“Hidup itu berat jika kita tidak mempersiapkan semuanya.”
Kalimat tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Pak Guru Heru dalam pembahasan Sekolah Literasi. Pertemuan kali ini mengajak peserta untuk menyadari bahwa menjadi dewasa bukan sekadar persoalan bertambahnya usia, tetapi tentang kesiapan menghadapi berbagai tanggung jawab dan situasi sulit yang akan datang dalam kehidupan.
Menurut Pak Guru Heru, banyak hal yang saat ini mungkin belum terasa dampaknya karena seseorang belum sepenuhnya memasuki fase dewasa. Namun, ketika mulai menghadapi kehidupan yang lebih kompleks, ketidaksiapan dapat menjadi persoalan. Pendidikan, karier, pernikahan, kehidupan keluarga, hingga menjadi orang tua membutuhkan bekal yang tidak dibangun secara tiba-tiba.
Laki-laki perlu membangun mental dan kemampuan finansial yang kuat sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tanggung jawab kehidupan dan keluarga di masa depan. Sementara perempuan perlu belajar menata diri, mengelola emosi, menjaga kesehatan tubuh, serta mempersiapkan mental untuk menghadapi berbagai peran dan tanggung jawab dalam kehidupannya.
Namun, kesiapan menghadapi kehidupan tidak cukup hanya dengan mengetahui apa yang harus dilakukan. Kemampuan menghadapi berbagai situasi sulit juga perlu dilatih.
Pak Guru Heru menjelaskan bahwa latihan menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan seseorang menghadapi kehidupan. Seseorang perlu membiasakan diri menghadapi tantangan, belajar bertanggung jawab, mengelola emosi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan. Dari proses latihan tersebut, seseorang perlahan membangun ketahanan dan kemampuan untuk menghadapi situasi yang lebih besar.
Lalu, dari mana latihan itu datang?
Latihan tidak selalu dapat dilakukan sendirian. Menurut Pak Guru Heru, seseorang membutuhkan komunitas yang dapat menjadi ruang untuk berlatih sekaligus membangun kontrol. Di dalam komunitas, proses belajar dan latihan dapat berlangsung bersama orang lain sehingga perkembangan diri tidak hanya bergantung pada penilaian pribadi.
Komunitas dapat memberikan ruang untuk saling mengingatkan, mengoreksi, mengukur perkembangan, sekaligus mendorong seseorang untuk terus berlatih. Dengan adanya lingkungan yang mendukung dan kontrol bersama, latihan yang dilakukan dapat menjadi lebih terarah dan memiliki ukuran keberhasilan yang lebih jelas.
Hal tersebut menjadi salah satu nilai penting yang dibangun melalui Sekolah Literasi. Ruang belajar tidak hanya digunakan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat bagi relawan untuk melatih diri, membangun kebiasaan, belajar menghadapi tantangan, dan tumbuh bersama.
Sebab, kehidupan dewasa pada akhirnya akan menghadirkan berbagai situasi yang tidak selalu mudah. Karena itu, kesiapan tidak seharusnya menunggu ketika masalah datang. Kesiapan dibangun dari sekarang, melalui latihan, tanggung jawab, dan lingkungan yang membantu kita terus bertumbuh.
Penulis Tania Rahayu


