Duka Malam
nasib yang kau serahkan pada malam dan kelam
adalah ketakutan yang kau sembunyikan pada senyap kota
ketika kau bayangkan si bungsu hanya memamah kerak legam
dan menjelma karib jalanan
kau melambai dalam gelap
menghentikan detak mimpi
di ujung keramaian, tangismu merawat pemberian Tuhan
2024
Merayu Cakrawala
: Joko Pinurbo
sore ini ia duduk di beranda
begitu asyiknya merayu cakrawala yang sedang berwajah ceria
terlihat senja cemburu
takut tak lagi dicumbu ia di batas kata
senja kala tiba
seseorang bertanya
“kau mau ke mana?”
“aku sedang banyak masalah, itu sebabnya aku mau ibadah”
ia melengos
mengenakan sarung yang disampirkannya
di kata-kata
selamat menunaikan ibadah puisi
semoga bait-bait khusyu
nikmat dalam tumaninah sendu
2024
Merengkuh Mimpi
tanganku adalah kehampaan yang mengais segumpal napas
sebab mimpi-mimpi telah diledakkan
berdentum meninggalkan hari raya
langkahku remang-remang
berteman kecipak darah dan rasa lapar yang semakin akrab
ibu iba sedang menimang sepotong kehidupan di balai rumah
bapak tak pulang, sibuk membangun istana
masih adakah sedikit celah untuk merasakan kehidupan yang bebas itu?
sedikit, celah – layaknya fajar yang mengintip
malu-malu, turut getir menyaksikan tangis kami
sebentar saja, kami pinjam bebas dan merdeka itu
biar mimpi-mimpi yang telah diledakkan berhasil kami rengkuh kembali, sebentar
2024
Safitri
Relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir yang aktif menulis dan menerjemahkan buku-buku cerita anak. Dapat dihubungi melalui akun instagram bahasa.rasaaa.





2 komentar untuk “Sajak-Sajak Safitri”
Kerenn puisinyaa
Wiiiiiii TangTingTungTingTangTingTung 3x Izziiiinnn