Kemampuan mengelola keuangan dengan baik tidak muncul begitu saja ketika seseorang beranjak dewasa. Kebiasaan mengatur, menggunakan, dan menyimpan uang dapat dibentuk sejak anak masih berada dalam lingkungan keluarga. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Sekolah Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir (RKWK).
Dalam kegiatan rutin tersebut, Pak Guru Heru Kurniawan menyampaikan bahwa peran orang tua dalam pendidikan keuangan anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan finansial. Orang tua juga perlu memberikan pemahaman dan membiasakan anak untuk bertanggung jawab terhadap uang yang dimilikinya.
“Sering kali orang tua hanya memberikan uang. Ketika uangnya habis, diberikan lagi, begitu seterusnya. Tetapi orang tua tidak tahu uang itu digunakan untuk apa, apakah anak menabung, apakah boros, atau justru digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu,” jelas Pak Guru.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membuat anak terbiasa menerima uang tanpa memahami bagaimana cara mengelolanya. Padahal, kemampuan mengatur keuangan ketika dewasa juga merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dibangun sejak kecil.
Karena itu, anak perlu mulai diajarkan hal-hal sederhana dalam mengelola keuangan, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk ditabung, serta mempertimbangkan penggunaan uang sebelum membelanjakannya.
“Bagaimana anak ketika dewasa bisa mengelola keuangannya dengan baik, itu juga tidak terlepas dari bagaimana orang tua mengajarinya sejak kecil,” lanjut Pak Guru.
Melalui Sekolah Literasi, pembelajaran tentang keuangan diharapkan tidak hanya membuat anak memahami nilai uang, tetapi juga membangun kebiasaan bertanggung jawab dalam menggunakannya. Sebab, pendidikan keuangan sejak dini menjadi salah satu bekal penting bagi anak untuk menghadapi kehidupan ketika dewasa.
Penulis
Tania Rahayu
Relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir


