
Sajak-Sajak Alfiana Nur Aeni
LINGKARAN KECIL Memang masih merah Ya, sudahlah Memang ecek-ecek Benang benak pendek Memang sangat lambat Pelan sayat dibebat Ya, memang maya Yang nyata tak jelas

LINGKARAN KECIL Memang masih merah Ya, sudahlah Memang ecek-ecek Benang benak pendek Memang sangat lambat Pelan sayat dibebat Ya, memang maya Yang nyata tak jelas

Duka Malam nasib yang kau serahkan pada malam dan kelam adalah ketakutan yang kau sembunyikan pada senyap kota ketika kau bayangkan si bungsu hanya memamah

RUPA SEPI ITU rupa sepi ituseperti angin yang bisumerdunya hilang disadap waktudinginnya membeku pilu rupa sepi ituseperti hujan yang sendugerimisnya binasa ditikam debuderasnya sirna dipaksa

Beberapa anak lari ketakutan saat melihat Mirah lenggak-lenggok di jalanan. Ia memang genit, senang menggoda laki-laki, apalagi yang berseragam dan terlihat dewasa. Tak jarang Mirah

Kabar yang sangat tidak ingin aku dengar sampai juga di telingaku. Kabar itu aku dapat dari sahabat Dito, sahabatku juga. Saat di Cafe, kami sedang

DERU GEMURUH KERETA API Ada yang kunanti dari setiap kedatangan kereta api. Apa? Harapan! Ya, harapan atas tiga kekasihku yang semuanya pergi jauh setelah melakukan

Transformasi secara substansi berarti perubahan yang terjadi atas suatu hal atau keadaan tertentu secara perlahan-lahan. Tentunya, setiap perubahan suatu hal pasti akan menyebabkan perubahan hal

MAHKOTA SURGA BUAT IBU Hai, ini Salim. Salim suka makan Es Krim.Kata Ayah, Salim itu artinya penyelamat.Nama yang hebat, bukan?Ayah ingin Salim jadi anak baik.Selalu

BELAJAR RUKUN ISLAM Salim namanya. Anak laki-laki yang suka sekali bertanya.Apapun yang baru baginya, selalu mengasyikan.Ini Salma namanya. Adik kecil yang sangat Salim sayangi. Matahari

HADIAH ISTIMEWA Kupu-kupu terbang di antara dedaunan pohon mangga.Banyak sarang burung menempel di dahan.“Kupu-kupu, awas gerimis!” seru salah satu Burung.Gerimis turun pelan-pelan. Kupu-kupu kebingungan. “Cepat,

MEMAKNAI HUBUNGAN SOSIAL LUTUNG Resensi kali ini akan membahas buku berjudul Di mana Rumah Lutung yang ditulis oleh Gagas Setyabrata. Buku ini terbit pertama pada

Ayam-ayam hutan suka menari. Hewan-hewan ramai melihatnya. Ayam Cemani datang. Hewan-hewan hutan mengejeknya. Ayam Cemani sedih dan pergi menyendiri. Kenapa hewan-hewan mengejek Ayam Cemani. Bagaimana

Jihan itu kakak Pote. Tapi, Jihan tidak mau mengakuinya karena Jihan tidak berprestasi ke kelas. Jihan pun sedih. Jihan kemudian belajar keras untuk berprestasi. Jihan

Kalian pasti punya pengalaman yang menakjubkan dengan Ibu. Ibu kalian pasti luar biasa. Begitu juga Ibu Nala dalam cerita ini. Nala mengalami pengalaman yang menakjubkan
Jika anda berminat untuk bergabung bersama kami, silahkan hubungi kami