
PEMBUKAAN KEGIATAN YANG MENGINSPIRASI: KEHADIRAN NEGARA
Apakah ada hal yang istimewa dalam kegiatan Pembekalan Calon Penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra Tahun 2024, Jakarta 24-29 Juni 2024,

Apakah ada hal yang istimewa dalam kegiatan Pembekalan Calon Penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra Tahun 2024, Jakarta 24-29 Juni 2024,

Sebuah pesan chat berisi surat masuk di grup WhatsApp Rumah Kreatif Wadas Kelir. Surat dari Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Badang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 0955/I2/BS.00.02/2024, Komunitas

Di Rumah Kreatif Wadas Kelir ada relawan-relawan yang ahli di bidang penulisan. Salah satunya di bidang penulisan hasil penelitian untuk publikasi jurnal. Di Rumah Kreatif

Saya sudah menuliskan kegiatan Sekolah Literasi Relawan (SLR). Tapi, kali ini, saya ingin menuliskannya kembali. Kenapa? Memangnya, ada apa dengan Sekolah Literasi Relawan malam ini?

Ada yang istimewa di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Apa itu? Kos atau tempat tinggal relawan. Sekarang ini sudah ada 25 relawan yang ikut berkegiatan di

Kerja bakti menjadi kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan di Rumah Kreatif Wadas Kelir. Kegiatan kerja bakti kali ini (12/05/2024) adalah membersihkan gudang dan kantor di

Lahir di Brebes, 12 Januari 1999. Ayahnya seorang supir dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Masa anak-anaknya banyak dihabiskan dengan bermain bersama teman-teman, mulai dari

Nur Hafidz lahir di Banyumas, 25 Februari 1998. Ayahnya seorang buruh harian lepas dan ibunya tukang jahit. Kedua orang tuanya merupakan pekerja keras. Masa kecilnya

Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui akun sosial media, mempublikasikan rekruitmen peserta Workshop Penulisan Buku Nonteks Tahun

Dimulai dari dua buah buah cabai pemberian Eyang. Lalu saya semai sehingga tumbuhlah bibit-bibit cabai. Bibit-bibit itu saya pindah di pot. Saya berusaha untuk merawatnya,

Bayu Suta Wardianto lahir di Tegal, 18 Maret 1998. Ayahnya seorang pedagang kecil di pasar dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Masa-masa kecilnya menjadi saksi