Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK) kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Literasi dengan membahas pentingnya disiplin dan etika yang perlu dibangun oleh setiap relawan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan RKWK. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada pemahaman mengenai aturan, tetapi juga bagaimana kebiasaan sederhana dapat menjadi bagian dari karakter dan budaya bersama.
Dalam kegiatan tersebut, Pak Guru Heru menyampaikan bahwa perubahan bangsa tidak selalu harus dimulai melalui kritik maupun orasi. Menurutnya, perubahan justru dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu. “Gambaran suatu bangsa adalah gambaran masyarakatnya. Kita tidak cukup hanya mengkritik, tetapi harus berani membuat perubahan dan memulainya dari diri sendiri,” ungkapnya.
Pak Guru Heru berharap RKWK dapat menjadi salah satu ruang yang menumbuhkan budaya disiplin dan etika tersebut. Hal itu dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti meletakkan sandal pada rak, membuang sampah pada tempatnya, serta mematikan peralatan elektronik setelah selesai digunakan. “Saya berharap RKWK menjadi pusat perubahan itu. Relawan harus mampu membangun kebiasaan hidup yang disiplin dan beretika, karena perubahan besar selalu berawal dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten,” jelasnya.
Menurutnya, kebiasaan baik yang terus dilakukan tidak hanya akan membentuk mentalitas para relawan, tetapi juga memberikan contoh bagi setiap orang yang datang ke RKWK. Ketika lingkungan RKWK mampu menunjukkan budaya disiplin dan etika, orang lain pun akan belajar untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, RKWK diharapkan tidak hanya menjadi ruang pendidikan dan literasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang dapat mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Penulis
Tania Rahayu
Relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir


