SEKOLAH LITERASI EDISI 28 JULI: KURIKULUM MEMBACA YANG RAMAH UNTUK PEMBACA PEMULA

Rumah Kreatif Wadas Kelir kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Literasi pada Selasa, 28 Juli 2026. Dalam pertemuan kali ini, Heru Kurniawan atau kerap disapa Pak Guru membahas tema tentang kurikulum membaca secara bertahap dan tidak memaksa diri pada bacaan yang terlalu berat.

Menurut Pak Guru, semangat membaca sering kali gagal tumbuh karena prosesnya tidak dimulai dari tahap latihan yang mudah. Banyak orang, terutama pembaca pemula, terpengaruh untuk langsung membaca buku-buku populer yang sedang ramai dibicarakan, padahal isi dan cara penyampaiannya belum tentu mudah dipahami.

Ia menjelaskan bahwa memilih buku hanya karena dianggap bagus oleh banyak orang belum tentu cocok bagi kemampuan membaca setiap individu. Alih-alih membantu membangun kebiasaan membaca, pilihan bacaan yang terlalu berat justru dapat membuat seseorang takut membaca.

“Kalau kita adalah pembaca pemula, jangan dulu membaca buku-buku yang berat. Jangan sampai karena kita tidak bisa memahami isi buku, saat mencoba membaca justru menjadi trauma,” ujar Pak Guru dalam diskusi bersama relawan.

Karena itu, Pak Guru lebih sering menganjurkan relawan untuk memulai dari bacaan yang ringan dan menyenangkan, seperti novel-novel dengan alur yang mudah diikuti. Menurutnya, kemampuan memahami bacaan perlu dibangun sedikit demi sedikit sesuai kapasitas pembaca.

Melalui pembahasan ini, Sekolah Literasi RKWK mengajak relawan untuk melihat kegiatan membaca bukan sebagai ajang menunjukkan kecerdasan, melainkan sebagai proses latihan yang perlu dilakukan secara bertahap, konsisten, dan penuh kegembiraan. Dengan memulai dari bacaan yang sesuai, diharapkan kebiasaan membaca dapat tumbuh lebih kuat dan bertahan dalam jangka panjang.

Penulis
Tania Rahayu
Relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian

Scroll to Top