
Sajak-sajak Bayu Pamungkas
SANDE RASA Masih kugenggam getar rasa yang menghindar dari perangkapRaut Wajahmu yang mengabur pada dinding kamarWaktu terus menggembalaMemaksa diri untuk lupa Aku menyimpannya dalam balutan

SANDE RASA Masih kugenggam getar rasa yang menghindar dari perangkapRaut Wajahmu yang mengabur pada dinding kamarWaktu terus menggembalaMemaksa diri untuk lupa Aku menyimpannya dalam balutan

SENGSARA RINDU Aku menderu dalam luka paling biruRinduku lebam melawan waktuJarak di antara kita makin menyayat lukaTuhan, aku sengsara Aku bersimpuh pada TuhanKarena hati tak

INI LAH CARAKU Aku mencintaimu dengan rasa dan logikaRasa yang menaruh harapanLogika yang berujung kesakitanSemesta tahu aku mempunyai kelemahanKelemahanku adalah ingin mencari tahu semua tentangnyaYang

Dini hari, Selasa, 27 Agustus 2024, tepatnya pada pukul 04.00 WIB, tiga belas relawan Rumah Kreatif Wadas Kelir berangkat ke Semarang dengan mengendarai moda kereta

Malam ini, Minggu, 25 Agustus 2024, di teras rumah Pak Guru Heru sudah digelar karpet. Malam ini akan ada acara Tasyakuran dalam rangka Aqiqohan Bu

Sabtu, 24 Agustus 2024, tepatnya pukul 14.00 WIB, kami, delapan relawan berangkat ke rumah Kak Rofikoh di Desa Wanasri, Punggelan, Banjarnegara dengan mengendarai mobil. Sepanjang

Acara puncak kegiatan Alih Wahana Cerita Rakyat Banyumas dalam Sastra Pertunjukkan sebentar lagi digelar. Salah satu pementasan yang akan digelar dalam acara ini adalah pementasan

Ada inovasi kegiatan menarik di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Inovasi kegiatan yang berbasis pada sastra dan literasi. Nama kegiatannya Sekolah Dialogika Literasa (SDL), yaitu Sekolah

Kegiatan kedua Komunitas Sastra Rumah Kreatif Wadas Kelir dalam mengimplementasikan dan mengaktualisasikan Bantuan Pemerintah Penguatan Sastra Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Salah satu agenda penting dalam aktualisasi Bantuan Pemerintah Penguatan Komunitas Sastra Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Komunitas Sastra adalah Festival

MENEPI Di ujung bumi yang tak berpenghuniHujan air mata mulai membasahiHati tak kuasa membentengiRemuk tak tersisa lagi Harapan yang kau janjikan, hanyalah fatamorganaYang tak patut

SESAK BERSAMAMU aku sesak bersamamu sajadalam batas bias mariana dan bintang tsuroya aku sesak bersamamu sajadalam semerbak beranta gelombang renjana aku sesak bersamamu sajadalam dekapan