
TAMU ISTIMEWA DARI TBM HIDUP PUNYA CERITA PEKALONGAN
Tamu istimewa kali ini datang pada Kamis-Jumat, 29-30 Januari 2026. Tamu dari Kabupaten dan Kota Pekalongan, teman-teman dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita,
Rumah Kreatif Wadas Kelir sering disebut RKWK didirikan pada 7 Agustus 2013. Setidaknya sudah sepuluh tahun lebih aktif melakukan berbagai kegiatan pelayanan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada pengembangan pendidikan, literasi, sastra, sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan yang berorientasi pada peningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan-kegiatannya telah memberikan dampak postif bagi anak-anak, remaja, dan orang tua masyarakat sekitar.
Telah mendapatkan berbagai penghargaan antara lain: Kampung Literasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2016; Komunitas Inspiratif dari Bupati Batang dan Original Indonesia 2017; Tali Integritas dari Pusat Edukasi Antikorupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi 2017; Gramedia Reading Community dari Penerbit Gramedia dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Komunitas Peduli Pendidikan Anak dan Masyarakat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2018; Praktik Baik Pendidikan Masyarakat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2019; Satu Indonesia Bidang Pendidikan Regional Jawa dari Astra 2022.

Tamu istimewa kali ini datang pada Kamis-Jumat, 29-30 Januari 2026. Tamu dari Kabupaten dan Kota Pekalongan, teman-teman dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita,

Memulai kegiatan pembelajaran semester warga belajar, tutor Paket B dan C Rumah Kreatif Wadas Kelir menyelenggarakan rapat koordinasi pada Minggu, 4 Januari 2026. Rapat koordinasi

Kamis, 8 Januari 2026 Rumah Tari Rumah Kreatif Wadas Kelir berkolaborasi dengan Sendratari Dewi Sri mementaskan tari di MAN 1 Banyumas. Kolaborasi yang sudah dimulai

Sebuah pesan chat masuk ke admin Rumah Kreatif Wadas Kelir. Pesan dari panitia Banyumas International Literacy Festival (BilFest). Pesan yang berisi undangan untuk Rumah Kreatif

Salah satu target penting yang akan dicapai Rumah Kreatif Wadas Kelir pada tahun 2026 adalah menjalin kerja sama dengan lembaga dan instansi mana pun. Kerja

Senin, 19 Januari 2026, Perpustakaan Nasional menyelenggarakan acara Bedah Buku Visi Anak Pasar yang diselenggarakan di Hall Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Dalam

Sholikhatun Nurul Fauziah, M.Pd. lahir di Cilacap 21 April 1995 tepatnya di Desa Sikanco Kecamatan Nusawungu Cilacap Jawa Tengah. Bapak berprofesi sebagai guru Agama sekolah

PROFIL Muhamad Iqbal lahir di Brebes, 19 September 1993. Masa kecil dan remajanya ditempa dalam lingkungan pendidikan berbasis pesantren di Desa Benda, Sirampog, Brebes. Pendidikan

Khothibul Iman lahir di Purbalingga, 30 Juli 1992. Ia terlahir dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang Guru Agama di Sekolah Dasar dan ibu seorang ibu

Musyafa Ali, M.Pd. lahir di Cilacap, 17 Februari 1995. Saat ini berprofesi sebagai Dosen di Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Nahdlatul Ulama

Fariz Nurul Hidayat, lahir di Purbalingga 30 November 2004. Lahir dari ayah seorang buruh dan ibu seorang ibu rumah tangga. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di salah

Lahir di Brebes, 12 Januari 1999. Ayahnya seorang supir dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Masa anak-anaknya banyak dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman, mulai dari

Duka Malam nasib yang kau serahkan pada malam dan kelam adalah ketakutan yang kau sembunyikan pada senyap kota ketika kau bayangkan si bungsu hanya memamah

MAHKOTA SURGA BUAT IBU Hai, ini Salim. Salim suka makan Es Krim.Kata Ayah, Salim itu artinya penyelamat.Nama yang hebat, bukan?Ayah ingin Salim jadi anak baik.Selalu

BELAJAR RUKUN ISLAM Salim namanya. Anak laki-laki yang suka sekali bertanya.Apapun yang baru baginya, selalu mengasyikan.Ini Salma namanya. Adik kecil yang sangat Salim sayangi. Matahari
Founder
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Relawan
Penerbit Rumah Kreatif Wadas Kelir berdiri sejak 2016 yang diinisiasi oleh Heru Kurniawan, founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, beserta relawan-relawan Rumah kreatif Wadas Kelir. Penerbitan ini menjadi salah satu lini ekonomi kreatif yang digerakan untuk menebar virus literasi, memfasilitasi masyarakat untuk mendokumentasikan karya, dan menunjang dana operasional kegiatan literasi yang dilakukan Rumah Kreatif Wadas Kelir. Dimulai dengan menerbitkan segala genre buku yang mengedukasi masyarakat. Salah satu materi yang buku yang saat ini dikembangkan adalah buku-buku bacaan anak dalam berbagai genre. Buku-buku yang berkualitas dari aspek isi dan terjangkau harganya.
Penerbit Rumah Kreatif Wadas Kelir berdiri sejak 2016 yang diinisiasi oleh Heru Kurniawan, founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, beserta tiga mahasiswanya. Sebagai salah satu lini ekonomi kreatif yang digerakan untuk menebar virus literasi, memfasilitasi masyarakat untuk mendokumentasikan karya, dan menunjang dana operasional kegiatan literasi dan pendidikan masyarakat yang dilakukan secara gratis oleh komunitas Rumah Kreatif Wadas Kelir. Dimulai dengan menerbitkan segala genre buku, secera bertahap karakter Penerbit Rumah Kreatif Wadas Kelir menemukan fokusnya pada penerbitan buku-buku pendidikan dan sastra. Dari hanya menerbitkan lima puluhan buku di tahun pertamanya, kini Penerbit Rumah Kreatif Wadas Kelir telah menerbitkan ratusan judul buku pertahunnya.
Jika anda berminat untuk bergabung bersama kami, silahkan hubungi kami

Ini masih soal sakitku yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Kali

Saya akan melanjutkan cerita soal influenza yang saya derita. Cerita

Kali ini, saya akan melanjutkan cerita sebelumnya. Cerita soal sakit

Sholikhatun Nurul Fauziah, M.Pd. lahir di Cilacap 21 April 1995 tepatnya di Desa Sikanco Kecamatan Nusawungu Cilacap Jawa Tengah. Bapak berprofesi sebagai guru