Sejumlah ruang di sekitar PAUD RKWK dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari murbei, belimbing, kedondong, cabai, tomat, terong, hingga tanaman lainnya. Satu per satu tanaman dirawat oleh Pak Guru di sela-sela aktivitasnya di Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK)
Perawatan dilakukan dengan telaten. Tanaman yang tumbuh tidak hanya dibiarkan memenuhi halaman, tetapi diperhatikan perkembangannya hingga menghasilkan buah dan sayuran. Selain tanaman, Pak Guru juga membudidayakan ikan lele di lingkungan RKWK.
Hasil dari kebun tersebut kemudian menjadi bagian dari kebiasaan yang menyenangkan bagi orang-orang yang datang ke RKWK. Ketika ada buah yang matang, siapa pun yang berkunjung dapat dipersilakan untuk menikmatinya. Begitu pula dengan ikan lele yang dapat diberi makan oleh pengunjung.
“Kalau ada yang suka atau mau, tinggal petik saja. Yang penting jangan dirusak tanamannya dan dijaga kebersihannya, saya malah senang kalua tanaman saya disukai” Ujar Pak Guru
Bagi RKWK, kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari cara membangun lingkungan yang terbuka. Tanaman yang tumbuh tidak hanya memperindah halaman, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi siapa saja untuk berinteraksi dengan alam dan belajar merawat sesuatu.
Ketelatenan Pak Guru dalam merawat tanaman akhirnya melahirkan kebiasaan berbagi. Ada yang menanam, ada yang merawat, ada yang menikmati hasilnya. Semuanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang tumbuh bersama di RKWK.

