
Umi Khomsiyatun
Lahir di Banyumas, 12 Januari 1994. Saat ini tinggal di Perumahan Kedungwringin-Purwokerto. Menyelesaikan pendidikann Sarjana di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (2016), dan Pendidikan Magisternya di Universitas

Lahir di Banyumas, 12 Januari 1994. Saat ini tinggal di Perumahan Kedungwringin-Purwokerto. Menyelesaikan pendidikann Sarjana di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (2016), dan Pendidikan Magisternya di Universitas

Setiap tanggal 07 Februari diperingati sebagai hari Read Aloud Sedunia. Hari istimewa yang menandai momentum penting tentang pentingnya membacakan nyaring pada anak-anak. Hari istimewa ini

Lahir di Banyumas, 5 Juni 1994. Saat ini tinggal di Karanggintung RT 03 RW 03, Sumbang, Banyumas. Jenjang pendidikan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi

Acara perdana Pak Guru Heru, Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir, adalah mengisi acara di Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Banyumas (Minggu, 07 Januari 2023). Apa

Lahir di Banyumas, 19 Maret 1996. Ayahnya perangkat desa dan ibunya Ibu Rumah Tangga. Berkat dorongan dan support yang kuat dari orang tua dan gurunya,

Proyek awal yang dikerjakan Rumah Kreatif Wadas Kelir di tahun 2024, setelah mengadakan Rapat Kerja dan Wisata, adalah menyusun proposal untuk pengajuan bantuan buku pada

Bulan Maret 2023 Komunitas Sastra Rumah Kreatif Wadas Kelir ikut serta dalam pengajuan proposal Bantuan Pemerintas Fasilitasi Komunitas Sastra yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan

Minggu pagi, anak pertama saya, Kanz Makhfiy Herudian (17 tahun), berbisik pada saya, “Ayah, hari ini beli pisang, ya.” Tidak hanya itu, anak kedua dan

Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi Rumah Kreatif Wadas Kelir untuk berbenah. Berbenah memperbaiki segala aset yang dimiliki demi peningkatkan kinerja yang lebih baik lagi.

Salah satu praktik baik yang dilakukan di Rumah Kreatif Wadas Kelir adalah kerja bakti setiap minggu pagi. Tapi, minggu pagi ini tampak sepi. Belum ada

Saya akan cerita pengalaman yang membangun kesadaran dengan menakjubkan. Saya mulai dari cerita di keluarga saya sendiri. Di rumah, saya membiasakan untuk tidak minum es

Saya sering melihat di rumah-rumah: sandal banyak berserak di teras. Saya pun merasa risih. Pemandangan teras rumah jadi tidak indah. Dari situ saya merenungkan cara