Penulis : Tania Rahayu
“Biasakan membawa buku ke mana pun kita pergi, biasakan meluangkan waktu untuk membaca buku.” Kalimat tersebut hampir tidak pernah absen disampaikan oleh Heru Kurniawan, atau yang akrab disapa Pak Guru, Founder Komunitas Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK).
Dalam setiap penyelenggaraan Sekolah Literasi, program rutin RKWK yang menjadi ruang diskusi dan belajar bersama para relawan, Pak Guru selalu mengajak peserta untuk membangun kebiasaan membaca sebagai bekal meningkatkan kualitas diri dan daya fokus di tengah derasnya arus informasi.
Pada Sekolah Literasi edisi Kamis (26/06/2026), seorang relawan mengungkapkan kegelisahannya. Ia merasa lebih mudah menghabiskan waktu berselancar di media sosial dibandingkan bertahan membaca buku. Bahkan, membaca satu atau dua halaman saja sering kali sudah membuat fokusnya buyar.
Menanggapi hal tersebut, Pak Guru menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. Kebiasaan yang telah terbentuk dalam waktu lama tidak dapat diubah secara instan. Menurutnya, salah satu cara untuk mulai membangun kebiasaan membaca adalah dengan “memaksa diri”. Namun, paksaan yang dimaksud bukanlah tekanan yang memberatkan, melainkan menghadirkan lingkungan yang mendukung seseorang untuk tetap konsisten.
“Kalau memaksa diri sendirian, komitmennya sering mudah dibatalkan. Tetapi ketika dilakukan bersama dalam komunitas, kita saling menguatkan hingga kebiasaan itu perlahan terbentuk,” jelasnya.
Melalui Sekolah Literasi, RKWK berupaya menciptakan ruang kolektif yang mendorong anggotanya untuk bertumbuh bersama. Sebab, generasi yang berkualitas tidak hanya dibentuk oleh semangat sesaat, tetapi juga oleh kebiasaan baik yang dipelihara secara konsisten.


