Sekolah Literasi membahas tentang pentingnya tidak terburu-buru dalam menilai berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita. Pak Guru menyampaikan bahwa sesuatu yang ramai dibicarakan belum tentu merupakan kebenaran. Begitu pula dengan sesuatu yang banyak dikritik, belum tentu sepenuhnya salah.
Menurut Pak Guru, di tengah derasnya informasi, berbagai wacana dapat terbentuk oleh kepentingan tertentu. Karena itu, seseorang perlu berhenti sejenak sebelum ikut mempercayai, menyetujui, atau bahkan menghakimi sesuatu.
“Jangan karena sesuatu sedang ramai, kemudian kita merasa harus ikut berpendapat. Kita perlu bertanya, apakah yang kita yakini itu benar-benar kebenaran atau hanya sesuatu yang terus-menerus kita lihat sampai akhirnya kita percaya,” ujar Pak Guru.
Daripada terlalu banyak menghabiskan energi untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali, Pak Guru mengajak para relawan untuk lebih fokus pada kehidupan dan pekerjaan masing-masing. Belajar, bekerja, berkarya, dan mengembangkan diri menjadi hal yang lebih bisa dilakukan secara nyata.
“Energi kita terbatas. Jadi, lebih baik digunakan untuk hal-hal yang bisa kita kerjakan. Fokus pada pekerjaan kita, belajar, dan memperbaiki diri. Jangan terlalu sibuk dengan urusan yang sebenarnya bukan bagian dari kehidupan kita,” pungkasnya.


