dan kuliah dengan kerja keras luar biasa. Kami bekerja dan berkarya untuk mewujudkan mimpi sekaligus bisa memenuhi materi kehidupan. Tapi, dari semua itu, kami juga terus membangun semangat kebaikan untuk berbagi dan menginspirasi.

Dari sinilah, Rumah Kreatif Wadas Kelir, mencoba untuk mewujudkan CSR Wadas Kelir yang semoga banyak memberikan manfaat, dan membuat usaha-usaha kami semakin diberkahi Allah. Amin!

BUKU PENUH EMOSI DAN INSPIRASI DALAM MENGAJARKAN BEPUASA PADA ANAK

Saat saya dikabari Penerbit Bhuana Ilmu Populer Gramedia bahwa sangattertarik dengan naskah buku yang saya tawarkan ini, dan kemudian diproses terbitnya, sampai berdiskusi panjang untuk penentuan cover bukunya, dan kemudian buku ini siap terbit awal puasa.

Saya langsung teringat dengan peristiwa menuliskan buku itu. Saya menulis naskah buku itu pada saat bulan puasa kemarin selama sebulan penuh. Saya menuliskannya selepas sholat Subuh. Ini saya lakukan karena saya sudah berjanji pada diri sendiri bahwa selepas sahur dan sholat subuh, saya tidak akan tidur sampai kemudian bekerja di kampus.

Perjuangan berat menahan kantuk selepas sholat subuh. Saat berjuang menahan kantuk, saya menulis buku ini dengan penuh emosi dan perjuangan melawan kantuk. Saya merefleksikan puasa dengan anak-anak yang saya jalani hari itu, dan saya tuliskan.

Saat beberapa tulisan jadi. Saya bacakan ke anak-anak dan Istri. Ekspresi Istri bilang, “Bagus, Ayah!” Sedangkan anak-anak hanya bisa nyengir. Mereka jadi tahu suara Ayahnya dalam menerima keisengan, kemarahan, kebohongan, ketakutan, sampai kelaparan saat menjalankan ibadah puasa. Anak-anak malu. Tapi, saya juga belajar pada anak-anak.

Dari cerita-cerita selama puasa tahun kemarin dengan anak-anak, saya sajikan untuk Anda. Anda akan mengalami pengalaman emosional yang sama dengan saya. Karena mendampingi anak-anak untuk berpuasa itu perjuangan luar biasa!

Di sinilah, saya katakan bahwa buku ini bisa menjadi bacaan untuk merefleksikan diri kita sebagai orang tua dalam mendampingi anak-anak berpuasa. Buku penuh emosi dan inpirasi untuk para orang tua.

Silahkan dipesan ada hadih istimewa notes untuk Preorder ke saya [WA] 081564777990

Terima kasih!

HASIL KERJA KERAS WADAS KELIR PUBLISHER!

Sejak Januari 2020, Wadas Kelir Publisher (WKP) di percaya untuk mendampingi program literasi guru-guru Kekompok Kerga Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Cakung Jakarta Timur. Pendampingan program literasi dilakukan secara online oleh Heru Kurniawan, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir.
Setelah sebulan melakukan pendampingan, para guru-guru MI Cakung Jakarta Timur bun berhasil menulis cerita-cerita rakyat Jakarta yang sangat menarik. Kesuksesan ini membuat para guru berniat untuk menerbitkan hasil karyanya di Wadas Kelir Publiher.
Setelah berinteraksi dan berkomunikasi intensif mengerjakan proyek literasi ini, akhirnya buku Cerita Rakyat Jakarta yang ditulis guru-guru MI Cakung Jakarta Timur jadi. Pesanan sebanyak 1.200 eksemplar buku kini sudah tiba di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Tim Wadas Kelir Publisher akan segera mendistribusikannya ke para penulis dan Madrasah.
Buku Cerita Rakyat Jakarta ini akan dijadikan bacaan literasi siswa MI. Pasti sangat istimewa karena karya guru dibaca oleh murid-muridnya. Inilah keberhasilan program Literasi khas Rumah Kreatif Wadas Kelir.
Silahkan jika Anda ingin bermintra mengadakan proram pendampingan menulis dengan Rumah Kreatif Wadas Kelir.

