LAMANYA PEMULIHAN UNTUK SEHAT

Saya akan melanjutkan cerita soal influenza yang saya derita. Cerita ini lanjutan dari dua cerita sebelumnya. Setelah demam, flu, dan batuk saya mereda, maka masa sakit saya masuk pada tahap akhir. Tahap pemulihan untuk bisa kembali sehat total. Tapi, saya merasa cemas. Sebabnya, sampai hampir seminggu, tubuh saya masih terasa lemas, belum pulih, dan masih terasa sakit. Apa sebabnya?

Apakah karena kurang makanan bergizi? Sepertinya tidak. Setiap hari, selama sakit, saya banyak mengonsumsi buah dan sayur, telur rebus 3-5 butir, dan daging dan ikan. Saya merasa membutuhkan vitamin dan protein yang banyak. Saya juga rutin berolahraga ringan untuk pemulihan fisik. Tapi, kenapa bisa berdampak pada percepatan pemulihan tubuhku. Tapi, semua itu rasanya tidak berdampak.

Apakah karena saya tidak minum obat atau berobat ke dokter. Bisa jadi demikian. Jika ini yang terjadi, maka kesimpulanku adalah tanaman rempah dan rimpang atau tanaman herbal yang jadi tumpuan penyembuhan sakitku memang tidak bisa menciptakan dampak langsung yang cepat. Proses penyembuhanku berjalan pelan dan lama. Saya pun jadi teringat masa sakit yang lama, mencapai sepuluh hari lebih. Dan sekarang, proses pemulihannya pun lama.

Proses pemulihan dari sakit, setelah saya hitung, hampir mencapai 9 hari. Saya coba bandingkan dengan saat dulu saya sakit dengan penyembuhan meminum obat dan berobat ke dokter. Rerata waktu pemulihannya hanya 5-7 hari. Kali ini menurutku lama. Saya hitung total waktu rehatku di rumah karena sakit influenza ini mencapai 19 hari. Saya masih ingat, saya mulai sakit pada Kamis, 1 Januari 2026 dan bisa sembuh total, bisa beraktivitas ke kampus kembali, pada Senin, 19 Januari 2026.

Apakah saya merasa perlu mengubah kebiasaan minum rempah dan rimpang dengan obat saat sakit. Demi menghindari sakit yang penyembuhannya lama. Dengan tegas saya menjawab tidak! Kenapa? Saya merasakan saat saya sudah benar-benar sembuh, seperti saat ini, saya merasa tubuh saya segar dan bugar. Bahkan, dari aktivitas ekstra menggunakan tanaman rempah dan rimpang sebagai obat saat sakit berlanjut sampai sekarang.

Saya menjadi terbiasa dengan minum rebusan jahe, kunir, dan serai dengan tanpa pemanis. Rasanya sungguh nikmat. Merasa tidak nikmat jika ditambah dengan gula. Hampir setiap pagi, selepas bangun tidur, minuman pertamaku adalah rebusan jahe, serai, dan kunir. Diminum dengan air yang hangat. Sungguh rasanya nikmat. Aktivitas pagi hingga sore jadi bugar.

Bagi saya ini menandakan bahwa ramuan sehat tradisional herbal itu tidak berdampak langsung dalam penyembuhan dan pemulihan kita dari sakit. Proses penyembuhan dan pemulihannya sangat pelan. Tapi, di titik tertentu, setelah memakan waktu yang lumayan panjang, maka dampaknya terasa setelah saat sembuh. Ini yang saya rasakan.

Tapi, tentu saja, ini adalah pengalaman pribadi saya. Sangat tidak objektif dan belum tentu kebenarannya. Semua orang bisa jadi punya pengalaman berbeda. Bisa sama dengan yang saya alami atau bisa malah bertolak belakang. Tapi, setidaknya, semoga pengalaman saya ini memberikan pemahaman baru kita dalam memandang sakit yang sewaktu-waktu bisa kita rasakan.

Heru Kurniawan
Relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian

Kategori

Postingan Terbaru

Scroll to Top