
Sajak-sajak Heru Kurniawan
RUPA SEPI ITU rupa sepi ituseperti angin yang bisumerdunya hilang disadap waktudinginnya membeku pilu rupa sepi ituseperti hujan yang sendugerimisnya binasa ditikam debuderasnya sirna dipaksa

RUPA SEPI ITU rupa sepi ituseperti angin yang bisumerdunya hilang disadap waktudinginnya membeku pilu rupa sepi ituseperti hujan yang sendugerimisnya binasa ditikam debuderasnya sirna dipaksa

RENJANA Waktu masih terus berdetakAtma rinduku semakin tercekatIa bermuara di palung sukma yang tampak cacatLalu tenggelam dalam jarak yang semakin berkarat Aku menyisir ingatanKenangan itu

MAWAR TANPA TANGKAI aku mencintaimu dengan sandiwaraberkata tidak, dalam hati sungguh sepihakberpaling sedang mata harap menatap aku mencintaimu dengan sandiwarayang hanya diam, seluruh bibir hendak

KESAYANGAN Subuh tadi bintang masih menariSuara kakek berkumandang sampai ke sudut-sudut mimpiSelepas meneguk kerja rodiMata yang dikebiri akhirnya tak sanggup berdiriKelopaknya jatuh menangkap seporsi hibernasiTiba-tiba

MOKSA dalam keramaian tak terdengar lagi suara gaduhmuhanya raut tanpa senyumawan tanpa rupa matahari lalu di penghujung terjaganya matasunyi tiba-tiba runtuh lalu dalam terjaganya mataada