 

IKLANKAN HIDUP SEHAT UNTUK HINDARI BAHAYA CORONA!

Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) belajar di rumah, bekerja di rumah, dan berkoordinasi dengan sosial media. Kami terus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah. Cukup berat, tetapi demi kesehatan dan keselamatan semua harus dilakukan.
Dari koordinasi bersama di sosial media itulah, salah satu relawan mengusulkan untuk berkampanye hidup sehat untuk menghindari corona kepada masyarakat. Jadilah ide untuk membuat poster sederhana. Bukan karena ikut-ikutan, tetapi karena kami ingin memberikan hal kecil tak berarti seputar informasi kepada masyarakat di sekitar RKWK.
Semoga saat jalan ada yang baca, dan jika sudah baca informasinya tersimpan dengan baik di pikiran. Harapannya,suatu saat informasi itu menggugah kesadaran masyarakat untuk melakukan hidup sehat sebaga cara terhindar dari penularan virus corona yang semakin banyak.

TEMPAT BELAJAR DAN BERKARYA KAMI: SEPI!

Sejak virus corona (covid-19) berpandemi, dan “kerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah” diberlakukan secara nasional, maka saya pun sampaikan ke relawan, remaja, dan anak-anak bahwa Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK): tidak ada kegiatan. Semua harus di rumah masing-masing atau di kos dengan tidak boleh keluar-keluar. Seluruh kegiatan dan kerja kami pun dilakukan di rumah atau kos. Saya dan keluarga pun melakukan karantina.
Sesuatu yang jujur sangat menyedihkan bagi kami. Kami yang biasa belajar, berkarya, dan mengabdi bersama kini harus mengasingkan diri dalam kegiatan itu. Makanya, saat esok hari (25/03/2020) saya berolah raga dan membersihkan area RKWK, saya coba mampir ke kantor baca, kantor tempat kita belajar, bekerja, berkarya, dan berkoordinasi yang selalu ramai, kini sepi. Kursi dan meja itu kosong. Saya pun sangat sedih. Saya berdoa semoga wabah corona serega berlalu dai bangsaku sehingga kehidupan di RKWK bisa berjalan lagi seperti biasanya.
Dulu kami sangat ingin punya tempat ini, kantor baca, sekalipun masih sederhana tetapi sudah sangat membantu kami untuk bekerja dan berkarya. Tunggu kembali kami, kantor baca. Setelah corona usai, dan kami diberikan kesehatan dan keselamatan, maka kami akan bekerja lagi di sini. Semunya karena kami ingin negeri ini bisa lebih baik lagi. Semoga Allah melindungi kita semua dan menjadikan kita orang-orang yang beruntung.
Heru Kurniawan
Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

 

Belajar bersama Kak Yuko dari jepang dan Kak Yeni dari Bali

Selasa 28 Januari lagi-lagi Rumah Kreatif Wadas Kelir kedatangan tamu dari negeri sakura, belaiu adalah Kak Yuko. Kak Yuko tidak hanya datang sendiri ia ditemani oleh temannya yakni mahasiswi jurusan manajemen Universitas Udayana Bali panggilan akrabnya Kak Yeni.

