Purbalingga, 3 September 2026 — SMAN 1 Karangreja, Purbalingga, menggelar rangkaian workshop literasi bagi seluruh siswa pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan tiga alumni relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir yang kini berkiprah di dunia akademik dan kepenulisan, yakni Endah Kusumaningrum, Mukhamad Hamid Samiaji, dan Bayu Suta Wardianto.
Ketiganya membawakan materi sesuai bidang keahlian masing-masing dalam tiga kelas paralel yang disesuaikan dengan peminatan siswa. Endah Kusumaningrum, yang berprofesi sebagai dosen di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sekaligus penulis cerita anak, memandu workshop penulisan cerpen. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami unsur-unsur dasar fiksi, mulai dari membangun tokoh, konflik, hingga menyusun alur cerita yang menarik, dengan pendekatan yang aplikatif agar mudah dipraktikkan langsung oleh peserta.

Sementara itu, Mukhamad Hamid Samiaji, dosen UNU Purwokerto yang juga dikenal sebagai peneliti serta penulis karya kreatif anak dan budaya Banyumasan, mengampu workshop desain poster. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan visual sebagai bagian dari literasi kontemporer, di mana siswa tidak hanya dilatih menulis, tetapi juga menyampaikan gagasan melalui media visual yang komunikatif dan estetis.

Adapun Bayu Suta Wardianto, dosen tamu di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan Universitas Amikom Purwokerto yang juga aktif sebagai penulis dan peneliti sastra, memberikan materi workshop penulisan puisi. Dalam sesinya, siswa diperkenalkan pada teknik pemilihan diksi, pembentukan citraan, serta cara menuangkan pengalaman pribadi ke dalam bentuk puisi yang padat makna.

Kepala Sekolah SMAN 1 Karangreja, Tri Lestari, S.Pd, Si, M.Pd, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan sekolah dalam menyambut Bulan Bahasa yang akan segera tiba. Menurutnya, penguatan literasi sejak dini menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengasah kepekaan berbahasa sekaligus kemampuan berekspresi.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai bekal literasi menyambut Bulan Bahasa, sekaligus agar siswa memiliki keterampilan dalam menulis,” ujar Tri Lestari.
Ia menambahkan, kehadiran para pemateri yang merupakan alumni relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir memberikan nilai tambah tersendiri, karena mereka memiliki pengalaman langsung dalam pendampingan literasi berbasis komunitas sebelum akhirnya menekuni jalur akademik dan kepenulisan secara profesional. Pengalaman tersebut, menurutnya, membuat materi yang disampaikan lebih membumi dan relevan dengan kebutuhan siswa di lapangan.
Kegiatan workshop ini diikuti oleh seluruh siswa SMAN 1 Karangreja yang dibagi berdasarkan peminatan masing-masing, sehingga setiap siswa dapat memilih dan mengikuti kelas yang paling sesuai dengan minat serta potensi yang ingin mereka kembangkan. Pembagian kelas berdasarkan peminatan ini dinilai efektif untuk memastikan proses belajar berlangsung lebih fokus dan mendalam, mengingat setiap bidang literasi, baik cerpen, desain poster, maupun puisi, memiliki karakteristik dan teknik yang berbeda.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas tampak hidup dengan interaksi aktif antara pemateri dan siswa. Para siswa tidak hanya menyimak paparan teori, tetapi juga langsung berlatih menghasilkan karya, baik berupa draf cerpen, sketsa desain poster, maupun larik-larik puisi. Pendekatan praktik langsung semacam ini dipandang lebih efektif dalam menumbuhkan keberanian siswa untuk berkarya, dibandingkan hanya menerima materi secara teoretis.
Harapan besar disematkan pada kegiatan ini agar mampu menjadi titik awal bagi siswa untuk terus melatih keterampilan menulis dan berkreasi secara berkelanjutan. Selain sebagai persiapan menyambut Bulan Bahasa, workshop ini juga diharapkan dapat menambah bekal skill dan kemampuan siswa yang relevan dengan tuntutan zaman, di mana kemampuan berliterasi,baik dalam bentuk tulisan naratif, visual, maupun puitis, menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu terus diasah.
Kegiatan semacam ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan formal dan komunitas literasi berbasis masyarakat seperti Rumah Kreatif Wadas Kelir. Melalui jejaring alumni relawannya, komunitas ini turut berkontribusi dalam penguatan ekosistem literasi di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala, tidak hanya menjelang Bulan Bahasa, tetapi juga sebagai program literasi berkelanjutan yang mendukung pengembangan minat dan bakat siswa di bidang kepenulisan dan kreativitas secara lebih luas.