Kedatangannya di Rumah Kreatif Wadas Kelir adalah kunjungan pertama kali Kak Yuko dan Kak Yeni di Purwokerto, saat ditanya dari mana dan bagaimana bisa tahu tentang Rumah Kreatif Wadas Kelir, Kak Yuko mengugkapkan bahwa dirinya hanya melihat-lihat kegiatan yang ada di Rumah Kreatif Wadas Kelir melalui media sosial, kemudian Kak Yuko dan Kak Yeni tertarik, dan memutuskan untuk berkunjung di Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Saat ditanya tentang tujuan utama kedatangan Kak Yuko dan Kak Yeni di RKWK tidak lain adalah mereka ingin belajar dan melihat kegaiatan-kegiatan yang ada di RKWK. Selama dua hari di RKWK Kak Yuko dan Kak Yeni mengikuti seluruh kegiatan yang ada di RKWK, mulai dari ikut menagjar di PAUD Wadas Kelir, mengajar warga paket C, sharing budaya jepang bersama relawan, melihat kegiatan belajar BIMBEL, kegiatan Taman Baca Masyarakat dan diakhiri dengan wisata di Curug Baturraden.


Sebuah kehormatan, kebanggaan, dan kebahagian bagi kami keluarga besar Rumah Kreatif Wadas Kelir karena dapat belajar bersama Kak Yuko dari negeri sakura dan Kak Yeni dari Bali.

#Hari ke 1 Mahsiswa IAIN Cirebon di Rumah Kreatif Wadas Kelir

 

Selasa 07 Januari 2020

Selamat datang di Rumah Kreatif Wadas Kelir.
Sambutang hangat diberikan oleh segenap keluarga Rumah Kreatif Wadas Kelir atas kedatangan mahasiswi PIAUD IAIN Syeh Nurjati Cirebon. Kedatangan 18 mahasiswi PIAUD IAIN Syeh Nurjati Cirebon di Rumah Kreatif Wadas Kelir tidak lain yakni untuk belajar bersama selama 3 hari kedepan.

Hari pertama, sesampainya di Rumah Kreatif Wadas Kelir teman-teman mahasiswi PIAUD IAIN Syeh Nurjati Cirebon. Acara di hari pertama yakni dibuka dengan pembukaan dan penerimaan mahasiswi PIAUD IAIN Syeh Nurjati Cirebon, pembagian kelompok, dari 18 mahasiswa di bagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok 2 pendamping belajar, kemudian dari 18 mahasiswa dii bagi di 3 home stay, setelah kegiatan pembukaan di malam hari mahasiswi juga di ajak untuk terjun langsung mengajar TPQ binaan Wadas Kelir, dan di tutup dengan pemberian materi dongeng oleh Bapak Heru Kurniawan selaku Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir yang didampingi oleh Kak Umi.

Pada materi dongeng teman-teman mahasiswi langsung praktek membuat karya berupa dongeng yang nantinya akan di terbitkan.

#Rumah Kreatif Wadas Kelir
#PIAUD IAIN Cirebon
#IAIN Syeh Nurjati

TBM WADAS KELIR PRESEN

Minggu o4 Januari 2020

Dalam rangka memperingati tahun baru, Taman Baca Masyarakat Wadas Kelir mempersembahkan Photo Contest bagi remaja dan dewasa. Photo Contest yakni lomba photo dengan menuliskan resolusimu di tahun 2020 ini. Photo hasil gambar dan resolusi terbaik akan mendapatkan hadiah yang telah disediakan oleh Tim Taman Baca Masyarakat Wadas Kelir, photo contest dimulai dari tanggal 03 Januari sampai dengan 20 Januari.

Adapun ketentuam dalam photo contest yakni, 1) terbuka untuk remaja dan dewasa, 2) buat resolusi 2020 kamu, 3) photo dirimu dengan caption resolusi mu di tahun 2020, 4) photo booleh di edit, 5) kirimkan maksimal 3 photo ke grup Whatsapp (nagi yang belum bergabung di group, upload di sosmed kalian dengan hastag #membacamasadepan dan jangan lupa tandai lima temaan kamu, kemudian konfirmasi ke CP yang ada, 6) wajib follow instagram @tbmwadaskelir dan @rumahkreatifwadaskelir.